10 Tips Makan untuk Mengurangi Gejala Alergi dan Asma

By | January 5, 2017
Tips mengurangi gejala alergi dan asma

Redakan Gejala Alergi dan Asma dengan Menjalani Pola Makan yang Tepat

Jika Anda atau anak Anda sering mengalami mata gatal, hidung berair, gangguan pencernaan, nafas pendek, dan sesak nafas, maka sangat mungkin Anda atau anak Anda menderita alergi dan asma. Untuk mengatasinya, dokter mungkin memberi berbagai resep antihistamin, decongestant, corticosteroid, bronchodilator, atau obat-obatan lain untuk meredakan gejala alergi dan asma. Tapi tahukah Anda bahwa ada cara sederhana untuk meredakan gejala alergi dan asma? Yaitu cukup dengan menjaga kebersihan, rutin berolahraga, dan jalani pola makan yang tepat. Tinggalkan semua obat-obatan dari dokter, dan mulailah jalani ketiga cara tersebut untuk meredakan gejala alergi dan asma yang Anda atau anak Anda derita.

Tips mengurangi gejala alergi dan asma

Tips mengurangi gejala alergi dan asma (Ilustrasi)

Di bawah ini 10 pola makan dan minum yang bisa mengurangi gejala alergi yang perlu Anda coba sekarang juga:

1. Selalu jalani diet rendah garam

Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan tinggi garam bisa dikaitkan dengan semakin parahnya asma. Penelitian lain menunjukkan bahwa makanan rendah garam atau tanpa garam sama sekali bisa meningkatkan fungsi paru-paru, menurunkan gejala asma, dan mengurangi kebutuhan akan pengobatan untuk mereka yang menderita asma. Cara efektif untuk mengurangi garam dalam menu makan ialah dengan banyak makan sayuran segar, serta kurangi makan makanan yang diproses seperti makanan beku dan sup kalengan.

2. Minum segelas teh hijau

Air teh, terutama teh hijau, sangat baik untuk penderita alergi. Baik yang mengandung kafein ataupun yang tidak. Air teh mengandung antihistamin alami sehingga efektif untuk mengurangi gejala alergi. Histamin adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel dalam tubuh saat tubuh mengalami reaksi alergi atau infeksi. Sangat disarankan untuk minum segelas air teh hijau panas segera setelah bangun tidur di pagi, hal ini bisa mencegah bersin-bersin di pagi hari.

3. Pertimbangkan menjalani diet Mediterania

Menurut laporan dari Journal of Asthma tahun 2013, menjalani diet Mediterania bisa meningkatkan kesempatan penderita asma untuk mengendalikan asma mereka. Hal ini juga didukung oleh beberapa penelitian lainnya. Diet Mediterania berarti menyertakan buah-buahan segar, sayuran segar, kacang-kacangan, gandum utuh, berbagai jenis ikan, minyak zaitun, dan kurangi jumlah daging merah dalam menu.

4. Konsumsi probiotik terutama yogurt

Sangat disarankan pada orang-orang yang menderita gejala alergi untuk menambahkan yogurt dan sumber probiotik lain dalam menu makan mereka. Probiotik yang merupakan bakteri baik, mirip dengan bakteri yang ditemukan dalam sistem pencernaan. Dalam label kemasan makanan, probiotik disebut juga sebagai lactobacillus atau bifidobacterium. Selain dari yogurt, priobiotik bisa juga didapat dari miso, susu fermentasi, dan suplemen diet. Probiotik bisa membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan meredakan gejala alergi.

5. Pilih menu rendah kalori dan turunkan berat badan

Para peneliti menemukan bahwa memiliki berat badan berlebih bisa memperparah asma. Sebuah penelitian terbaru yang menggabungkan 15 penelitian sebelumnya dalam hal penurunan berat badan dan asma menemukan bahwa gejala asma berkurang seiring dengan penurunan berat badan. Oleh karena itu, jika Anda memiliki berat badan berlebih dan menderita alergi termasuk asma, ubah pola makan dan menurunkan berat badan mungkin bisa membantu.

6. Tinggalkan Makanan Cepat Saji

Ada banyak alasan kenapa makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan dan harus ditinggalkan. Tambah satu alasan lagi, sebuah penelitian di Selandia Baru yang melibatkan lebih dari 1.300 anak menemukan bahwa mereka yang sering makan hamburger, atau setidaknya satu kali dalam seminggu, memiliki risiko lebih tinggi menderita gejala asma dari anak-anak yang tidak pernah makan hamburger. Berita baiknya ialah diet yang memang didesain untuk mengurangi gejala alergi dan asma dengan memperbanyak makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan ikan akan mengurangi keinginan untuk makan makanan cepat saji.

7. Jangan makan makanan mentah di masa musim alergi

Musim alergi hanya berpengaruh pada mereka yang menderita alergi musiman. Alergi musiman adalah alergi yang disebabkan oleh perubahan musim, alergi jenis ini dikenal juga sebagai alergi rhinitis atau demam hay.

Makanan mentah seperti buah dan sayur segar memang baik dan sangat diperlukan oleh penderita alergi dan asma, tapi pestisida dari buah dan sayuran segar bisa memperparah gejala alergi. Apel mentah, dan selada segar terutama perlu dihindari oleh penderita alergi selama musim alergi terjadi, hal ini karena kadar pestisida pada apel dan selada relatif lebih tinggi dari buah dan sayuran segar lain. Saat gejala alergi menyerang, jauhkan makanan mentah dari menu makan dan beralihlah ke makanan matang dan makanan kalengan. Makanan matang bisa mengurangi risiko perkembangan gejala alergi. Karena itu, jika misalnya tetap ingin makan apel, cobalah makan apel goreng, keripik apel, atau apple pie.

8. Hindari makanan pedas saat kadar serbuk sari sedang tinggi

Beberapa orang yang menderita alergi musiman boleh makan makanan pedas beberapa kali dalam setahun, tapi tidak saat kadar serbuk sari mereka berada dalam tingkat membahayakan karena bisa memperparah gejala alergi. Hal itu dikarenakan makanan pedas dapat menyebabkan curahan histamin dalam tubuh (pengeluaran histamin yang berlebihan) yang semakin berbahaya jika tubuh juga mengeluarkan histamin akibat alergi musiman. Oleh karena itu, hindarilah makanan pedas saat gejala alergi musiman menyerang.

Masih ada 2 pola makan dan minum yang bisa mengurangi gejala alergi yang perlu Anda coba, yang kita bahas di halaman berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *