5 Cara Menghitung Usia Kehamilan

By | December 24, 2015
Cara menghitung usia kehamilan

Meskipun dokter kandungan atau bidan dapat memperkirakan usia kehamilan Anda, akan lebih baik jika Anda mengetahui cara menghitung usia kehamilan sendiri. Mengetahui cara menghitung usia kehamilan ini cukup penting agar Anda dapat mengenali usia janin Anda setiap saat. Sementara usia janin akan sangat berpengaruh juga terhadap aktivitas apa yang harus Anda lakukan, misalnya buah apa yang harus Anda konsumsi, nutrisi apa yang perlu Anda serap, aktivitas apa saja yang perlu Anda lakukan, dan sebagainya.

Cara menghitung usia kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan (Ilustrasi/pixabay)

Menghitung usia kehamilan tidaklah terlalu sulit apabila Anda mengetahui tanggal hari pertama haid Anda. Pada proses berkelanjutan, menghitung usia kehamilan akan berguna untuk pemeriksaan rutin, penjagaan kesehatan dan kondisi tubuh, hingga memperkirakan kapan bayi akan lahir sehingga sang calon ibu dapat mempersiapkkannya sejak dini.

Di masyarakat tertentu yang memiliki tradisi khusus yang masih melekat kuat, mengetahui usia kehamilan menjadi sangat urgen karena bermanfaat untuk acara selamatan lima bulanan dan tujuh bulanan berlangsung.

5 Cara Menghitung Usia Kehamilan

  1. Kapan haid terakhir.

Cara menghitung yang biasa ialah dengan menghitung kapan hari pertama haid Anda. Begitu berikutnya Anda tidak haid, maka sudah dihitung sebulan. Ini dapat dihitung apabila siklus haid normal sekitar 28 – 30 hari.

2. Menghitung tinggi puncak rahim.

Bidan menghitung usia ini dengan menghitung tinggi puncak rahim atau fundus uteri. Mungkin untuk sebagian orang cara ini kurang dikenal, karena saat ini menghitung tinggi puncak rahim ini sudah sangat jarang digunakan. Caranya ialah dengan meraba puncak rahim yang menonjol di dinding perut. Perhitungannya, mulai dari tulang organ kewanitaan sampai puncak rahim. Misalnya, jika jarak keduanya 20 cm, hal itu menunjukkan usia kehamilan sudah mencapat 20 minggu. Di samping dengan ukuran sentimeter, bisa juga dengan jari tangan. Setiap pertumbuhan selebar tiga jari tangan menunjukkan pertambahan 3 minggu. Akan tetapi, jika puncak rahim sudah di atas pusar, perhitungan jari menunjukkan pertambahan 4 minggu.

3. USG.

Penentuan usia kehamilan dapat dilakukan dengan melihat biometri janin, seperti panjang janin, lebar otak, ukuran jantung, ukuran ginjal, dan sebagainya. Alat ini cukup valid untuk memastikan usia kehamilan Anda. Biasanya USG ada di dokter kandungan, sedangkan bidan tidak menyediakan ini. Biaya melakukan USG juga bervariatif bergantung pada tingkat kualitas USG, misalnya 2D, 3D, atau 4D, dan hasil printout USG dapat dibawa pulang.

4. Deteksi denyut jantung janin pertama kali.

Jika dalam pemeriksaan dokter dapat mendengar detak janin untuk pertama kali, diperkirakan usia janin sudah 12 minggu. Ukuran ini kurang begitu valid karena detak jantug janin di usia ini masih sangat lemah. Biasanya dalam pemeriksaan rutin di bidan, ibu hamil akan senantiasa diperiksa detak jantung janinnya untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan janin yang sedang dikandung.

5. Deteksi gerakan janin pertama kali.

Saat janin bergerak untuk pertama kalinya, diperkirakan usia kehamilan mencapai 18 minggu atau 4,5 bulan. Pada kehamilan pertama, ibu biasanya merasakan gerakan janin pada usia 5 bulan. Perhitungan ini keakuratannya tidak bisa dijadikan standar umum, mengingat gerakan ini cukup lemah dan bisa jadi Anda sendiri kurang begitu merasakan gerakannya. Meski demikian, cara ini cukup membantu untuk memastikan usia kehamilan. Semakin tua usia kehamilannya, semakin kuat pula gerakan janinnya.

Demikianlah 5 Cara Menghitung Usia Kehamilan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *