Efek samping makan kerupuk
Efek samping makan kerupuk (Ilustrasi/By Serenity (Own work) [GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html), CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) or CC BY-SA 2.5-2.0-1.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.5-2.0-1.0)], via Wikimedia Commons)

8 Bahaya Kerupuk Bagi Kesehatan

Berbagai masakan akan terasa lebih nikmat jika dilengkapi dengan kerupuk. Hampir setiap orang Indonesia menyukai kerupuk. Kebanyakan mengatakan karena rasanya yang gurih, dan harganya yang murah.

Namun kemudian, muncul suatu pertanyaan di benak kita, amankah kerupuk dikonsumsi? Bergizikah kerupuk itu? Mari kita lihat kandungan gizi kerupuk.

Kandungan Gizi Kerupuk

Efek samping makan kerupuk
Efek samping makan kerupuk (Ilustrasi/By Serenity (Own work) [GFDL , CC-BY-SA-3.0  or CC BY-SA 2.5-2.0-1.0], via Wikimedia Commons)
Berikut ini tabel kandungan gizi pada 100 gram kerupuk.

Energi (Kkal)Protein (gram)Lemak (gram)Karbohidrat (gram)Air

(gram)

Kerupuk Aci3500.50.285.912.0
Kerupuk Ikan34216.00.465.616.0
Kerupuk Udang35917.20.668.212.0
Kerupuk Rambak42283.04.0015.0
Kerupuk Melinjo34512.01.571.513.0

Rata-rata jumlah kerupuk ketika dikonsumsi sebagai teman makan ialah 7,5 gram. Jadi, dalam sekali makan kerupuk memberikan 30 kkal energi, 0,06 gram protein, 0,08 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kerupuk memiliki kandungan gizi yang sedikit. Dengan nutrisi yang sedikit itu, kerupuk tidak akan memberikan manfaat yang begitu banyak bagi tubuh.

Bahaya Makan Kerupuk

Terlalu banyak mengonsumsi kerupuk dapat menimbulkan 8 bahaya berikut ini.

  1. Merusak Organ dan Saluran Pencernaan

Kerupuk yang mengandung zat-zat kimia dapat merusak organ dan saluran pencernaan kita. Apalagi jika dilihat dari kandungan gizinya, kerupuk tidak memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh.

  1. Makanan yang Lebih Penting Akan Membusuk Lebih Cepat

Untuk mencerna makanan diperlukan waktu yang tidak sedikit. Apabila kita terlalu banyak mengonsumsi kerupuk, yang nutrisinya sedikit, makanan yang kita konsumsi setelah kerupuk akan mengantri. Jika terlalu lama mengantri, makanan tersebut akan membusuk lebih cepat ketika nutrisinya belum terserap semua.

  1. Merusak Organ Hati

Tidak jarang kita temui penjual-penjual kerupuk yang memasukkan bahan-bahan kimia berbahaya ke dalam kerupuk. Terlalu banyak mengonsumsi kerupuk yang mengandung bahan-bahan berbahaya dapat membuat kerja hati terbebani. Hal ini berkaitan dengan fungsi hati, yaitu menetralisir racun dalam tubuh dan makanan. Dalam jangka panjang, keadaan ini akan menyebabkan gangguan hati, seperti sirosis.

  1. Meningkatnya Risiko Gagal Ginjal

Selain memberatkan hati, bahan-bahan kimia berbahaya dalam kerupuk juga dapat memberatkan kerja ginjal yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Dengan membiarkan ginjal bekerja berlebihan, lama-kelamaan akan terjadi penurunan fungsi ginjal sampai akhirnya terjadi gagal ginjal.

  1. Merusak Kerja Otak

Zat-zat kimia berbahaya dalam kerupuk mampu mempengaruhi kinerja otak dan sistem saraf lain. Jika otak, yang notabene merupakan sistem pusat koordinasi, sudah rusak, maka akan timbul penyakit lainnya.

  1. Merusak Hormon

Salah satu zat dalam kerupuk yang merusak hormon ialah polycarbonate dan bispherol A.

  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Tidak jarang para penjual kerupuk memakai plastik sebagai bahan pembuatan kerupuk. Hal ini bertujuan untuk membuat kerupuknya semakin renyah. Jika plastik itu berhasil masuk ke dalam tubuh, maka ia akan mengendap di suatu tempat. Tempat pengendapan plastik itu dapat menjadi sasaran empuk bagi kanker. Jadi, semakin banyak mengonsumsi kerupuk, semakin meningkat risiko kanker terjadi.

  1. Meningkatkan Berat Badan

Kerupuk dapat berakibat negatif ketika dimakan sebagai camilan yang gurih atau manis. Misalnya, ketika makan kerupuk melinjo manis. Orang akan lupa dan tidak sadar telah mengonsumsi terlalu banyak. Dengan mengonsumsi 50 gram kerupuk melinjo goreng kita telah mendapatkan 8 gram lemak dan 35 gram karbohidrat. Hal ini sudah cukup memicu naiknya berat badan.

Ciri-ciri Kerupuk yang Mengandung Zat Berbahaya

Untuk mencegah masalah-masalah seperti di atas, kita harus jeli dalam memilih kerupuk. Kerupuk yang berbahaya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Warna yang Mencolok

Kerupuk yang diberi zat pewarna aditif, seperti kuning dan merah, akan memiliki warna yang terlalu terang dan mencolok. Sedangkan untuk kerupuk putih, akan memiliki warna yang terlalu bersih.

  1. Kerenyahan Kerupuk Bertahan Lebih Lama

Normalnya, kerupuk akan ‘melempem’ dan tidak renyah lagi jika dibiarkan beberapa saat dalam wadah terbuka. Namun untuk kerupuk yang mengandung zat berbahaya, hal ini tidak berlaku. Kerenyahannya akan berlangsung lebih lama dari kerupuk normal.

  1. Tenggorokan Menjadi Sakit

Kerupuk yang tidak mengandung zat berbahaya tidak akan menimbulkan rasa sakit atau menyengat di tenggorokan.

  1. Keras

Kerupuk yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya mudah hancur.

  1. Bau Menyengat Ketika Dibakar

Kerupuk yang mengandung plastik akan berbau menyengat ketika dibakar.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- efek samping makan kerupuk kulit, - bahaya kerupuk bagi bayi, - bahaya kerupuk rambak, - kerupuk pasir berbahaya, - bahaya kerupuk kulit, - efek samping makan kerupuk, - efek makan kerupuk, - bahaya krupuk, - akibat makan kerupuk banyak, - bahaya makan kerupuk kulit

data-ad-format="link">
8 Bahaya Kerupuk Bagi Kesehatan Post in | Last updated: November 16th, 2016 | 10,891 views
Perempuan kelahiran 17 Januari 2000 asal Kediri. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kediri. Tertarik pada kegiatan menulis dan sains biologi

One thought on “8 Bahaya Kerupuk Bagi Kesehatan

  1. Bagaimana dengan kerupuk yang menggoreng sendiri, apakah juga punya bahaya yang sama ? mohon infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *