Anak Obesitas Berpeluang Lebih Sehat ketika Dewasa Jika Berhasil Mengurangi Berat Badan

Anak Obesitas Berpeluang Lebih Sehat ketika Dewasa Jika Berhasil Mengurangi Berat Badan – Peneliti kedokteran di Australia tengah berusaha menyingkap rahasia penyakit pada orang dewasa melalui sebuah penelitian yang melibatkan ‘tikus lab’ manusia yang sama selama 30 tahun.

Pemimpin dari penelitian ini mengatakan salah satu temuan mereka yang cukup mengejutkan adalah ternyata anak-anak yang mengalami obesitas kondisi kesehatannya bisa berbalik menjadi positif jika berhasil menurunkan berat badan.

Penelitian oleh Institut Menzies ini dilakukan dengan mengoperasikan klinik di Tasmania dan Victoria yang melibatkan ratusan orang yang ketika diteliti pertama kali tiga dekade lalu masih berstatus sebagai anak-anak sekolah.

Penelitian, yang dikenal dengan judul ‘Usia Kanak-kanak Penentu Kesehatan Ketika Dewasa ini’, pada awalnya dirancang untuk memberikan gambaran tentang kesehatan anak sekolah di Australia.

Tapi riset ini memberikan banyak sekali informasi, sehingga peneliti memutuskan untuk melacak sebanyak mungkin peserta dalam penelitian ini pada tahun 2000 untuk diperiksa kesehatan mereka ketika dewasa.

Para peneliti mengatakan mereka akan menggunakan hasil dari riset ini untuk menemukan hubungan antara masa kanak-kanak dengan kesehatan orang ketika menginjak usia dewasa.

Peneliti mengatakan manusia yang menjadi kelinci percobaan dalam penelitian ini bisa jadi memegang jawaban atas penanganan yang lebih baik dari kasus obesitas, penyakit jantung dan diabetes.

Tiga puluh tahun kemudian para peserta tes kesehatan anak itu diundang kembali untuk menghadiri reuni sekolah yang tidak lazim.

Kirrily Moore, 43, adalah salah satu dari 8.498 warga Australia yang ikut ambil bagian dalam tes kesehatan dan kebugaran pada tahun 1985.

Anak Obesitas Berpeluang Lebih Sehat ketika Dewasa Jika Berhasil Mengurangi Berat Badan 1

Data kesehatan yang dikumpulkan dari anak-anak pada tahun 1985 dikumpulkan dari banyak dan subjek yang sama pada tes 30 tahun lalu. (Radio Australia)

“Saya ketika itu tinggal di Albury, NSW dan masih berusia 15 tahun dan tercatat sebagai murid di sekolah Scots Albury,” paparnya.

“Saya masih anak baru ketika itu, jadi saya tidak begitu ingat tes-tes yang saya jalani kecuali saja diharuskan berlari mengelilingi ruangan oval,”

Mantan peserta didorong untuk bergabung lagi dalam riset ini sebagai orang dewasa.

Professor Alison Venn dari Institut Riset Menzies Tasmania memimpin pengujian kembali para peserta pada tahap ketiga.

“Sangat menyenangkan kembali melihat orang-orang yang mendatangi klinik kami 30 tahun yang lalu..para peserta berasal dari 109 sekolah di seluruh Australia,”

Colin Taylor merupakan peserta lain yang mengaku sangat gugup karena kebiasaan merokoknya sekarang bisa mempengaruhi kesehatan dirinya.

“Keluarga saya mendesak agar saya berhenti merokok jadi saya tampaknya saya harus melakukan hal yang positif untuk diri saya sendiri,”katanya.

“Pada saat ini saya masih merokok dan semoga bisa berhenti merokok pada kesempatan berikutnya,”

Professor Venn mengatakan beberapa temuan mengejutkan mulai mereka dapatkan.

“Ternyata peserta yang ketika kecil mengalami kelebihan berat badan dan mampu mengelola dan mencegahnya menjadi orang dewasa yang obesitas resiko penyakit jatung dan diabetesnya sama dengan anak-anak yang tidak pernah kebihan berat badan,”

Professor Tom Marwick mengatakan dia berharap riset ini akan mampu memberikan terobosan untuk mendiagnosa kerusakan pada organ jantung dan arteri dari seseorang sebelum dia memiliki gejala penyakit tersebut.

“Ada beberapa perubahan awal dari fungsi jantung yang memberitahukan kita bahwa jantung mulai mendapat masalah saat pasien masih mengalami gejalanya saja dan merasa baik-baik saja,” katanya.

Institut Menzies telah menyerukan bagi siapa saja yang pernah mengikuti tes kesehatan anak yang digelar 30 tahun yang lalu untuk kembali bergabung dalam percobaan ini.

Demikianlah artikel mengenai Anak Obesitas Berpeluang Lebih Sehat ketika Dewasa Jika Berhasil Mengurangi Berat Badan, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

*