“Angin duduk” adalah istilah awam yang umum digunakan untuk menggambarkan angina, yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman di dada ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah dan oksigen yang cukup.
Angina bukan penyakit akibat masuk angin dan bukan pula satu penyakit yang berdiri sendiri. Kondisi ini paling sering berkaitan dengan penyakit arteri koroner, yaitu penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung.
Tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung. Namun, nyeri dada yang baru muncul, semakin berat, terjadi saat istirahat, tidak segera membaik, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, maupun nyeri yang menjalar perlu dianggap serius karena dapat merupakan angina tidak stabil atau serangan jantung.
Jawaban Singkat
Angin duduk biasanya merujuk pada angina, yaitu nyeri atau ketidaknyamanan dada akibat aliran darah ke otot jantung yang berkurang.
Angina stabil biasanya muncul dalam pola yang dapat diperkirakan, misalnya saat aktivitas fisik, dan membaik dengan istirahat atau obat yang telah diresepkan dokter.
Sebaliknya, nyeri dada yang baru, lebih berat, lebih sering, terjadi saat istirahat, atau tidak membaik seperti biasanya dapat merupakan angina tidak stabil, yang termasuk keadaan darurat medis dan dapat menjadi tanda serangan jantung akan terjadi.
Jika mengalami nyeri dada yang mencurigakan, terutama jika berat atau disertai sesak, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri menjalar, segera hubungi layanan darurat medis 119 atau cari pertolongan di IGD. Jangan menunda pertolongan untuk mencoba kerokan, obat herbal, atau pengobatan rumahan.
Apa yang Dimaksud dengan Angin Duduk?
Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, istilah angin duduk sering digunakan untuk keluhan nyeri dada yang sebenarnya dapat berkaitan dengan angina pektoris.
Secara medis, angina terjadi ketika suplai darah yang membawa oksigen ke otot jantung tidak memenuhi kebutuhan jantung. Penyebab yang paling umum adalah penyempitan arteri koroner akibat aterosklerosis.
Keluhannya dapat terasa seperti:
- dada ditekan;
- diremas;
- terasa berat;
- penuh;
- terbakar;
- atau tidak nyaman.
Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke bahu, satu atau kedua lengan, leher, rahang, punggung, atau perut bagian atas.
Sebagian orang juga mengalami sesak napas atau kelelahan tanpa nyeri dada yang sangat jelas.
Apakah Angin Duduk Sama dengan Serangan Jantung?
Tidak.
Angina dan serangan jantung sama-sama dapat terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu, tetapi keduanya tidak identik.
Pada angina stabil, kekurangan aliran darah biasanya bersifat sementara dan mengikuti pola tertentu. Serangan sering muncul ketika jantung bekerja lebih keras, misalnya saat beraktivitas atau mengalami stres, kemudian membaik dengan istirahat atau obat yang diresepkan.
Angina tidak stabil berbeda. Nyeri dapat muncul saat istirahat, menjadi lebih sering, lebih berat, atau tidak mengikuti pola sebelumnya. Kondisi ini merupakan bagian dari sindrom koroner akut dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Pada serangan jantung atau infark miokard, penyumbatan aliran darah berlangsung cukup berat atau lama sehingga menyebabkan kerusakan pada otot jantung.
Perbedaan Angina Stabil, Angina Tidak Stabil, dan Serangan Jantung
Angina Stabil
Angina stabil biasanya mempunyai pola yang relatif dapat diperkirakan.
Keluhan dapat muncul ketika:
- berjalan cepat;
- naik tangga;
- berolahraga;
- melakukan aktivitas berat;
- atau mengalami stres emosional.
Keluhan biasanya membaik setelah aktivitas dihentikan atau setelah menggunakan obat angina yang memang telah diresepkan dokter.
Meskipun disebut “stabil”, kondisi ini tetap perlu dievaluasi karena angina merupakan tanda adanya masalah pada aliran darah ke jantung.
Angina Tidak Stabil
Angina tidak stabil merupakan kondisi yang lebih berbahaya.
Waspadai jika nyeri:
- baru pertama kali muncul dan cukup berat;
- muncul saat beristirahat;
- semakin sering;
- berlangsung lebih lama;
- terasa lebih berat daripada biasanya;
- atau tidak membaik seperti pola serangan sebelumnya.
Angina tidak stabil termasuk sindrom koroner akut dan harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.
Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju bagian otot jantung tersumbat sehingga jaringan jantung mulai mengalami kerusakan.
Gejalanya dapat menyerupai angina tidak stabil sehingga seseorang tidak dapat memastikan perbedaannya hanya berdasarkan rasa nyeri di rumah.
Karena itu, nyeri dada akut yang mencurigakan perlu diperiksa segera.
Gejala Angin Duduk yang Perlu Dikenali
Gejala utama angina adalah rasa sakit atau tidak nyaman di dada.
Sensasinya dapat terasa seperti:
- tekanan;
- berat;
- sesak;
- diremas;
- terbakar;
- atau rasa penuh di dada.
Nyeri atau rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke:
- lengan;
- bahu;
- leher;
- rahang;
- punggung;
- atau perut.
Keluhan lain yang dapat menyertai gangguan aliran darah ke jantung antara lain:
- sesak napas;
- keringat dingin;
- mual;
- pusing atau merasa hampir pingsan;
- kelelahan yang tidak biasa;
- atau jantung terasa berdebar.
Tidak setiap orang mengalami seluruh gejala tersebut dan tidak semua gangguan jantung menimbulkan nyeri dada yang sangat berat.
Kapan Nyeri Dada Harus Dianggap Darurat?
Segera hubungi PSC 119 atau cari pertolongan medis darurat apabila mengalami nyeri atau tekanan dada yang:
- baru muncul dan tidak dapat dijelaskan;
- terasa berat atau semakin berat;
- muncul ketika sedang beristirahat;
- tidak segera membaik;
- berbeda dari serangan angina sebelumnya;
- atau kembali muncul setelah sempat mereda.
Pertolongan darurat juga diperlukan apabila keluhan disertai:
- sesak napas;
- keringat dingin;
- mual atau muntah;
- pusing atau hampir pingsan;
- nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung, atau perut;
- atau kondisi tubuh memburuk dengan cepat.
Kementerian Kesehatan menyediakan PSC 119 sebagai layanan cepat tanggap darurat kesehatan di Indonesia.
Pertolongan Pertama Saat Diduga Mengalami Angin Duduk atau Serangan Jantung
Nyeri dada yang dicurigai berasal dari jantung harus ditangani dengan tenang tetapi cepat.
1. Hentikan Aktivitas
Hentikan aktivitas fisik dan duduk atau beristirahat dalam posisi yang nyaman.
Jangan memaksakan diri berjalan jauh atau melanjutkan pekerjaan sambil menunggu nyeri hilang.
2. Hubungi Layanan Darurat
Jika nyeri baru, berat, menetap, memburuk, atau disertai gejala bahaya, segera hubungi 119 atau layanan kegawatdaruratan setempat.
Jangan menunda panggilan darurat hanya karena belum yakin apakah keluhan tersebut benar-benar berasal dari jantung.
3. Gunakan Nitrat Hanya Jika Memang Diresepkan
Jika seseorang sebelumnya telah didiagnosis angina dan dokter sudah memberikan nitrogliserin atau obat nitrat untuk digunakan saat serangan, gunakan sesuai petunjuk dokter yang diberikan kepada pasien tersebut.
Jangan menggunakan obat nitrat milik orang lain atau memulai obat tersebut sendiri.
Jika keluhan berbeda dari biasanya atau tidak membaik sesuai rencana yang telah diberikan dokter, cari pertolongan darurat.
4. Jangan Menunda Pertolongan untuk Mengonsumsi Aspirin
Aspirin memang digunakan dalam penanganan sebagian pasien dengan sindrom koroner akut, tetapi bukan berarti setiap orang dengan nyeri dada harus meminumnya sendiri.
Hubungi layanan darurat terlebih dahulu.
Petugas kesehatan atau operator darurat dapat memberi instruksi apakah aspirin sesuai karena penggunaannya dapat berisiko pada orang dengan alergi aspirin, risiko perdarahan, atau kondisi tertentu.
Jangan meminum aspirin lalu menunggu apakah nyeri membaik sebelum mencari pertolongan.
5. Jika Pasien Tidak Responsif
Jika seseorang tiba-tiba tidak responsif dan tidak bernapas normal, segera minta bantuan darurat.
Lakukan CPR bila Anda mampu dan gunakan automated external defibrillator (AED) apabila tersedia sambil menunggu tenaga medis datang.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Nyeri Dada?
Beberapa tindakan dapat menyebabkan pertolongan medis terlambat.
Jangan mengandalkan:
- kerokan;
- minyak angin;
- jamu;
- bawang putih;
- minuman hangat;
- pijat dada;
- atau obat yang bukan diresepkan untuk kondisi tersebut
sebagai pengganti pemeriksaan medis pada nyeri dada yang mencurigakan.
Bahan atau tindakan tersebut tidak dapat membuka penyumbatan arteri koroner atau menyingkirkan kemungkinan sindrom koroner akut.
Hal yang paling berbahaya bukan sekadar salah memilih pengobatan rumahan, tetapi kehilangan waktu ketika jaringan jantung sedang kekurangan aliran darah.
Penyebab Angina
Penyebab angina yang paling umum adalah penyakit arteri koroner.
Pada kondisi ini, plak terbentuk di dinding arteri koroner sehingga pembuluh menyempit dan aliran darah ke otot jantung berkurang.
Saat kebutuhan oksigen jantung meningkat, misalnya ketika beraktivitas, aliran darah yang tersedia mungkin tidak mencukupi sehingga timbul gejala angina.
Selain penyempitan arteri koroner besar, beberapa bentuk angina dapat berkaitan dengan kejang arteri koroner atau gangguan pada pembuluh darah kecil jantung.
Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner dan Angina
Faktor yang meningkatkan risiko penyakit arteri koroner juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami angina.
Faktor tersebut meliputi:
- merokok;
- tekanan darah tinggi;
- kadar kolesterol tinggi;
- diabetes;
- kurang aktivitas fisik;
- kelebihan berat badan atau obesitas;
- serta riwayat keluarga penyakit jantung.
Beberapa faktor tersebut sering muncul secara bersamaan. Jika seseorang mempunyai obesitas abdominal, tekanan darah tinggi, gula darah meningkat, trigliserida tinggi, atau HDL rendah, pembahasan mengenai sindrom metabolik dan risiko penyakit jantung dapat membantu memahami hubungan antar faktor risiko tersebut.
Diabetes juga merupakan salah satu faktor risiko kardiovaskular penting. Untuk memahami kondisi ini lebih lanjut, baca panduan Diabetes Melitus Tipe 2: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengelolanya.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Nyeri Dada?
Tidak semua nyeri dada berasal dari jantung. Gangguan lambung, otot dan tulang, paru-paru, atau kondisi lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Karena itu, dokter menilai gejala, riwayat kesehatan, faktor risiko, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Pada nyeri dada akut yang dicurigai sebagai sindrom koroner akut, pemeriksaan penting dapat mencakup:
Elektrokardiogram atau EKG
EKG merekam aktivitas listrik jantung dan dapat membantu mendeteksi perubahan yang berkaitan dengan iskemia atau serangan jantung.
Pemeriksaan Troponin
Troponin merupakan protein yang dapat meningkat dalam darah ketika sel otot jantung mengalami kerusakan.
Hasilnya biasanya dinilai bersama gejala dan EKG, bukan digunakan sendirian.
Pemeriksaan Darah Lain
Dokter dapat memeriksa gula darah, profil lipid, fungsi ginjal, atau parameter lain sesuai kondisi pasien dan faktor risikonya.
Pemeriksaan Pencitraan atau Pembuluh Koroner
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan echocardiography, stress testing, CT coronary angiography, coronary angiography, atau pemeriksaan lain untuk mengetahui kondisi jantung dan pembuluh darah.
Tidak setiap pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut. Pemilihannya bergantung pada tingkat risiko dan dugaan diagnosis.
Bagaimana Angina Ditangani?
Penanganan bergantung pada jenis angina, penyebab, tingkat keparahan penyempitan pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien.
Tujuan terapi dapat meliputi:
- mengurangi serangan angina;
- meningkatkan aliran darah ke jantung;
- mencegah terbentuknya bekuan darah pada pasien tertentu;
- mengendalikan tekanan darah dan kolesterol;
- serta mengurangi risiko serangan jantung.
Dokter dapat menggunakan berbagai obat, seperti nitrat, beta-blocker, calcium channel blocker, statin, antiplatelet, atau terapi lain sesuai indikasi.
Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat jantung sendiri.
Pada penyempitan pembuluh koroner tertentu, prosedur untuk memperbaiki aliran darah seperti angioplasti dengan pemasangan stent atau operasi bypass dapat dipertimbangkan.
Apakah Angina Bisa Dicegah?
Risiko angina akibat penyakit arteri koroner dapat dikurangi dengan mengendalikan faktor risiko kardiovaskular.
Langkah penting antara lain:
- berhenti merokok;
- menjaga tekanan darah;
- mengendalikan diabetes;
- menangani kadar kolesterol yang tinggi;
- mempertahankan berat badan yang sehat;
- melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi kesehatan;
- serta mengikuti obat yang diresepkan dokter.
Seseorang yang telah didiagnosis angina perlu mengikuti rencana penanganan dokter dan mengetahui apa yang harus dilakukan bila pola nyeri berubah.
Perubahan pola serangan dapat menandakan kondisi menjadi lebih tidak stabil.
Pertanyaan Umum tentang Angin Duduk
Apakah angin duduk disebabkan masuk angin?
Tidak.
Istilah “angin duduk” tidak berarti udara atau angin masuk ke tubuh. Dalam konteks medis, istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan angina atau nyeri dada akibat gangguan aliran darah ke otot jantung.
Apakah kerokan dapat menyembuhkan angin duduk?
Tidak.
Kerokan tidak memperbaiki penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Mengandalkan kerokan pada nyeri dada yang berbahaya justru dapat menyebabkan keterlambatan mendapatkan pertolongan medis.
Apakah bawang putih dapat digunakan sebagai pertolongan pertama?
Tidak.
Bawang putih bukan pertolongan pertama untuk angina tidak stabil atau serangan jantung dan tidak boleh menggantikan layanan medis darurat.
Apakah setiap nyeri dada berarti serangan jantung?
Tidak.
Nyeri dada mempunyai banyak kemungkinan penyebab. Namun, keluhan baru, berat, menetap, atau disertai tanda bahaya tidak dapat dibedakan secara aman di rumah sehingga membutuhkan evaluasi medis segera.
Apakah angina dapat terjadi saat sedang beristirahat?
Bisa.
Angina stabil lebih sering muncul ketika aktivitas meningkatkan kebutuhan oksigen jantung. Sebaliknya, angina tidak stabil dapat muncul saat istirahat dan harus diperlakukan sebagai keadaan darurat.
Apakah aspirin harus selalu diminum saat mengalami nyeri dada?
Tidak.
Jangan memulai aspirin sendiri atau menunda panggilan darurat untuk meminumnya. Hubungi layanan darurat terlebih dahulu dan ikuti petunjuk tenaga kesehatan, terutama karena aspirin tidak aman untuk semua orang.
Apakah orang dengan angina pasti akan mengalami serangan jantung?
Tidak selalu, tetapi angina dapat menjadi tanda adanya penyakit jantung koroner dan menunjukkan bahwa seseorang mempunyai risiko kardiovaskular yang perlu ditangani.
Angina tidak stabil secara khusus merupakan keadaan darurat karena dapat menjadi tanda serangan jantung akan terjadi.
Penutup
“Angin duduk” bukanlah penyakit akibat masuk angin. Istilah tersebut umumnya merujuk pada angina, yaitu rasa sakit atau tidak nyaman akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
Angina stabil biasanya mempunyai pola yang relatif dapat diprediksi, sedangkan nyeri yang baru, semakin berat, muncul saat istirahat, tidak membaik, atau berubah dari pola sebelumnya dapat menunjukkan angina tidak stabil atau serangan jantung.
Jika nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri menjalar, jangan menunggu pengobatan rumahan bekerja. Segera hubungi PSC 119 atau dapatkan pertolongan medis darurat.
Untuk pembahasan lebih luas mengenai kondisi kronis dan faktor risiko yang membutuhkan pemantauan jangka panjang, lihat Penyakit Kronis & Manajemen Jangka Panjang.
Sumber Medis
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — PSC 119
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Mengenal Angina Pektoris
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Angina
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Stable Angina
- American Heart Association — Angina (Chest Pain)
- American Heart Association — Acute Coronary Syndrome
- American Heart Association — Warning Signs of a Heart Attack
- American Heart Association — Aspirin and Dual Antiplatelet Therapy
