Apakah Sunat Perempuan Boleh atau Tidak?

By | January 26, 2015
Apakah Sunat Perempuan Boleh atau Tidak? 1

Apakah Sunat Perempuan Boleh atau Tidak? Praktik sunat memang merupakan hal umum untuk anak lelaki. Namun kalangan kedokteran sendiri sangat tidak menganjurkannya untuk anak perempuan.

Pernahkah Anda menyaksikan satu episode Oprah Winfrey yang menayangkan praktik sirkum-sisi pada anak perempuan di suatu daerah di Afrika? Praktik yang dilakukan berdasarkan tradisi turun temurun itu dilakukan dengan cara memotong klit0ris.

Di banyak daerah Indonesia, seperti Sumatra Barat, Madura, dan Sulawesi Selatan, praktik sunat perempuan masih menjadi tradisi. Praktik sunat perempuan seringkali dikaitkan dengan agama, terutama Islam, meski hal ini masih mengundang pro dan kontra.
Majelis Ulama Indonesia sendiri membolehkan namun bukan dengan mengiris apalagi memotong. Sementara dari segi media, sunat perempuan sangat tidak dianjurkan karena membahayakan.

Apakah Sunat Perempuan Boleh atau Tidak? 2

Ilustrasi (Wikipedia)

Dr Rudy Sutedja, Sp. B dari RS Siloam Kebon Jeruk dengan tegas menyatakan bahwa dalam standar pelayanan kesehatan, dunia medis tidak mengenal adanya sunat perempuan. “Di Afrika memang benar ada praktik sirkum-sisi yang memotong klit0ris, tetapi hal ini dilakukan lebih kepada pelaksanaan tradisi dalam budaya mereka dan tentunya sangat berisiko. Dunia medis sendiri hanya mengenal dan mengakui tindakan sirkum-sisi untuk anak lelaki,” tuturnya, seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Namun dokter spesialis bedah ini mengakui bahwa di Indonesia, terutama pada daerah-daerah pelosok masih ada masyarakat yang meminta tenaga medis melakukan tindakan sirkum-sisi pada anak perempuan.

Demikianlah artikel mengenai Apakah Sunat Perempuan Boleh atau Tidak?, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *