Atasi anemia dengan petai
Atasi anemia dengan petai (Foto: Wikipedia)

Atasi Anemia Dengan Konsumsi Petai

Anda termasuk golongan anti konsumsi petai? Anda termasuk golongan yang merugi 😀 . Kenapa demikian? Karena faktanya sayuran berwarna hijau ini dapat mencegah anda dari kekurangan darah. Hal tersebut telah dibuktikan oleh empat mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam riset mereka.

Atasi anemia dengan petai
Atasi anemia dengan petai (Foto: Wikipedia)

Pada mulanya, para mahasiswa ini tertarik dengan kebiasaan masyarakat pedesaan yang mengonsumsi petai untuk mengatasi anemia. Lalu mereka melakukan riset untuk membuktikan hal tersebut. Mereka mengekstrak petai dan memberikannya pada hewan percobaan dan ternyata hasilnya positif. Kandungan hemogoblin pada darah hewan percobaan tersebut meningkat bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok hewan percobaan yang diberikan suplemen penambah darah yang beredar di pasaran.

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin yang terkandung dalam darah. Padahal, hemoglobin ini berfungsi untuk menyebarkan oksigen dari paru- paru ke seluruh tubuh. Anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi karena keterbatasan kemampuan penyerapan tubuh. Selain itu, pendarahan dan faktor genetik juga dapat memicu terjadinya anemia.

Di Indonesia kasus anemia tergolong tinggi. Pada tahun 2013 kasus anemia nasional mencapai 21,7% pada penduduk berusia lebih dari satu tahun. Pada balita mencapai 28,1% ; 22% untuk kelompok anak berusia sekolah, 16,9 % dari kelompok remaja hingga dewasa ( 34 th), dan 26% untuk orang dewasa 35 th ke atas.

Menurut Kementrian Kesehatan, ibu hamil merupakan golongan yang rentan mengalami hal ini. Itu karena peningkatan eritrosit dan plasma darah untuk mendukung pengantaran nutrisi ke janin melalui plasenta. Anemia bagi ibu hamil ini bersifat fisiologis temporer. Artinya bersifat sementara saja. Kondisinya akan pulih seperti sedia kala bila ia telah melewati masa kehamilannya tersebut. Anemia ini terjadi karena peningkatan volume plasma tanpa dibarengi dengan perubahan bentuk sel darah merah, yang menyebabkan menurunnya kadar hemoglobin dalam darah.

[Baca juga: Cegah Anemia gizi besi pada ibu hamil, Pahami makanan yang bisa meningkatkan dan menurunkan penyerapan zat besi]

Seseorang dianggap terkena anemia apabila, kandungan hemoglobin kurang dari 11 gram per dl darah untuk anak usia 12- 59 bulan atau ibu hamil. Kurang dari 12 gram per dl untuk anak usia 6- 12 tahun dan perempuan berusia 15- 49 tahun. Dan yang terakhir bagi laki- laki yang berusia lebih dari 15 tahun dianggap mengidap anemia bila ia memiliki hemoglobin 13 gram per dl darah.

Dengan ditemukannya bukti bahwa petai dapat meningkatkan hemoglobin dalam darah, diharapkan penderita anemia di Indonesia dapat ditekan semaksimal mungkin. Dengan mengonsumsi petai dalam keseharian merupakan cara terbaik yang disarankan. Selain rasanya yang cukup enak (bagi orang yang suka) petai juga bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan zat besi di dalamnya tidak hanya bermanfaat untuk mencegah anemia, ia juga kaya serat.

Namun saat ini, orang cenderung menghindari mengonsumsi sayuran ini. Hal tersebut dikarenakan aromanya yang agak menyengat dan sulit dihilangkan. Kondisi ini membuat masyarakat lebih memilih mengonsumsi suplemen yang beredar di pasaran secara bebas sebagai solusi mengatasi anemia. Akan tetapi jika suplemen tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang hanya akan menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh. Seorang ahli gizi menyatakan penggunaan suplemen penambah darah secara terus menerus akan memicu konstipasi yang berakibat ketidaknyamanan dalam tubuh. Pada tingkat yang lebih lanjut, dapat menyebabkan hemeroit.

Alam telah memberikan yang terbaik bagi manusia yang hidup di sampingnya. Masalah rasa dan aroma yang mungkin saja kurang berkenan, seharusnya menjadikan manusia untuk lebih kreatif lagi untuk mengatasinya.

data-ad-format="link">
Atasi Anemia Dengan Konsumsi Petai Post in | Last updated: January 30th, 2016 | 8 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *