Diare: Definisi, 16 Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

By | March 29, 2020
Diare

Definisi Diare

Diare adalah kondisi di mana seseorang buang air besar dalam bentuk encer atau cair dan terjadi berulang kali. Diare dapat menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh. Tingkat keparahan dan durasi bervariasi untuk setiap penderita diare.

Penyebab Diare

Biasanya, diare terjadi karena virus yang masuk ke dalam usus. Beberapa orang menyebutnya sebagai “flu usus” atau “flu perut”.

Penyebab lain termasuk:

  1. Infeksi bakteri, atau parasit
  2. Alergi atau keracunan makanan atau obat
  3. Infeksi virus atau bakteri yang menyertai penyakit lain
  4. Infeksi oleh bakteri (penyebab sebagian besar jenis keracunan makanan) atau organisme lain
  5. Makanan yang mengandung pemanis buatan
  6. Alkohol.
  7. Diabetes
  8. Penyakit usus (seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa).
  9. Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan.
  10. Obat pencahar.
  11. Obat-obatan tertentu.
  12. Hypertiroid.
  13. Terapi radiasi.
  14. Kanker tertentu.
  15. Operasi pada sistem pencernaan.
  16. Kesulitan menyerap nutrisi tertentu, atau biasa disebut dengan “malabsorpsi”.

Diare dapat juga disertai dengan konstipasi atau sembelit, terutama bagi orang yang menderita sindrom iritasi usus besar.

Jenis-jenis Diare

Diare akut:

Diare akut biasanya berlangsung selama beberapa hari dan biasanya disebabkan oleh infeksi beberapa macam bakteri, virus atau parasit.

Diare kronis:

Diare kronis berlangsung lebih lama dari pada diare akut, umumnya terjadi lebih dari tiga minggu. Diare kronis dapat menimbulkan gangguan serius, misalnya iritasi usus besar, kolitis ulserativa atau penyakit Crohn.

Gejala Diare pada anak dan orang dewasa:

Pada orang dewasa, diare seringkali dapat disembuhkan dengan obat-obatan warung atau obat tradisional. Namun pada anak atau balita, diare memerlukan penanganan yang lebih serius.

Diare pada Anak:

Diare pada anak jika tidak ditangani dengan serius bisa berakibat fatal. Hubungi dokter jika diare anak atau balita Anda tidak membaik setelah 24 jam atau jika:

  1. Terus buang air dalam tiga jam atau lebih
  2. Muntah-muntah
  3. Mengalami demam lebih dari  39 derajat Celcius
  4. Tinja berdarah atau berwarna hitam
  5. Kram perut
  6. Mulut kering
  7. Cekung pada perut , mata atau pipi

Diare pada orang dewasa:

Pada orang dewasa, diare biasanya sembuh tanpa perawatan khusus dari dokter. Temui dokter Anda jika :

  1. Diare berlanjut lebih dari dua hari tanpa tanda-tanda akan sembuh
  2. Mengalami dehidrasi, diikuti rasa haus yang berlebihan, mulut dan kulit kering, sedikit atau tidak buang air kecilTtubuh sangat lemah, pusing atau badan terasa melayang
  3. Urin berwarna gelap
  4. Kram perut
  5. Perut atau dubur sakit
  6. Tinja berdarah atau berwarna hitam
  7. Demam lebih dari 39 derajat Celcius

Kapan harus ke dokter?

Temui dokter segera jika Anda mengalami:

  • Darah dalam diare atau tinja berwarna hitam dan kering
  • Demam yang tinggi (di atas 38 deraja Celcius) atau yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari
  • Mual atau muntah
  • Nyeri hebat di perut atau bagian belakang
  • Diare setelah kembali dari luar negeri.

Temui dokter segera jika Anda mengalami diare dan tanda-tanda dehidrasi:

  • Urin berwarna gelap
  • Jumlah urin yang lebih kecil dari biasanya atau, pada anak, lebih sedikit urin pada popok dari biasanya
  • Detak jantung yang cepat
  • Sakit kepala
  • Kulit kering
  • Mudah tersinggung
  • Kebingungan

Cara Mencegah Diare

Meskipun diare dapat terjadi karena banyak penyebab, namun ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya:

  • Anda dapat menghindari diare akibat keracunan makanan dengan mencuci area memasak dan bahan-bahan makanan lebih sering.
  • Sajikan makanan segera setelah masak.
  • Dinginkan sisa makanan dengan segera.
  • Selalu mencairkan makanan beku di lemari es.

Mencegah diare saat bepergian

Anda dapat mencegah diare, dengan mengambil langkah-langkah berikut saat bepergian ke negara berkembang:

  • Anda mungkin ingin bertanya kepada dokter, apakah Anda dapat memulai meminum antibiotik sebelum Anda bepergian. Ini akan sangat mengurangi risiko terkena diare.
  • Minumlah air kemasan saat bepergian
  • Makan makanan yang dimasak.

Mencegah penularan infeksi virus atau bakteri

Jika Anda mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, Anda dapat mencegah penularan infeksi kepada orang lain dengan mencuci tangan lebih sering. Saat Anda mencuci tangan, gunakan sabun dan cuci selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer saat mencuci tangan tidak memungkinkan.

Pengobatan diare

Obat diare digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Kemoterapeutika, misalnya antibiotika, kinolon, sulfonamide dan furazolidon. Kemoterapeutika digunakan sebagai terapi kausal untuk mematikan bakteri penyebab diare,
  2. Obstipansia, digunakan sebagai terapi simtomatis untuk mengurangi atau menghentikan diare
  3. Spasmolitik, misalnya papaverin dan oksifenonium. Spasmolitik adalah zat-zat untuk dapat mengatasi kejang otot disekitar perut yang mengakibatkan nyeri

Baca juga: Daun Sirih sebagai Obat Alami Diare

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca “Diare : Definisi, Penyebab dan Gejala dan Pengobatannya”. Semoga penjelasan tentang definisi diare, penyebab diare, gejala diare dan pengobatan diare tersebut bermanfaat untuk Anda.

Bantu kami di tengah-tengah wabah COVID-19 untuk tetap bisa menyajikan informasi kesehatan yang bermanfaat dengan memberikan donasi seikhlasnya agar bisa tetap bertahan di tengah krisis ini. Donasi Anda dapat dikirimkan lewat .
Atau melalui Gopay:

Balsem cap Tawon

Balsem cap tawon merupakan salah satu produk khas Sulawesi Selatan

Balsem cap Tawon

Manfaat Balsem cap tawon antara lain:

Mengobati sakit kepala – mengobati sakit pinggang – mengobati rematik – mengobati pusing – mengobati sakit otot – mengobati hidung tersumbat – mengobati salah urat – mengobati gatal gatal karena gigitan serangga – mengobati perut kembung

Informasi dan pemesanan: