Endometriosis Dapat Menyebabkan Kemandulan

5/5 (1)

Infosehatkeluarga.com – Endometriosis yang dibiarkan bisa berakibat gangguan kesuburan yang berujung kemandulan. Lantas, apakah Anda sudah mengetahui apa itu Endometriosis dan apa saja saja tanda-tanda perempuan yang mengalami endometriosis?

Diplomat Yulistia Kartika Diah berbagi cerita tentang riwayat kesehatannya. Dia mulai menstruasi sewaktu duduk di kelas enam sekolah dasar (SD). Namun, setiap datang bulan, ia merasakan sakit yang luar biasa. “Saya menahan rasa sakit luar biasa,” ucap perempuan yang akrab disapa Diah itu belum lama ini.

Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ali Bazaid, menduga rasa nyeri pada saat menstruasi tersebut bisa dikarenakan darah yang seharusnya keluar dari v.a.g.i.n.a masuk ke perut.

“Hal itu dapat menyebabkan muntah-muntah. Mata bisa mengeluarkan darah dan buang air besar dapat keluar darah dari usus. Darah ini bisa masuk ke otak sehingga menyebabkan pingsan,” urai guru besar Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Dokter dari Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI, Andon Hestiantoro, menjelaskan rasa nyeri saat haid bisa disebabkan darah balik dan masuk ke rongga perut dan menempel. Kasus semacam itu dialami 90 persen perempuan karena tidak semua kekebalan tubuh bisa membersihkan.

Nyeri haid tersebut bisa jadi menjadi tanda-tanda awal endometriosis. “Itu menyebabkan timbulnya endometriosis sekitar 20 sampai 30 persen,” tandas Andon.

Endometriosis merupakan jaringan endometrium yang terdapat di leher rahim (uterus) dan ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini membentuk lesi endometrium yang sering ditemukan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

“Pada kasus-kasus yang sangat jarang, lesi endometriosis dapat ditemukan di paru-paru, bahkan di otak,” kata Ali.

Jaringan endometrium yang berada di luar rahim akan beraksi terhadap perubahan hormon selama siklus menstruasi yang menyebabkannya bertumbuh. Hal itu menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang akan menimbulkan nyeri.

Diah melanjutkan ceritanya. Memasuki usia sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), darah yang keluar saat mengalami menstruasi sangat banyak disertai mual, diare, dan hilang nafsu makan. Karena itu, dia sering kali berjalan menunduk dan tidur tidak bisa bergerak ke kiri dan ke kanan khawatir darah yang dikeluarkan semakin banyak.

“Menstruasi saya sampai banjir hebat selama dua minggu dengan menghabiskan lima pembalut sehari,” ujar dia.

Diah yang merasa khawatir mencoba memeriksakan permasalahan haidnya kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Saat itu, dokter menyarankan dia dikuret dan meminum obat anti nyeri.

“Setelah itu, saya tidak menstruasi selama dua minggu, tapi ini berlangsung tujuh hari saja, dan terakhir menstruasi hanya dialami satu sampai dua hari saja. Namun, rasa nyeri itu masih saya rasakan,” jelas Diah.

Sebenarnya nyeri saat haid pada perempuan, ucap Ali, dirasakan sejak hari pertama menstruasi. Ini berlanjut ke hari kedua. “Hari ketiga dan keempat rasa ini hilang,” tutur Ali.

Andon menambahkan sebanyak 5 sampai 20 persen pasien yang terindikasi endometriosis berkonsultasi ke dokter tanpa gejala dan keluhan tersebut.

“Keluhan nyeri hanya disebutkan oleh 70 persen pasien dengan indikasi penyakit ini dengan kasus infertilitas sebesar 40 sampai 60 persen, dan 5 persen pasangan usia subur tergolong prevalensi (kelompok) endometriosis,” tegas dia.

Mitos Nikah
endometriosis penyebab kemandulan
Diah kembali memeriksakan diri tentang kejadian haidnya sebelum menikah dengan bantuan alat ultrasonografi (USG). “Dokter mengatakan itu biasa terjadi bagi orang yang belum menikah. Namun, setelah menikah hal itu tidak hilang,” tandas dia.

Rasa nyeri semakin hebat dia alami saat menstruasi pada 2011. Bahkan, rasa itu dialami sesudah masa haid selesai. “Rasa nyeri di bawah perut kanan dan di belakang perut,” ujar dia.

Sebenarnya rasa nyeri sebagai indikasi endometriosis tidak hanya terjadi di panggul, tapi juga pada saat bersenggama. “Endometriosis sering terjadi pada perempuan usia di atas 20 tahun dan 35 tahun ke atas,” jelas Andon.

Walaupun demikian, kata Andon, tidak semua rasa nyeri di atas menjadi satu-satunya gejala endometriosis, tapi bisa juga gejala penyakit lain. Jadi, ini harus diperiksakan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan secara teliti.

Diah memeriksakan rasa nyeri yang dirasakan pada waktu haid. Dia kaget kista yang berisi cairan sepanjang 6 sentimeter ditemukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan pada 2011. “Padahal pada 2008, saya memeriksakan dengan pap smear (deteksi kanker serviks) tidak ada kista,” tutur dia.

Kista itu semula indung telur yang sehat sebelum haid. Namun, ini berubah menjadi kista setelah haid lantaran kemasukan darah kotor dari menstruasi.

Kejutan lain dirasakan Diah saat memeriksakan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan pada Februari 2013 untuk memastikan persoalan kista telah diselesaikan dengan operasi, yakni endometriosis tahap empat atau lanjut dialaminya.

Hal itu diketahui dari tindakan laparoskopi, yakni ada lengketan di usus besar akibat lesi endometriosis. “Sesuai saran dokter, saya melakukan operasi caesar untuk membersihkan lengketan tersebut,” ucap Diah.

Andon mengungkapkan stadium endometriosis berlangsung empat tahap. Pertama diawali dengan hanya bercak di dinding luar rahim. Ini berlanjut ke kista sepanjang 4 cm sebagai stadium dua.

Stadium tiga di kanan dan kiri dinding luar rahim terjadi pelengketan. Terakhir stadium empat lengket di mana-mana hingga usus.

Data sebuah klinik menyebutkan satu dari sepuluh perempuan usia subur mengalami endometriosis. Ini berbeda dengan di Indonesia bahwa 5 persen perempuan masa reproduksi mengalami hal serupa.

Faktor penunjang endometriosis apabila seorang perempuan bertubuh kurus, makan makanan siap saji, makanan laut, makan mengandung bahan penambah rasa, kurang gerak, dan polusi kendaraan bermotor serta logam berat. Selain itu mengonsumsi pil KB (keluarga berencana).

“Sebanyak 10 persen perempuan mengalami endometriosis akibat faktor genetik, debu asap kendaraan bermotor, dan susu yang mengandung oksida akibat sapi memakan rumput yang mengandung tersebut,” Andon.

Dampak endometriosis dibiarkan pada tubuh perempuan berakibat gangguan kesuburan yang berujung kemandulan. Ini dibuktikan pada 30 sampai 50 persen yang mengalami penyakit di atas.

Nah, setelah Anda membaca artikel mengenai Endometriosis Dapat Menyebabkan Kemandulan, Anda sekarang sudah tahu apa itu endometriosis serta gejala-gejalanya, sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan.

Sumber: koran-jakarta.com

data-ad-format="link">
Endometriosis Dapat Menyebabkan Kemandulan Post in | Last updated: January 5th, 2017 | 367 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

2 thoughts on “Endometriosis Dapat Menyebabkan Kemandulan

  1. Saya menderita endometriosis dari th 2005,sdh di ambil terus pindah di sblh kanan spaai sekarang membesar ukuran 6 cm.kalau saua mau palai tranferfaktor saya harus pakai yang mana saja trimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *