Penanganan gizi buruk
Penanganan gizi buruk (Ilustrasi/pixabay)

Gejala Gizi Buruk dan Cara Mengatasinya

Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki jumlah gizi yang kurang atau di bawah standar. Kasus kekurangan gizi yang sering dialami oleh anak-anak Indonesia ialah Kekurangan Energi Protein (KEP). Masalah gizi buruk tidak hanya muncul ketika anak dalam masa pertumbuhan, namun juga ketika si anak masih dalam kandungan. Bayi yang mengidap penyakit gizi buruk sejak dalam kandungan akan lahir dengan berat badan di bawah standar.

Dampak Gizi Buruk

Anak dengan gizi buruk memiliki angka IQ yang lebih rendah dari anak lain pada umumnya, yaitu sekitar 12-15 poin. Oleh karena itu, anak yang kekurangan gizi akan lebih lambat dalam proses belajar. Selain itu, nilai produktivitasnya juga lebih rendah dari anak-anak lain, yaitu sekitar 30%.  Dengan begitu, gizi buruk menyebabkan anak kurang mampu menyelesaikan standar sekolahnya yang berakibat menghasilkan kualitas SDM yang rendah.

Anak dengan gizi buruk juga rentan mengalami penyakit karena daya tahan tubuhnya yang lemah. Biasanya, kasus gizi buruk pada anak lambat ditangani oleh orang tuanya. Sehingga ketika ia terkena penyakit seperti bronkhitis akan bisa menyebabkan kematian anak.

Penanganan gizi buruk
Penanganan gizi buruk (Ilustrasi/pixabay)

Mengapa Gizi Buruk Wajib Dihindari?

Gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak sekaligus otaknya. Takutnya, kalau ada banyak keturunan dengan gizi buruk dalam satu generasi akan menyebabkan kepunahan generasi atau biasa disebut “generasi hilang”.

Faktor Penyebab Gizi Buruk

Faktor yang paling mendasari kasus gizi buruk ialah kemiskinan. Masyarakat dengan ekonomi rendah tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarganya sehingga nutrisi untuk anak-anaknya pun tidak bisa tercukupi.

Faktor lainnya ialah perilaku dan sikap dalam mengasuh anak. Ibu yang memiliki kesadaran yang tinggi akan selalu memperhatikan kesehatan anaknya agar jumlah nutrisi yang anak dapatkan tetap di atas standar. Masalahnya, sekarang banyak orangtua yang sibuk bekerja sehingga meninggalkan anak di tangan pengasuh anak. Untuk pengasuh anak yang kurang memperhatikan gizi anak akan berbahaya bagi kesehatan anak. Oleh karena itu, sebaiknya si orang tua tetap memperhatikan si anak.

Beberapa kasus juga terjadi karena ketidaktahuan orang tua akan pemberian nutrisi yang tepat. Selain itu, ada juga faktor keturunan penyakit dari orang tua, seperti TBC, paru-paru basah, jantung dan HIV. Beberapa jenis penyakit dapat mengakibatkan infeksi pada organ yang menyebabkan menurunnya fungsi organ ketika menyerap nutrisi makanan.

Gejala Gizi Buruk

Gejala gizi buruk ringan dan sedang dapat kita ketahui dengan melihat kondisi tubuh anak. Kalau tubuhnya kurus, maka kemungkinan anak tersebut mengidap gizi buruk. Sedangkan untuk gizi buruk tingkat berat dibagi menjadi tiga jenis penyakit, yaitu marasmus, kwashiorkor, dan marasmic-kwashiorkor.

Marasmus merupakan penyakit gizi buruk yang paling parah di antara ketiga penyakit tadi. Ciri-ciri marasmus ialah sebagai berikut:

  • Badan sangat kurus hingga kelihatan tulang yang melekat di kulit.
  • Wajah kelihatan tua
  • Selalu rewel
  • Kulit keriput
  • Terlihat seperti tidak memiliki lemak yang tersimpan di balik kulit
  • Perut cekung, tulang rusuk terlihat garis-garisnya
  • Seringkali disertai diare atau sembelit

Kwashiorkor merupakan penyakit yang muncul akibat kekurangan asupan protein. Kata ‘kwashiorkor’ berasal dari bahasa Afrika yang artinya kurang kasih sayang ibu. Ciri-ciri kwashiorkor ialah sebagai berikut:

  • Pembengkakan di seluruh tubuh, khususnya di wajah dan punggung kaki
  • Mata sayu
  • Rambut tipis dan mudah rontok
  • Sering rewel
  • Otot mengecil
  • Sering disertai diare

Marasmic-kwashiorkor merupakan penyakit yang memiliki ciri-ciri sama seperti kwashiorkor dan marasmus, kecuali pembengkakan di sekujur tubuh.

Cara Mencegah Gizi Buruk

  • Memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan. Setelah itu, berikan makanan pendamping ASI
  • Makan makanan bergizi setiap harinya. Yang penting mengandung makanan 4 sehat 5 sempurna
  • Rajin mengikuti program Posyandu
  • Jika telah menemukan beberapa gejala gizi buruk pada anak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter
  • Menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan
  • Jika perlu, berikan vitamin suplemen tambahan

Demikialah gejala dan penanganan gizi buruk, semoga bermanfaat.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- cara mengatasi gizi buruk, - cara mengobati gizi buruk, - https://www infosehatkeluarga com/gejala-gizi-buruk-dan-cara-mengatasinya/, - penangan gizi buruk, - cara mengatasi marasmus, - solusi mengatasi gizi buruk, - bagaimana cara mengatasi penderita maramus dimana penderita tidak memiliki perekonomian yang tinggi?, - ciri ciri penderita marasmus sebagai berikut kecuali, - mengatasi anak gizi buruk, - cara menangani penyakit gizi buruk pada anak

data-ad-format="link">
Gejala Gizi Buruk dan Cara Mengatasinya Post in | Last updated: January 3rd, 2017 | 6,268 views
Perempuan kelahiran 17 Januari 2000 asal Kediri. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kediri. Tertarik pada kegiatan menulis dan sains biologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *