Bahaya Pneumonia pada balita
Bahaya Pneumonia pada balita (Gambar: Wikipedia)

Hati-hati Pneumonia Bisa Membahayakan Kesehatan Balita

Berdasarkan data dari World Health Organization menunjukkan bahwa pada awal hingga pertengah tahun 2013, penyebab kematian anak sebanyak 1,2 juta anak setiap tahunnya yakni disebabkan oleh pneumonia. Dari data tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa terdapat 230 anak yang meninggal karena disebabkan oleh pneumonia. Sementara di Indonesia, 2,2 persen dari penderita pneumonia ialah bayi. Sementara sekitar 3 persennya dialami oleh balita. Di Indonesia, angka kematian bayi yang mengalami pneumonia ada sekitar 23,8 persen. Sementara 15,5nya persen dialami oleh balita. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pneumonia menjadi penyakit yang paling berbahaya, bahkan melebihi angka kematian yang disebabkan karena AIDS, tuberkulosis, serta malaria.

Bahaya Pneumonia pada balita
Bahaya Pneumonia pada balita (Gambar: Wikipedia)

Pneumonia ialah kondisi medis yang ditandai oleh adanya infeksi di salah satu paru – paru anak. Infeksi tersebut bisa disebabkan baik karena bakteri maupun virus. Sehingga dapat mengakibatkan batuk, demam, nafas yang pendek, nyeri dada, serta menggigil. Penyakit ini paling banyak disebabkan karena adanya infeksi virus, salah satu diantaranya ialah influenza virus, adenoviruses, atau rhinovirus. Pada bayi, pneumonia diawali dengan munculnya gangguan pernapasan di bagian atas. Saat memasuki hari ke dua dan ketiga, pneumonia dapat menyebabkan demam dan juga sakit tenggorokan. Pneumonia bukanlah penyakit yang baru, namun telah memperoleh perhatian khusus di dunia medis. Pada tahun 1936, pneumonia digolongkan sebagai penyakit yang paling berbahaya dan mematikan nomor satu di Amerika Serikat.

Setiap anak yang menderita pneumonia akan memiliki gejala yang beragam sesuai dengan usianya. Beberapa diantaranya ada yang kesulitan saat bernafas, tulang rusuk mengalami kontraksi, sakit di bagian leher, muntah, serta penurunan aktivitas anak. Karenanya, anak menjadi tidak bersemangat saat bermain serta kehilangan nafsu makan. Patogen yang mengakibatkan timbulnya penyakit ini mampu mencapai paru – paru dengan jalan yang berbeda, bisa melalui hidung ataupun tenggorokan. Bayi memang sangat rentan untuk terkena penyakit pneumonia, karena adanya kontak dengan mikroorganisme pada saluran kelahirannya.

Jika anak Anda mempunyai gejala yang menyerupai pneumonia, maka sebaiknya segeralah untuk memeriksakannya ke dokter agar dapat memperoleh tindak lanjut pemeriksaan secara lebih detail. Cek laboratorium serta rontgen rongga dada dapat dilakukan sehingga lokasi yang terkena infeksi pneumonia dapat dideteksi. Pneumonia pada anak akan beragam, sesuai dengan mikroorganisme yang menginfeksinya. Saat berada di masa penyembuhan, pneunomia akan sembuh dalam waktu 18 jam hingga 14 hari.

Pneumonia tidak menular hanya melalui kontak fisik saja, tetapi juga dapat menyebar karena adanya mikroorganisme melalui udara. Sehingga Anda sebaiknya melakukan pencegahan dengan pemberian vaksin serta menghindari anak – anak kita dari orang yang sudah terkena infeksi saluran pernapasan. Pneumonia bisa menyebar dengan beragam cara seperti halnya percikan udara, bersin, ataupun berbicara. Sehingga pemberian makanan sehat bisa menjadi upaya untuk menghindari pneumonia pada anak – anak. Makanan yang sehat juga dapat membantu untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan bakteri jahat. Anda juga dapat menghindarinya sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Anda dapat mencegahnya dengan menjaga asupan makanan. Saat bayi telah lahir, Anda dapat memberikan asupan zat besi serta sistem kekebalan tubuh alami melalui pemberian ASI sehingga resiko pneumonia dapat dikurangi.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- bahaya cek bmp pada balita

data-ad-format="link">
Hati-hati Pneumonia Bisa Membahayakan Kesehatan Balita Post in | Last updated: January 6th, 2017 | 34 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *