Hati-hati, Pria Juga Bisa Kena Osteoporosis

By | March 6, 2016
Osteoporosis

Kita biasa mendengar bahwa osteoporosis sering diderita kaum hawa. Ternyata osteoporosis juga bisa dialami oleh pria. Tetapi risikonya memang lebih kecil ketimbang perempuan. Itulah sebabnya osteoporosis pada pria kurang menjadi perhatian seperti halnya pada wanita. Pada pria bisa mendeteksi adanya osteoporosis secara dini. Deteksi dini ini dilakukan dengan cara mengevaluasi pria yang diduga menderita osteoporosis. Sebagai contoh fraktur pada benturan ringan atau keadaan medis yang menjurus pada risiko osteoporosis. Dengan cara pemeriksaan kepadatan massa tulang merupakan penyaring yang sangat penting untuk mendeteksi osteoporosis secara dini. Selain itu juga ada pemeriksaan kadar tes*tos*te*ro*ne darah serta pengeluaran kalsium pada urin. Bila penyebabnya sudah jelas, maka terapi kasual sangat penting untuk diberikan.

Osteoporosis

Osteoporosis (Gambar: Wikipedia)

Dengan bertambahnya usia pada pria, tulang kortikal (tulang dengan jaringan yang tebal) juga makin menipis, tapi penipisan ini tidak secepat pada wanita karena pria tidak mengalami menopause. Penipisan tulang ini menyebabkan terjadinya pengurangan massa tulang tetapi juga tidak sebesar pada wanita. Namun, pada usia dewasa muda, frekuensi kejadian fraktur ternyata lebih tinggi pada lelaki dibandingkan pada wanita.

[Baca juga: Osteoporosis, Gejala, dan cara Pencegahannya]

Ada beberapa faktor yang diketahui menjadi penyebab osteoporosis pada pria diantaranya :

  • Genetik, pria yang orang tuanya menderita osteoporosis, ternyata memiliki kepadatan massa tulang yang lebih rendah dibandingkan pria pada umumnya. Selain itu, pria yang ibunya menderita fraktur panggul ternyata berisiko lebih tinggi menderita fraktur tulang belakang.
  • Kelainan, hipogonadisme atau kelainan pada kelenjar-kelenjar penghasil hormone reproduksi juga bisa jadi penyebab osteoporosis dan gagalnya pencapaian puncak massa tulang pada pria. Dalam hal ini terapi pengganti tes*tos*te*ro*ne memiliki efek yang baik untuk meningkatkan massa tulang pada pria yang mengalami hipogonadisme.
  • Involusi, dengan bertambahnya umur, terjadi penurunan massa dan kepadatan massa tulang pada pria, kira-kira 3-4 persen per dekade setelah usia 40 tahun. Setelah umur 50 tahun, kehilangan massa tulang lebih besar lagi.
  • Penyakit dan Obat, kebiasaan me*ro*kok, minum minuman yang mengandung al*ko*hol bisa menyebabkan osteoporosis sekunder pada pria. Berbagai penyakit, obat-obatan dan gaya hidup, berkurangnya fungsi ginjal, kelainan lambung dan hati, serta beberapa fraktur bisa menjadi penyebab osteoporosis.

Untuk mencegah terjadinya osteoporosis pada pria dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan kalsium yang baik yaitu 1000 mg/hari untuk pria yang muda dan anak-anak pra remaja dan 1500 mg/hari pada remaja dan pria di atas 60 tahun. Cara yang lain dengan mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur pada pagi hari kemudian melakukan gerak badan atau latihan fisik teratur seperti senam atau jalan kaki. Selain itu dengan mengupayakan diagnosis dini hari dan terapi yang tepat untuk kekurangan tes*tos*te*ro*ne dan menjauhi ro*kok dan al*ko*hol. Dengan mengenali berbagai penyakit dan obat-obatan yang menjadi risiko osteoporosis dan memperkecil aktivitas yang meningkatkan risiko jatuh juga bisa untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Hindarilah pula faktor faktor lain yang mencetuskan rIsiko tersebut seperti lantai yang licin, obat-obatan penenang serta anti hipertensi. Bila anda mengalami keluhan nyeri tulang atau otot pada usia 30 sampai 60 tahun, seyogyanya periksakan diri ke dokter untuk kepastian bebas osteoporosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *