Kenaikan Berat Badan Saat Hamil

Beberapa waktu yang lalu kita pernah mengangkat artikel mengenai Ibu Obesitas, Anak Berisiko Meninggal Dini, kali ini kita akan mengangkat topik mengenai Kenaikan Berat Badan saat hamil.

Tubuh makin gemuk saat hamil memang wajar. Tapi jika berlebihan akan membahayakan kesehatan janin dan menyebabkan kematian.

Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada kondisi ideal dan tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang. Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif sedikit, tidak naik atau bahkan berkurang karena muntah-muntah. Peningkatan berat badan yang cukup pesat terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantauan ekstra terhadap berat badan.

Bertambahnya berat badan pada ibu hamil adalah satu hal yang wajar karena ibu harus berbagi nutrisi dengan calon bayi.

Namun baru-baru ini sebuah penelitian menyebutkan bahwa bertambahnya berat badan yang terlalu tinggi pada ibu hamil berisiko membahayakan bayi yang ada dalam kandungan. Mengapa demikian?

Hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam The Journal of American Medical Association menyebutkan bahwa wanita yang mengalami kelebihan berat badan sebelum atau pada awal kehamilan berisiko tinggi bayinya meninggal sebelum atau setelah lahir. Para peneliti juga menuliskan bahwa risiko terbesar terjadi pada wanita yang berat badannya paling gemuk.

Dagfinn Aune selaku penulis penelitian dari Imperial College London mengatakan, kelebihan berat badan dan obesitas pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kematian bayi. “Penyesuaian gaya hidup dan perubahan berat badan di suai subur sebaiknya menjadi perhatian penting,” tambah Aune.

Kenaikan Berat Badan Saat Hamil
Kenaikan Berat Badan Saat Hamil (Ilustrasi)

Studi ini melibatkan lebih dari 40.000 kasus kematian bayi yang terjadi sesaat atau setelah dilahirkan. Berdasarkan data yang dihimpun US National Institutes of Health, orang dengan berat badan normal akan memiliki indeks massa tubuh (IMT) di antara 18,5 dan 24,9. Sementara IMT di antara 25 dan 29,9 dianggap kelebihan berat badan dan skor IMT 30 atau lebih dianggap obesitas.

IMT merupakan rumus standar untuk menentukan rasio antara tinggi dan berat badan. Hitung IMT dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kuadrat dari tinggi badan tersebut.

Dari data di atas ditemukan sekitar 75 bayi lahir meninggal per 10.000 kehamilan pada ibu dengan berat badan normal. Jumlah tersebut meningkat menjadi 82 bayi pada ibu dengan IMT 25 dan 102 bayi pada ibu dengan BMI 30.
“Inilah sebabnya ibu hamil harus berusaha mengendalikan berat badannya agar terhindar dari risiko komplikasi saat persalinan,” pesan Aune seperti dikuti Reuters. (Sumber: Duniafitnes.com)

Demikianlah artikel mengenai Kenaikan Berat Badan Saat Hamil, semoga bermanfaat. Buat ibu-ibu hamil, jangan lupa kontrol berat badan ya.

data-ad-format="link">
Kenaikan Berat Badan Saat Hamil Post in | Last updated: April 23rd, 2014 | 13 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *