Menghadapi si sulung yang sakit
Menghadapi si sulung yang sakit (Ilustrasi/flickr)

Ketika si Sulung yang Masih Balita, Sakit

Dalam hidup, kesehatan selalu berdampingan dengan sakit. Keduanya tak bisa dipisah. Bila hari ini sehat, maka mungkin nanti, esok, atau lusa, sakit lah yang akan menghampiri. Begitu pula dengan anak-anak.

Menghadapi si sulung yang sakit
Menghadapi si sulung yang sakit (Ilustrasi/flickr)

Ketika anak sakit, maka umumnya orangtua cemas. Terlebih bila anak itu masih balita. Berbagai pengobatan akan diupayakan untuk kesembuhan si anak. Apalagi bila sakitnya cukup lama.

Terlepas dari semua pengobatan yang diupayakan oleh ayah dan bunda, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Kasih sayang. Mereka membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang lebih saat sakit.

Umumnya, bila si sulung yang sakit, maka tuntutan perhatiannya akan lebih besar. Ia lebih sering marah. Tak jarang ia marah tanpa alasan yang jelas atau alasan yang mengada-ada. Ia juga tampak seperti mengabaikan nasihat ataupun ucapan orangtuanya. Ia tampak seperti tidak mau mengerti kondisi dan situasi yang tengah dihadapi oleh orangtuanya.

Orangtua sering menanggapinya dengan kemarahan. Karena sikapnya dianggap terlalu berlebihan. Tak jarang, orangtua meneriaki anak mereka yang sedang sakit. Ditambah pula bila adiknya sedang berulah. Orangtua kadang lebih mengutamakan si adik, karena masih kecil.

Perlu diingat, bahwa si sulung pun masih balita. Ia masih butuh perhatian yang ekstra. Malah lebih ekstra. Karena ia harus belajar berbagi kasih sayang orangtua dengan adiknya. Kasih sayang dan perhatian orangtua tidak lagi bisa ia monopoli. Jangan sampai orangtua malah mengabaikan perasaan si sulung yang masih balita.

Orangtua sering merasa si sulung sudah besar. Ia sudah menjadi seorang kakak. Maka ia harus selalu mengalah untuk adik.

Sesekali, perhatikanlah ia. Pandangi ia dari ujung kaki sampai ujung rambut. Lepaskan sebentar situasi bahwa ia punya seorang adik. Apa yang bisa didapati? Ternyata, ia masih anak-anak.

Ketika sakit, perasaan ingin disayangi dan diperhatikan itu akan muncul. Maka, ayah dan bunda jangan pernah abaikan si sulung. Pinggirkan sebentar pekerjaan kita. Manjakan ia. Kondisikan si adik. Bagi tugas antara ayah dan bunda. Jangan sampai kerewelan adik mengurangi perhatian kita pada si sulung.

data-ad-format="link">
Ketika si Sulung yang Masih Balita, Sakit Post in | Last updated: January 12th, 2016 | 63 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *