Sakit perut saat PMS
Sakit perut saat PMS (Ilustrasi/wikipedia)

Kram Perut Saat PMS? Wajarkah?!

Hai ladies, bagi kalian pasti tidak asing dengan istilah Pre-Menstruasi Syndrome yang lebih dikenal dengan singkatan PMS. Pada masa ini para ladies akan mengalami perubahan hormon yang dapat memicu perubahan dalam tubuh, mulai dari munculnya jerawat tiba-tiba. Pegal- pegal di seluruh tubuh, hingga rasa sakit melilit perut yang kita kenal dengan kram perut.

Sakit perut saat PMS
Sakit perut saat PMS (Ilustrasi/wikipedia)

Pernahkan kalian bertanya-tanya apakah wajar kram perut yang menyiksa itu terjadi? Apakah hal tersebut bukan salah satu indikasi kita mengidap suatu penyakit?

Mengalami kram perut saat pre-menstruasi merupakan hal yang wajar, 89 % wanita di Indonesia pernah mengalaminya. Nyeri pada perut tersebut terjadi karena kontraksi pada rahim yang mengeluarkan hormon yang dilepaskan tubuh. Hormon prostaglandin tersebut mendorong kontraksi pada rahim sehingga meluruhkan lapisan rahim. Namun apabila rasa sakit tersebut hingga menimbulkan keringat dingin, hal tersebut dapat saja menjadi indikasi adanya gangguan reproduksi

Dalam keadaan normal, kram pada waktu PMS akan berlansung dari dua hingga lima jam. Dan itu biasanya akan berlalu atau sembuh dengan sendirinya. Kram perut yang terjadi inipun berbeda-beda bagi setiap orang, beberapa mengalami diare, muntah bahkan beberapa hingga pingsan karena tak kuasa untuk menahan sakitnya kram tersebut. Tidak jarang kaum hawa mengajukan izin sekolah atau kerja dadakan karena mengalami hal ini.

Dalam dunia medis, kram saat pre-menstruasi juga dapat berindikasi adanya kista ovarium. Hal ini jika kram terjadi lebih lama dari biasanya dan rasa sakit yang lebih intens. Selain itu dengan disertai keluarnya darah lebih banyak. Jika ladies mengalami hal demikian sebaiknya segera memeriksakan diri pada dokter. Karena siapa tahu ada yang salah dengan kondisi rahim anda.

Selain kista ovarium, kista endometriosis juga dapat menjadi biang keladi rasa yeri yang sangat pada perut anda. Hal ini dikarenakan adanya hormon esterogen yang disertai adanya gangguan pembuluh darah yang menimbulkan benjolan di luar rahim. Banyak yang berpendapat kista endometriosis ini tidak diketahui apa penyebabnya, namun sebagian lagi berpendapat bahwa darah menstruasi tertampung pada rongga perut sehingga berakibat menimbulkan rasa nyeri yang sangat. Ciri- cirri dari kista ini ialah nyeri haid yang berlebih, darah haid yang keluar berlebihan, dan batuk berdarah.

Yang terakhir ialah adanya penyakit Pelvic Inflammotory Disease atau PID atau bisa disebut penyakit radang panggul. PID disebabkan adanya infeksi klamida. Infeksi ini akan menimbulkan dua gejala yaitu gejala ringan dan gejala parah. PID ditularkan melalui “hubungan” yang tidak sehat atau melakukan hubungan ketika masih berusia remaja, namun bisa juga disebabkan oleh kista. Gejala yang timbul yaitu, rasa sakit atau nyeri setelah siklus menstruasi. Rasa sakit ini disertai dengan mual dan muntah. Gejala lainnya yaitu demam, pendarahan menstruasi yang tidak teratur, kram saat menstruasi, nyeri saat berhubungan dan pendarahan ketika berhubungan. Kelelahan dan nyeri punggung bagian bawah juga biasanya menyertai gejala- gejala tersebut.

So ladies, kamu tak perlu khawatir lagi jika mengalami rasa sakit ketika menstruasi. Kamu sudah dapat membedakan rasa sakit saat kram sebagai PMS dan rasa sakit yang disebabkan penyakit.

Rasa sakit yang timbul dari PMS dapat diatasi dengan obat pereda rasa sakit yang diberikan dokter atau yang dijual di pasaran. Selain itu, obat herbal juga dapat dijadikan pilihan seperti teh chamomile, jahe, atau mengompres perut yang kram dengan air hangat.

data-ad-format="link">
Kram Perut Saat PMS? Wajarkah?! Post in | Last updated: February 6th, 2016 | 104 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *