Mengapa Meski Sudah Divaksin Wanita Tetap Harus Rutin Papsmear?

Mengapa Meski Sudah Divaksin Wanita Tetap Harus Rutin Papsmear? – Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan v.a.g.i.n.a, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim.  (Wikipedia)

Bagi seorang wanita, kanker serviks mungkin menjadi salah satu penyakit yang menakutkan. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka melindungi diri dari risiko kanker serviks dengan melakukan vaksinasi. Namun perlu diingat, meski sudah divaksin, wanita tersebut tetap harus papsmear. Mengapa?

“Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah ketika sudah vaksinasi kemudian wanita biasanya merasa ‘Oh, saya tidak perlu lagi papsmear atau deteksi virus HPV karena kan sudah vaksin’. Itu salah. Kenapa? Karena vaksin itu hanya bisa memproteksi virus Human Papilloma Virus (HPV) subtipe 16 dan 18,” ujar dr Sandy Qlintang, dari Biopharma Division Innogene Kalbiotech.

Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi media yang diselengggarakan di Stemcell & Cancer Institute, Jl Jend Achmad Yani, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Menurut dr Sandy, kurang lebih virus HPV itu memiliki 100 jenis subtipe. Nah, penyebab kanker serviks itu lebih kurangnya ada 30 jenis, di antaranya virus HPV subtipe 16, 18, 52, 53, 45, dan masih beberapa lagi.

“Sejauh ini di Indonesia sudah ada 2 jenis vaksin untuk virus HPV. Pertama vaksin subtipe 16 dan 18, sedangkan jenis kedua adalah vaksin subtipe 16, 18, 6, dan 11. Subtipe 6 dan 11 itu sebenarnya bukan penyebab kanker serviks, tapi kutil kelamin,” tutur dr Sandy.

kanker serviks

dr Sandy menyatakan bahwa yang menarik yaitu adanya penelitian yang menyatakan bahwa di Asia, virus HPV yang paling banyak masuk adalah tipe 52. Sementara jenis vaksin yang ada belum melindungi dari virus subtipe 52.

“Kalau dia divaksin dengan subtipe 16 dan 18, tapi virus yang masuk subtipe 52, kan tidak ada proteksi. Berarti ada kemungkinan kena kanker juga kan? Nah, inilah pentingnya tetap melakukan deteksi dini meski sudah divaksin. Kita akui memang masih perlu dilakukan penelitian lagi untuk bisa menemukan vaksin yang sesuai dengan yang kondisi terbanyak di Asia,” tegas dr Sandy.

Demikianlah artikel mengenai Mengapa Meski Sudah Divaksin Wanita Tetap Harus Rutin Papsmear? semoga bermanfaat.

Sumber: DetikHealth.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- apa itu pupsmeer, - wanita perlu divaksin, - Apa sih kegunaannya pap smear, - arti dari pupsmeer

data-ad-format="link">
Mengapa Meski Sudah Divaksin Wanita Tetap Harus Rutin Papsmear? Post in | Last updated: January 3rd, 2015 | 240 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *