Mengenal Jenis-jenis Penyakit Saluran Pernapasan

By | November 3, 2015
Penyakit saluran pernafasan

Berbicara tentang kesehatan saluran pernapasan, banyak dari kita yang sering kali kurang memperhatikannya. Bahkan di area yang tercemar oleh polusi udara sekalipun, kita sering kali mengabaikannya dengan tidak menggunakan pelindung seperti masker. Padahal kualitas udara yang kita hirup haruslah bersih dari polusi udara yang mungkin saja mengandung virus, racun, maupun bakteri merugikan.
Seperti contoh kejadian kabut asap yang terjadi di wilayah Pekanbaru dan juga wilayah Kalimantan Timur. Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan tersebut telah mengakibatkan banyak orang mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit pernapasan. Bahkan sampai mengakibatkan korban meninggal.

Nah, apakah Anda sudah mengetahui tentang jenis-jenis penyakit pada saluran pernapasan?
Ya, jenis dari gangguan pada saluran pernapasan ternyata tak sedikit jumlahnya. Dan berikut ini macam gangguan sistem pernapasan beserta penjelasannya untuk Anda :

Jenis-jenis Penyakit Saluran Pernapasan

Penyakit saluran pernafasan

Penyakit saluran pernafasan (Ilustrasi/pixabay)

1. Influenza (Flu)

Yang pertama adalah yang paling sering kita jumpai di sekitar kita, yakni penyakit flu. Penyakit influenza ini disebabkan oleh virus yang bernama influenza juga.

Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan terkadang tenggorokan terasa gatal.

Flu merupakan suatu penyakit infeksi akut pada saluran pernapasan yang ditandai gejala seperti demam, sakit pada otot, sakit kepala yang disertai pilek, sakit tenggorokan dan batuk yang tidak berdahak. Penyakit ini biasanya berlangsung antara 2-7 hari, dan biasanya sembuh sendiri. Obat untuk menghilangkan virus influenza ini belum ditemukan hingga kini. Obat yang beredar saat ini hanya sekedar berfungsi sebagai pereda sakit.

2. Asma

Asma merupakan salah satu penyakit radang paru-paru. Penderita akan mengalami sulit bernapas atau sesak napas. Asma sendiri merupakan salah satu gangguan kesehatan pada paru-paru, dimana otot-otot dinding saluran udara berkontraksi seperti kejang. Hal itu mengakibatkan saluran udara menjadi lebih sempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Bahkan penyempitan tersebut akan lebih buruk dikarenakan adanya lendir yang berlebihan dalam saluran pernapasan. Gangguan pernapasan asma sering terjadi pada masa kanak-kanak dan biasanya berkaitan dengan penyakit yang didasari oleh alergi. Keduanya merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan juga dari faktor turunan.

3. Faringitis

Yang satu ini adalah radang pada faring yang disebabkan karena infeksi, hal ini mengakibatkan munculnya rasa sakit pada waktu menelan makanan, dalam hal ini kerongkongan akan terasa kering. Penyebab dari gangguan saluran pernapasan ini adalah adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pharyngitis atau virus. Selain itu, penyebab timbulnya peradangan ini juga dikarenakan terlalu banyak merokok, ciri-cirinya sama yakni ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

4. Emfisema

Penyakit pernapasan satu ini terjadi di paru-paru, dimana paru-paru akan membengkak karena masuknya udara yang berlebih pada pembuluh darah yang ada di paru-paru. Emfisema ini mengakibatkan hilangnya elastisitas alveolus, sehingga si penderita akan mengalami pernapasan yang lebih pendek dari kinerja paru-paru normal. Penyebabnya apa lagi kalau bukan sulitnya si penderita menghembuskan udara keluar paru-paru yang disebabkan oleh tekanan udara berlebih dari kantung udara di dalam paru-paru (alveoli). Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab dari penyakit kehilangan elastisitas paru-paru ini.

5. Bronkitis

Penyakit ini adalah sebuah peradangan yang muncul pada cabang tenggorokan (bronchus) pada saluran udara yang menuju ke paru-paru. Penyakit ini sebenarnya bersifat ringan dan dapat dihilangkan secara sempurna. Tapi pada beberapa kasus, bronkitis bisa bersifat lebih serius. Bahkan penyakit ini juga bisa memicu beberapa penyakit berat lainnya jika tak ditangani secepatnya, semisal penyakit jantung atau paru-paru.

6. Asbestosis

Sesuai namanya, penyakit ini merupakan penyakit saluran pernapasan akibat masuknya serat-serat asbes melalui udara ke dalam saluran pernapasan, sehingga menyebabkan adanya jaringan parut yang menyebar. Asbestos sendiri tersusun dari serat silikat mineral yang di dalamnya memiliki komposisi kimiawi yang berbeda. Maka dari itu, jika serat-serat asbes tadi sampai terhisap, maka akan mengendap di dalam organ paru-paru dan menyebabkan penebalan pada pleura yang merupakan selaput yang melapisi paru-paru. Kanker paru-paru sangat rentan terjadi pada penderita asbestosis yang juga perokok aktif, terlebih bagi mereka yang merokok lebih dari satu bungkus dalam sehari.

7. Sinusitis

Sesuai namanya, penyakit saluran pernapasan ini terjadi pada bagian atas rongga hidung atau yang bernama latin sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

8. Tuberculosis (TBC)

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberkulosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

9. Pneumonia

Pneumonia atau juga disebut dengan Radang paru-paru merupakan suatu penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus yang bertangggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab termasuk oleh infeksi bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasit). Radang paru-paru dapat disebabkan oleh bakteri streptococcus dan mycoplasma pneumoniae. Radang paru-paru juga dapat disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya.Seperti kanker paru-paru atau berlebihan minum alk*hol.

10 . Dipteri

Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia. Penyakit ini bisa dibilang berbahaya karena dapat menular dengan berbagai cara yang cukup mudah.

11. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun. Sedangkan bakteri yang dapat menyebabkan ISPA berasal dari jenis Stafilokokus, Streptokokus, dan Pneumokokus. ISPA dibagi dalam tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala ISPA ringan berupa batuk, suara serak, hidung berlendir (mengeluarkan ingus), dan demam (atau suhu badan terasa meningkat tidak seperti biasanya).

12. Kanker Paru-Paru

Dari namanya sudah terlihat jelas seberapa bahaya penyakit ini. Banyaknya sel kanker pada paru-paru yang terus tumbuh, dapat berdampak buruk tak hanya bagi sistem pernapasan, tetapi juga dapat menjalar ke seluruh bagian tubuh lainnya. Salah satu kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.

13. SARS

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus bernama Coronavirus. Virus ini berasal dari ordo Coronaviridae. Virus ini menyebabkan gejala yang berbeda pada tiap penderita. Gejala yang ditimbulkan antara lain mual, pusing, muntah-muntah, panas tinggi dan juga batuk. Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi dari virus antara lain rinitis, yaitu peradangan yang terjadi pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir ini yang kemudian mengakibatkan peradangan.

14. Rhinitis

Rinitis adalah gangguan kesehatan saluran pernapasan yang berhubungan dengan hidung atau biasa disebut radang pada rongga hidung. Rhinitis dibedakan menjadi dua jenis rhinitis, yakni Rhinitis Alergi dan Rhinitis Vasomotor.

  • Rhinitis alergi ini disebabkan oleh alergi terhadap debu ataupun kotoran di sekitarnya yang masuk ke rongga hidung dan dapat mengganggu kesehatan saluran rongga hidung.
  • Rhinitis Vasomotor disebabkan oleh tingkat sensitifitas yang tinggi pada hidung terhadap perubahan cuaca. Contoh paling mudah adalah bersin-bersin tiap pagi hari dan dalam hidung muncul cairan encer layaknya orang sedang pilek.

15. Laringitis

Laringitis adalah radang pada bagian laring, dan di dalam laring inilah pita suara berada. Penderita dapat mengalami serak atau kehilangan suara. Untuk penyebab dari Laringitis ini antara lain dikarenakan adanya infeksi, terlalu banyak merokok, minum alk*hol, dan terlalu banyak serak.

Gejala Laringitis yakni seperti nyeri pada tenggorokan, batuk-batuk, demam, sulit bicara, sesak napas pada anak kecil, suara yang dikeluarkan serak, atau bahkan kehilangan suara sama sekali.

Penyebab Laringitis diantaranya

  • Infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.
  • Terkena suatu zat kimia atau paparan debu yang mengakibatkan alergi.
  • Naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan melalui kerongkongan.
  • Laring mengering dan teriritasi akibat merokok dan konsumsi minuman beralk*hol

16. Legionnaries

Legionnaries ini merupakan gangguan saluran pernapasan yang terjadi karena suatu infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophilia dan spesies lainnya dari Legionella yang dapat menyebabkan serangkaian penyakit mulai dari batuk ringan hingga radang paru-paru. Bakteri penyebab Legionnaries banyak di temukan di pengaliran air dan bisa bertahan di dalam sistem penyejuk udara yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran. Oleh karena itu, bakteri ini dapat menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau rumah sakit.

Gejala penyakit Legionnaries :

  • Sesak napas
  • Nyeri di dada
  • Nafsu makan berkurang
  • Batuk berlendir, bahkan berdarah
  • Rasa lelah
  • Mudah bingung
  • Timbul rasa mual, lalu muntah dan diare.

17. Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan pada tubuh. Beberapa penyebab gangguan Asfiksi ini antara lain :

  • Akibat dari alveolus yang terisi air.
  • Pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa)
  • Keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan )

18. Hipoksia

Hipoksia merupakan kondisi di mana rendahnya suplai oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh jaringan hingga di bawah level normal. Terdapat 4 macam klasifikasi hipoksia :

  • Hipoksia hipoksik,
    merupakan jenis hipoksia yang sering terjadi, penyebab utamanya adalah dikarenakan oleh adanya gangguan pada proses pertukaran oksigen di paru-paru.
  • Hipoksia anemik,
    Jenis hipoksia ini terjadi dikarenakan tubuh tidak mampu membawa oksigen yang ada ke jaringan target dalam.
  • Hipoksia stagnant,
    Jenis ini terjadi akibat dari kurang atau bahkan tidak adanya aliran darah yang mencukupi ke jaringan target. Organ tubuh yang paling merasakan pengaruhnya adalah ginjal dan jantung, ini dikarenakan kedua organ tersebut membutuhkan oksigen yang tinggi.
  • Hipoksia histotoksik,
    Jika ini penyebabnya berasal dari tidak adanya kemampuan tubuh untuk memanfaatkan jaringan yang sebenarnya sudah dialirkan. Dalam kasus ini sebenarnya bisa dikatakan bukan merupakan gangguan hipoksia, mengingat tingkat proses pengaliran dan penerimaan oksigen jaringan dapat pada level normal atau bahkan lebih baik.

Itulah ulasan atau rangkuman dari beberapa penyakit atau gangguan kesehatan pada saluran pernapasan yang perlu Anda ketahui, mengingat pentingnya hal ini yang dikarenakan beberapa diantaranya adalah jenis gangguan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Ulasan ini hanyalah sebagai info dari rangkuman secara garis besarnya, untuk itu tanyakan langsung ke praktisi kesehatan atau dokter untuk lebih jelasnya dari masing-masing jenis penyakit atau gangguan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *