Mengidam (Nyidam)

By | October 6, 2020
Mengidam

Mengidam identik dengan ibu hamil. Bahkan mengalami mengidam merupakan sesuatu yang hampir dialami oleh semua wanita yang hamil. Selain itu, mengidam juga oleh banyak orang digunakan untuk mengidentifikasi seorang wanita yang sedang hamil. Maka biasanya, khususnya di desa-desa atau di perkampungan, seorang wanita yang tiba-tiba membeli rujak akan dikira banyak orang bahwa dia sedang mengidam, yang berarti dia sedang hamil.

Mengidam (Ilustrasi/pixabay)

Seorang wanita yang sedang hamil memang terkadang harus dibuat bingung ketika menghadapi hasrat atau keinginan terhadap sesuatu, biasanya makan makanan tertentu, dengan perasaan yang sangat ingin. Jika sudah seperti ini, biasanya suami atau keluarga lainnya akan dibuat kelabakan untuk mencarikan makanan yang sedang diidamkan oleh sang ibu hamil. Akan lebih repot lagi ketika mengidam makanan yang tidak biasa atau sedang tidak musimnya. Misalnya mengidam rambutan padahal belum musim rambutan, atau sedang mengidam makanan khas Jawa padahal sedang berada di luar Jawa.

Mengidam merupakan kondisi ketidakstabilan emosi yang menunjukkan adanya perubahan fisik dan psikis pada ibu hamil. Biasanya mengidam identik dengan keinginan ibu hamil untuk mengonsumsi makanan tertentu di luar kebiasannya. Kadangkala ini membingungkan bagi keluarga.

Akan tetapi sebenarnya, masalah mengidam ini sama membingungkannya dengan alasan kenapa selera makan saat hamil berubah. Akan tetapi, antara 55% – 80% calon ibu mengalami mengidam salah satu makanan selama hamil, dan antara 45% dan 65% mengalami penolakan salah satu makanan. Mual-mual dialami oleh sebagian kecil dari wanita hamil yang diteliti. Pada tingkat tertentu, perubahan-perubahan mendadak pada saluran pencernaan ini karena adanya hiperkegiatan hormon dalam trisemester pertama. Walaupun mengidam dan penolakan makanan dapat hilang sesudah waktu itu, tetapi masih dapat muncul kembali di bulan keempat.

Mengidam makanan pernah dianggap sebagai tanggapan tubuh terhadap kekurangan vitamin, mineral, kalsium, protein, dan nutrisi-nutrisi penting lainnya. Misalnya, ada seorang wanita hamil yang mengidam es krim atau acar, maka dipercaya bahwa mengidam itu terjadi karena terjadi defisit vitamin dan mineral. Oleh karenanya, tubuh wanita hamil tersebut kemudian mentransformasikan kebutuhan nutrisi tersebut dengan mendeskripsikan dalam psikologis bahwa makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut menjadi sangat menarik dan menggoda.

Akan tetapi pada kenyataannya, tanda-tanda ini sebenarnya tidak dapat dipercaya 100%. Anda dapat menghiraukan mengidam atau penolakan makanan. Boleh saja ibu hamil menuruti keinginannya untuk makan makanan tertentu, asalkan tidak berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Ataupun tidak dikonsumsi secara berlebih tanpa diimbangi oleh suplemen zat gizi lainnya.

Kalau makanan pengganti tidak dapat memuaskan keinginan ibu yang mengidam, cara lain bisa juga dicoba. Misalnya, dengan melakukan kegiatan yang Anda gemari seperti membaca, jalan-jalan, mendengarkan musik, menonton sinema, atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang menyenangkan, sehingga keinginan untuk makan makanan tertentu dapat dilupakan.

Lain cerita jikalau Anda, ibu hamil, mengidam sesuatu yang bukan merupakan makanan, sebaiknya perlu mengkonsultasikan dengan dokter jika diperlukan agar dapat mendapatkan jalan yang terbaik.

One thought on “Mengidam (Nyidam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *