Ketika serangan mulai, prioritas pertama adalah mengurangi rangsangan, menggunakan obat dengan aman jika diperlukan, dan memastikan tidak ada tanda bahaya. Penanganan yang tepat dapat berbeda pada setiap orang, sehingga pola serangan dan obat yang berhasil sebaiknya dicatat.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Migrain Kambuh?
Jika gejalanya sama seperti pola migrain yang pernah Anda alami:
- Hentikan aktivitas dan beristirahatlah di ruangan yang gelap, tenang, dan sejuk.
- Minum air dan makan secukupnya jika Anda terlambat makan.
- Cobalah tidur atau berbaring sambil mengurangi paparan layar, cahaya terang, suara keras, dan bau menyengat.
- Gunakan obat migrain yang sebelumnya diresepkan dokter sesuai petunjuk.
- Parasetamol atau ibuprofen dapat membantu sebagian orang jika diminum sejak awal serangan, tetapi hanya gunakan sesuai petunjuk kemasan dan jika obat tersebut aman bagi Anda.
- Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin ketika penglihatan terganggu, pusing, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi.
Segera cari pertolongan darurat apabila sakit kepala muncul mendadak dan terasa sangat hebat, atau disertai kelemahan satu sisi tubuh, wajah mencong, gangguan bicara, kebingungan, kejang, kehilangan penglihatan, demam tinggi dan kaku leher, atau terjadi setelah cedera kepala.
Apa Itu Migrain?
Migrain adalah salah satu gangguan sakit kepala primer yang menyebabkan serangan berulang. Nyeri sering terasa berdenyut, berkekuatan sedang hingga berat, dan memburuk ketika bergerak atau menjalankan aktivitas rutin.
Migrain memang sering menyerang satu sisi kepala, tetapi dapat pula terasa pada kedua sisi. Tidak semua penderita mengalami aura dan tidak setiap sakit kepala sebelah merupakan migrain. Baca juga penjelasan tentang jenis sakit kepala lain yang dapat memiliki pola berbeda.
Serangan migrain yang tidak diobati umumnya berlangsung sekitar 4–72 jam. Durasi, frekuensi, dan beratnya serangan dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Gejala Migrain yang Perlu Dikenali
Gejala Utama
Gejala migrain dapat mencakup:
- Nyeri kepala sedang hingga berat.
- Nyeri berdenyut yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi kepala.
- Nyeri yang bertambah berat ketika berjalan, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas rutin.
- Mual dengan atau tanpa muntah.
- Sangat sensitif terhadap cahaya.
- Sangat sensitif terhadap suara dan terkadang terhadap bau.
- Kesulitan berkonsentrasi atau menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tidak semua gejala tersebut harus muncul bersamaan.
Migrain dengan Aura
Aura adalah gejala saraf sementara yang biasanya berkembang secara bertahap sebelum atau selama serangan. Aura dapat berupa:
- Melihat garis zigzag, kilatan cahaya, atau bagian pandangan yang menghilang.
- Kesemutan atau mati rasa yang menyebar secara bertahap.
- Kesulitan menemukan atau mengucapkan kata-kata.
Setiap gejala aura biasanya berlangsung 5–60 menit dan kemudian pulih. Aura pertama kali, aura yang berbeda dari biasanya, aura lebih dari satu jam, atau gejala yang muncul tiba-tiba harus dinilai oleh tenaga medis karena stroke dan kondisi serius lain dapat menimbulkan gejala serupa.
Gejala Sebelum dan Sesudah Nyeri
Beberapa orang mengalami gejala awal beberapa jam hingga dua hari sebelum nyeri, seperti sering menguap, kelelahan, perubahan suasana hati, leher terasa kaku, haus, atau menginginkan makanan tertentu.
Setelah nyeri mereda, sebagian orang masih merasa lelah, sulit berkonsentrasi, atau kurang bertenaga. Tidak semua penderita mengalami setiap fase tersebut.
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti migrain belum sepenuhnya dipahami. Migrain diperkirakan melibatkan faktor genetik serta perubahan pada saraf, zat kimia, dan pembuluh darah di otak. Memiliki anggota keluarga dekat dengan migrain dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.
Pemicu berbeda dengan penyebab. Pemicu tidak menciptakan penyakit migrain, tetapi pada orang yang rentan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan.
Pemicu yang sering dilaporkan antara lain:
- Kurang tidur, tidur berlebihan, atau perubahan jadwal tidur.
- Terlambat makan atau melewatkan waktu makan.
- Kurang minum.
- Stres, kelelahan, atau perubahan emosi.
- Menstruasi atau perubahan hormon.
- Cahaya terang, suara keras, atau bau kuat.
- Alkohol atau terlalu banyak kafein.
- Perubahan pola konsumsi kafein secara mendadak.
- Aktivitas fisik yang sangat berat pada sebagian orang.
Daftar makanan umum di internet tidak berlaku untuk semua penderita. Jangan menghilangkan banyak jenis makanan tanpa menemukan hubungan yang konsisten atau tanpa arahan tenaga kesehatan. Jika sakit kepala terutama muncul setelah bangun, periksa juga kemungkinan lain dalam panduan sakit kepala saat bangun tidur.
Bagaimana Migrain Didiagnosis?
Tidak ada satu tes darah atau pemindaian khusus yang dapat memastikan semua kasus migrain. Dokter biasanya menilai pola sakit kepala, gejala penyerta, obat yang digunakan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan fisik serta saraf.
Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan apabila polanya tidak khas, baru muncul, berubah secara signifikan, atau disertai tanda bahaya.
Buat Catatan Sakit Kepala Selama Delapan Minggu
Catatan sakit kepala membantu menemukan pola dan memberi dokter informasi yang lebih akurat. Selama sekurang-kurangnya delapan minggu, catat:
- Tanggal dan waktu serangan.
- Durasi serta tingkat keparahan nyeri.
- Lokasi dan karakter nyeri.
- Gejala lain, termasuk aura, mual, atau sensitivitas terhadap cahaya.
- Seluruh obat yang diminum dan hasilnya.
- Tidur, makan, minum, stres, menstruasi, serta kemungkinan pemicu lain.
- Dampaknya terhadap pekerjaan, sekolah, atau aktivitas rumah.
Catatan tersebut tidak digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri, tetapi membantu pemeriksaan dan penyusunan rencana pengobatan.
Cara Mengatasi dan Mengobati Migrain
Pengobatan migrain terdiri atas penanganan serangan akut dan pencegahan serangan berikutnya. Pilihannya bergantung pada frekuensi, beratnya serangan, penyakit lain, kehamilan, serta respons terhadap obat sebelumnya.
Penanganan Awal Tanpa Obat
Saat gejala mulai:
- Kurangi cahaya, suara, layar, dan aktivitas fisik.
- Berbaring atau tidur di tempat yang nyaman.
- Cukupi cairan dan jangan melewatkan makan.
- Gunakan kompres dingin jika terasa membantu.
- Lakukan teknik pernapasan atau relaksasi sederhana untuk mengurangi ketegangan.
Langkah-langkah ini dapat membantu meredakan gejala, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan apabila serangan berat, sering, atau menunjukkan tanda bahaya.
Obat untuk Serangan Migrain
Obat Bebas
Parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dapat membantu sebagian penderita. Obat biasanya bekerja lebih baik jika digunakan sejak awal nyeri, bukan setelah serangan menjadi berat.
Ikuti dosis pada label dan jangan menggabungkan beberapa produk yang mengandung bahan aktif sama. Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat jika Anda sedang hamil atau menyusui, memiliki gangguan lambung, ginjal, hati, gangguan perdarahan, alergi obat, atau sedang mengonsumsi obat lain.
Obat Resep
Jika obat bebas tidak efektif atau tidak aman, dokter dapat mempertimbangkan obat khusus migrain seperti triptan, obat anti-mual, atau pilihan lain yang sesuai dengan kondisi pasien. Obat-obatan tersebut tidak cocok untuk semua orang dan tidak boleh menggunakan resep milik orang lain.
Dokter juga dapat menilai apakah kombinasi obat diperlukan. Opioid bukan pilihan rutin untuk mengobati serangan migrain karena risiko ketergantungan dan sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan.
Waspadai Sakit Kepala Akibat Penggunaan Obat Berlebihan
Terlalu sering menggunakan obat akut dapat membuat sakit kepala semakin sering dan semakin sulit dikendalikan. Sebagai batas praktis, hindari mengandalkan obat pereda nyeri lebih dari dua hari dalam satu minggu tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Pedoman NICE menyarankan untuk mencurigai sakit kepala akibat penggunaan obat berlebihan jika selama tiga bulan atau lebih seseorang menggunakan:
- Triptan, opioid, ergot, atau obat analgesik kombinasi pada 10 hari atau lebih setiap bulan; atau
- Parasetamol, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid pada 15 hari atau lebih setiap bulan.
Jangan mengubah atau menghentikan obat rutin secara mendadak tanpa arahan tenaga kesehatan.
Cara Mencegah Migrain Kambuh
Langkah yang dapat membantu mengurangi serangan meliputi:
- Tidur dan bangun pada waktu yang relatif teratur.
- Makan secara teratur dan mencukupi cairan.
- Membatasi kafein dan alkohol.
- Berolahraga secara bertahap dan teratur.
- Mengelola stres.
- Menghindari pemicu yang telah terbukti berulang pada catatan pribadi.
- Mengikuti rencana pengobatan yang telah disepakati dengan dokter.
Jika migrain terjadi lebih dari sekali seminggu, sangat mengganggu aktivitas, atau sulit dikontrol, dokter dapat mempertimbangkan pengobatan pencegahan. Manfaat dan risiko obat pencegahan perlu dievaluasi secara berkala.
Orang yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, menyusui, atau menggunakan kontrasepsi hormonal perlu membicarakan pilihan obat dengan dokter. Migrain dengan aura juga dapat memengaruhi keamanan penggunaan kontrasepsi hormonal kombinasi. Jangan menghentikan kontrasepsi atau terapi hormon sendiri tanpa memperoleh pengganti yang sesuai.
Untuk pengelolaan kondisi berulang dalam jangka panjang, lihat juga panduan penyakit kronis dan manajemen jangka panjang.
Kapan Migrain Harus Diperiksakan?
Segera ke IGD atau Layanan Darurat
Jangan menganggap sakit kepala sebagai migrain biasa apabila:
- Muncul tiba-tiba dan mencapai tingkat sangat hebat dalam waktu singkat.
- Disertai kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
- Wajah mencong atau sulit berbicara dan memahami ucapan.
- Terjadi kehilangan penglihatan, penglihatan ganda, atau gangguan penglihatan mendadak.
- Disertai kejang, pingsan, kebingungan, atau mengantuk berat.
- Disertai demam tinggi dan kaku leher.
- Terjadi setelah cedera kepala.
- Polanya sangat berbeda dari sakit kepala yang pernah dialami sebelumnya.
Dapatkan Pemeriksaan Medis Segera
Hubungi fasilitas kesehatan apabila:
- Serangan berlangsung lebih dari 72 jam.
- Gejala aura berlangsung lebih dari satu jam.
- Serangan terjadi ketika sedang hamil atau baru melahirkan.
- Gejalanya terus memburuk meskipun telah mengikuti pengobatan sebelumnya.
Buat Janji Pemeriksaan dengan Dokter
Pemeriksaan juga diperlukan apabila migrain:
- Terjadi lebih dari sekali seminggu.
- Menjadi lebih berat atau lebih lama daripada biasanya.
- Sulit dikendalikan dengan penanganan yang selama ini digunakan.
- Mengganggu pekerjaan, sekolah, tidur, atau aktivitas keluarga.
- Membuat Anda menggunakan obat pereda nyeri berulang kali.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Migrain Selalu Terasa di Satu Sisi Kepala?
Tidak. Migrain sering terjadi pada satu sisi, tetapi dapat pula terasa pada kedua sisi kepala. Diagnosis tidak ditentukan oleh lokasi nyeri saja.
Apakah Migrain Bisa Disembuhkan?
Belum ada pengobatan yang menyembuhkan semua kasus migrain secara permanen. Namun, serangan dapat dikelola dan frekuensinya dapat dikurangi melalui pengobatan yang tepat, pola hidup teratur, serta pengendalian pemicu individual.
Apakah Migrain Sama dengan Stroke?
Tidak. Migrain dan stroke merupakan kondisi yang berbeda. Namun, aura migrain dan stroke dapat menimbulkan gejala saraf yang menyerupai satu sama lain. Kelemahan satu sisi, wajah mencong, gangguan bicara, kebingungan, atau kehilangan penglihatan yang muncul mendadak harus dianggap sebagai keadaan darurat.
Apa Obat Migrain yang Paling Ampuh?
Tidak ada satu obat yang paling tepat untuk semua orang. Pilihan obat bergantung pada pola serangan, penyakit lain, kehamilan, obat yang sedang digunakan, dan respons terhadap pengobatan sebelumnya. Dokter atau apoteker dapat membantu menentukan pilihan yang lebih aman.
Penutup
Migrain adalah gangguan sakit kepala berulang yang dapat berlangsung 4–72 jam dan disertai mual, sensitivitas terhadap cahaya atau suara, serta terkadang aura. Beristirahat di tempat gelap, mencukupi cairan, menggunakan obat secara aman sejak awal serangan, dan mencatat pola sakit kepala dapat membantu pengelolaan.
Jangan menunda pertolongan jika sakit kepala muncul mendadak dan sangat hebat atau disertai gangguan saraf, kejang, kebingungan, demam tinggi dan kaku leher, atau riwayat cedera kepala.
Referensi Medis
- WHO—Migraine and Other Headache Disorders
- International Headache Society—Migraine Without Aura
- International Headache Society—Migraine With Aura
- NICE—Headaches in Over 12s: Diagnosis and Management
- NHS—Migraine
- Kementerian Kesehatan RI—Migrain
