Musim Pancaroba, Waspadai 10 Penyakit Ini

Penyakit di musim pancaroba

Penyakit di musim pancaroba (Ilustrasi/pixabay)

Salah satu penyebab rentannya kita diserang penyakit adalah faktor cuaca, terutama pada musim pancaroba, di mana terjadi peralihan dari suatu musim ke musim lainnya. Musim hujan ke musim panas, maupun sebaliknya, dari musim panas ke musim hujan. Di Indonesia musim pancaroba peralihan dari musim kemarau ke musim hujan terjadi sekitar bulan Oktober hingga akhir tahun. Sekarang ini di beberapa daerah pancaroba terjadi mulai bulan November. Sementara, peralihan musim hujan ke musim kemarau biasanya sekitar bulan Maret dan April.

Musim pancaroba ini biasanya ditandai oleh beberapa gejala alam seperti adanya badai, hujan yang sangat deras disertai petir dan juga angin yang bertiup lebih kencang. Adanya pergantian musim ini membuat tubuh harus kembali menyesuaikan diri dengan cuaca yang baru. Misalnya, tubuh yang biasanya sudah beradaptasi dengan cuaca panas, tiba-tiba harus mendapatkan cuaca yang dingin ataupun sebaliknya. Selain itu, bakteri dan virus juga sangat mudah menyebar pada musim pancaroba sehingga berbagai penyakitpun bisa menyerang.

Apa saja penyakit yang biasanya mudah menyerang kita pada musim pancaroba?

10 Penyakit yang biasa menyerang di musim pancaroba

  1. ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

Penyakit yang paling sering menyerang kita pada musim pancaroba adalah penyakit-penyakit yang menyerang pernafasan, salah satunya adalah ISPA. ISPA biasanya terjadi saat peralihan musim hujan ke musim kemarau. Pada pancaroba ini udara sangat dingin serta banyak debu sehingga debu dan virus bisa masuk dalam organ pernafasan kita dan virus ISPA pun mudah berkembang biak. Gejala ISPA biasanya berupa batuk, bersin-bersin, demam dan sakit tengrorokan.

2. Diare

Di saat musim pancaroba, kita biasanya juga rentan diserang penyakit yang berkaitan dengan pencernaan seperti diare. Pada musim pancaroba, penyakit ini biasanya dipicu oleh bakteri dan debu yang beterbangan akibat angin kencang yang terjadi pada musim pancaroba. Debu dan bakteri tersebut bisa hinggap pada makanan yang kita konsumsi sehingga masuk ke dalam tubuh pada saat kita memakannya. Oleh karena itu, lebih perhatikan makanan yang kamu konsumsi saat musim pancaroba.

3. Influenza

Penyakit musim pancaroba selanjutnya adalah influenza. Pergantian cuaca yang cukup ekstrim membuat tubuh sulit menyesuaikan diri sehingga daya tahan tubuh menjadi lemah dan virus-virus pun mudah sekali menyerang.

Salah satunya adalah virus RNA yaitu virus yang menyebabkan penyakit influenza. Influenza biasanya ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, kepala terasa berat, lemah, dan bersin-bersin. Anak-anak biasanya paling rentan dengan penyakit ini karena daya tahan tubuh mereka masih lemah. Angin yang kencang akibat musim pancaroba biasanya akan mempercepat proses penularan virus influenza ketika seseorang batuk dan bersin.

4. Demam berdarah (DBD)

Tidak hanya penyakit-penyakit ringan saja yang bisa menyerang kita ketika musim pancaroba. Penyakit berbahaya seperti demam berdarah pun bisa menyerang kita. Hal ini disebabkan karena pada musim pancaroba nyamuk aedes aegepty berkembang dengan pesat karena adanya genangan-genangan air pada saat pergantian musim hujan menuju musim panas.

Di genangan-genangan air tersebutlah nyamuk aedes aegepty berkembang biak. sehingga akan meningkatkan risiko menularkan virusnya, terutama pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya sangat lemah.

Jika kamu atau keluargamu menunjukkan gejala-gejala seperti demam tinggi, nyeri pada tulang, dan munculnya bintik merah pada kulit dan disertai pendarahan pada hidung dan telinga, segera bawa ke rumah sakit sebab itu bukanlah gejala penyakit biasa sebab demam berdarah telah banyak merenggut korban jiwa.

5. Keracunan makanan

Perubahan suhu yang tidak menentu juga membuat makanan berubah dengan cepat. Hal ini disebabkan pertumbuhan mikroorganisme pada suhu panas. Makanan yang berubah dan basi tersebut jika kita konsumsi tentu akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada pencernaan kita, bahkan bisa menyebabkan keracunan. Jadi berhati-hatilah mengonsumsi makanan-makanan tertentu saat musim pancaroba, terutama makanan-makanan yang cepat basi seperti nasi, dan makanan-makanan berkuah lainnya.

6. Penyakit kulit

Pada saat musim kemarau, kita biasanya kekurangan air dan cenderung menghematnya, akibatnya kita terkadang mengabaikan kebersihan tubuh. Hal ini akan menyebabkan kita mudah diserang virus atau bakteri penyebab penyakit kulit. Nah, ketika musim hujan datang (musim pancaroba) virus tersebut akan cenderung mudah sekali berkembang pada kulit sehingga timbullah penyakit-panyakit kulit yang menyerang kita seperti iritasi, kurap, bahkan berisiko kena penyakit kanker kulit.

7. Disentri

Selain diare, penyakit pencernaan yang bisa menyerang kita adalah disentri. Disentri pada awalnya ditandai dengan diare, tapi diare tersebut disertai dengan lendir dan darah. Selain itu juga menyebabkan demam pada pederitanya. Penyakit disentri ini disebabkan oleh bakteri bernama Shigella, E Coli, Salmonella dan Campylobacter Jejuni. Pada balita biasanya disentri disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Entamoeba hystolitica.

Pada musim pancaroba, bakteri-bakteri ini mudah sekali berkembang dan menular melalui genangan-genangan air serta melalui angin yang bertiup kencang sehingga meningkatkan risiko kita terserang penyakit disentri.

8. Batuk

Batuk merupakan penyakit yang paling rentan menyerang kita saat musim pancaroba. Batuk ini sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh kita akibat adanya masalah pada saluran pernafasan seperti flu dan ISPA.

Banyaknya debu pada musim pancaroba yang diterbangkan oleh angin kencang akan menyebabkan mudahnya kita diserang penyakit-penyakit saluran pernafasan yang akan berdampak pada timbulnya batuk sebagai reaksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut.

9. Tifus

Beralihnya musim hujan ke musim panas biasanya akan menimbulkan adanya genangan-genangan air di mana-mana, baik itu di barang-barang yang bisa menampung air seperti wadah-wadah bekas, kaleng-kaleng bekas, ban, selokan, jalanan berlubang ataupun tanah. Lubang-lubang berisi air kotor ini akan menjadi tempat yang sangat produktif untuk berbagai bakteri berkembang biak termasuk bakteri Salminella Typhosa yang bisa menyebabkan penyakit tifus.

Bakteri ini selain masuk langsung melalui udara kencang pada musim pancaroba juga bisa hinggap pada makanan, sehingga pada saat kita memakannya, virus tersebut masuk ke dalam saluran pencernaan kita. Ketika kuman tersebut masuk, akan menyebabkan radang usus yang menimbulkan gejala demam tinggi disertai tubuh lemas, sakit perut menggigil, hilang nafsu makan, bahkan disertai muntah-muntah. Kondisi ini dalam dunia kesehatan dikenal dengan nama penyakit tifus.

10. Hepatitis A

Penyakit berbahaya lainnya yang mengintai kita saat musim pancaroba adalah hepatitis A. Hal ini disebabkan oleh angin kencang yang memudahkan virus mudah menyebar melalui makanan yang akan kita konsumsi sehingga pada akhirnya masuk pada tubuh kita dan menginfeksi organ hati.

Hepatitis A ini ditandai dengan munculnya rasa mual-mual dan muntah yang berkelanjutan. Kemudian tubuh juga selalu terasa lelah dan letih diikuti oleh demam. Pada tahap lebih lanjut, gejala di atas juga diikuti dengan kondisi kulit bola mata yang berubah warna menjadi kuning. Kita biasanya juga menyebutnya dengan penyakit kuning.

Apa yang harus kita lakukan?

Ada dua hal utama yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko terserang penyakit saat musim pancaroba:

Pertama, kita harus selalu menjaga kebersihan baik lingkungan, dan badan untuk mencegah bakteri masuk, berkembang dan menular.

Kedua, memperkuat daya tahan tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, salah satunya adalah vitamin C yang bisa berperan sebagai antioksidan yang mencegah bakteri menyerang sistem kekebalan tubuh kita.

Nah, itulah diantara penyakit umum yang bisa menyerang kita pada musim pancaroba. Pada umumnya penyakit tersebut disebabkan karena berkurangnya daya tahan tubuh karena menyesuaikan dengan cuaca yang berubah serta mudahnya penyebaran bakteri dan virus penyebab penyakit. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

*