Pencegahan dan Pertolongan Pada Luka Bakar

Kejadian luka bakar masih sering dialami di negara kita. Baik itu luka bakar karena api, gas, listrik, maupun akibat terkena zat kimia. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui tindakan pertolongan pertama bagi penderita luka bakar. Agar dapat menghindari kerugian yang lebih besar akibat terlambat atau kurang tepat melakukan pertolongan pertama di tempat kejadian.

Pencegahan dan pertolongan pada luka bakar

Pencegahan dan pertolongan pada luka bakar (Ilustrasi/pixabay)

Luka bakar dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, bahkan kematian. Hal ini berdasarkan dari tingkat keparahan dari luka bakar tersebut. Tingkat keparahan luka bakar tergantung kepada:

  1. Luas luka bakar tersebut
  2. Lokasi bagian tubuh yang terbakar
  3. Ketebalan bagian kulit yang terbakar
  4. Penyebab terjadinya luka bakar tersebut
  5. Usia dari penderita luka bakar
  6. Kesehatan penderita luka bakar

Kejadian luka bakar dapat terjadi di mana saja, baik itu dalam rumah maupun di luar rumah. Hal ini karena penyebab luka bakar tersebut berada di sekitar lingkungan kita, sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan kewaspadaan selalu. Secara umum kejadian luka bakar dapat disebabkan oleh:

a. Akibat api
b. Akibat air panas
c. Akibat bahan kimia
d. Akibat listrik, petir, dan radiasi
e. Akibat sinar matahari

Sangat penting bagi kita untuk mencegah terjadinya luka bakar tersebut sebelum terjadi. Berikut ini hal- hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari terkena luka bakar:

  1. Jangan bermain- main dengan api
  2. Berhati- hati ketika masak baik dengan tungku, kompor, maupun kompor gas. Pastikan semua peralatan masak tersebut dalam kondisi baik.
  3. Hindari makan atau minum air yang terlalu panas.
  4. Jangan bermain- main dengan listrik di rumah.
  5. Gunakan listrik dengan baik dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Untuk menghindari korsleting listrik dapat dilakukan:
    • Lalukan pemasangan listrik untuk rumah dan bangunan lainnya pada pihak legal dan tepercaya baik itu anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) atau terdaftar di PLN.
    • Hindari menumpukkan colokan listrik pada satu tempat karena akan menumpukkan panas dan dapat menyebabkan konseling listrik.
    • Gunakan perangkat listrik yang berkulitas, biasanya berlambang LMK atau SNI.
    • Jangan biarkan tusuk kontak misalnya charger Hp terlalu lama pada stok kontak.
    • Jangan gunakan tusuk kontak yang longgar.
    • Periksakan listrik rumah maupun bangunan secara berskala.
    • Gunakan jenis kabel sesuai kapasitas hantar arus.
    • Jika terjadi kebakaran akibat listrik, matikan listrik dari sumbernya dan jangan siram sumber kebakaran dengan menggunakan air jika masih ada arus listrik.

6. Saat melakukan aktifitas dengan zat- zat kimia, berhati- hati dan gunakan pelindung diri.
7. Gunakan pelindung diri saat berada di sengatan matahari yang panas.

Begitu juga bagi anak- anak yang masih kecil. Tentu kita sebagai orang dewasa yang melakukan pengawasan agar tidak terjadi luka bakar kepada anak kecil tersebut. Oleh karena itu penting bagi kita untuk:

a. Simpan peralatan yang berhubungan dengan api, misalnya korek api dari jangkauan dan penglihatan anak.
b. Awasi anak- anak agar tidak bermain api di area dapur.
c. Jauhkan makanan maupun minuman panas dari anak- anak.
d. Ketika memandikan anak dengan air panas, pastikan suhunya tidak terlalu panas.
e. Berikan pengertian dan penjelasan kepada anak- anak tentang perlengkapan rumah tangga yang menggunakan listrik.
f. Ketika menstrika pakaian usahakan di tempat yang tinggi dan jauh- jauh dari jangkauan anak- anak.
g. Hindari dan jauhkan bahan- bahan kimia berbahaya dari jangkauan anak- anak.
h. Awasi anak- anak agar tidak berada di sekitar knalpot kendaaan yang baru dihidupkan.

Luka bakar sangat berbahaya dan harus dilakukan tindakan penanganan yang tepat untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Berikut ini hal- hal yang dapat dilakukan untuk melakukan pertolongan pertama di tempat kejadian:

1. Luka bakar akibat api

a. Siramlah dengan menggunakan air dengan jumlah yang banyak, terutama jika disebabkan oleh bensin dan minyak tanah karena bila menggunakan air dengan jumlah sedikit, api akan semakin besar.
b. Hentikan proses pendalaman luka bakar. Walaupun api terlihat sudah berhenti, tetap siram sampai kurang lebih 15 menit untuk mencegah pendalaman luka bakar.
c. Guling- gulingkan korban gawat di atas tanah atau dengan menggunakan selimut basah.
d. Bila api masih membara, lepaskan semua pakaian dan perhiasan yang digunakan.
e. Jangan lakukan apa- apa terhadap luka bakarnya, kecuali menutupnya dengan kain bersih.
f. Segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan pertolongan selanjutnya.

2. Luka Bakar Listrik

a. Matikan sumber listrik
b. Jika tidak mungkin lepaskan korban dengan menggunakan benda non-konduksi listrik seperti kayu kering, baju kering, atau sandal plastik.
c. Pastikan listrik sudah padam dan tidak ada aliran lagi.
d. Jika terjadi henti jantung pada korban segera lakukan RJP. [Baca: Cara melakukan resusitasi Jantung Paru (RJP) pada orang dewasa, anak, dan bayi]
e. Segera ke rumah sakit terdekat. Pada luka bakar listrik harus diperhatikan, walaupun kulit terlihat utuh dan baik, belum tentu di bawah kulitnya baik, karena aliran listrik lebih kuat di bagian otot dan pembuluh darah daripada bagian kulit di atas.

3. Luka Bakar Kimia

a. Gunakan pelindung diri penolong terlebih dahulu
b. Untuk zak kimia bersifat cair guyur dengan air, jika zat kimia bersifat asam sekitar 30 menit, dan jika basa lebih lama lagi.
c. Jika bersifat bubuk, sapu atau bersihkan dulu hingga tipis baru di guyur.
d. Segera cari dan lakukan pertolongan pertama ke rumah sakit terdekat.

4. Luka bakar karena air panas

a. Usahakan tetap tenang dan jangan panik.
b. Alirkan bagian tubuh yang terbakar tersebut dengan air mengalir 10-15 menit.
c. Apabila bagian tubuh yang terbakar tersebut masih tertutup, siramlah dengan air yang mengalir lalu bukalah pakaian secara perlahan dan berhati- hati. Apabila sulit dilepaskan, bisa dengan menggunakan gunting.
d. Tinjau berat ringannya luka bakar untuk menentukan perlu atau tidaknya dibawa ke dokter. Tingkatan luka bakar dibagi atas:

– Derajat satu: apabila kulit yang tersiram air panas terlihat merah dan terasa nyeri.
– Derajat dua: apabila kulit yang tersiram air panas terlihat memerah, nyeri, serta munculnya gelembung.
– Derajat tiga: apabila kulit yang tersiram air panas terlihat kerusakan yang lebih dalam bahkan tampak hangus atau kehitaman.

Pada luka bakar derajat satu tidak perlu dibawa ke dokter apabila kita yakin bisa menanganinya. Namun pada luka bakar dengan derajat yang lebih tinggi dan mengenai bagian wajah, mata, atau yang terkena luas segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya.

Selain itu hal perlu dihindari saat luka bakar tersiram air panas:

  • Jangan gunakan es atau air dingin dari kulkas saat menyiram daerah yang terkena karena akan semakin merusak jaringan.
  • Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, minyak, kecap atau bahan lainnya karena akan memicu timbulnya infeksi.
  • Jangan memecahkan gelembung luka yang terbentuk.
  • Jangan mengunakan kapas pada luka bakar yang mengelepuh.

Selain hal di atas hal yang paling perlu diperhatikan dalam melakukan pertolongan pertama pada luka bakar ialah memperhatian keselamatan diri penyelamat. Jangan sampai kita ikut terbakar atau membahayakan diri kita.

Leave a Reply

*