Penjelasan Manusia Secara Fisik Bukanlah Pemakan Daging

Walaupun beberapa sejarawan dan ahli antropologi berkata bahwa berdasarkan fakta sejarah manusia merupakan makhluk omnivora (pemakan segala), akan tetapi desain anatomi tubuh manusia seperti susunan gigi, bentuk rahang dan saluran pencernaan sebenarnya mirip dengan herbivora (pemakan tumbuhan). The American Dietetic Association mengeluarkan pernyataan tentang hal ini dengan mengatakan bahwa “sebagian besar manusia sepanjang sejarah telah hidup dengan pola makan sebagai vegetarian atau diet mendekati vegetarian.”

Penjelasan manusia bukanlah pemakan daging

Penjelasan manusia bukanlah pemakan daging (Ilustrasi/wikimedia)

Pada saat ini pun sebagian besar penduduk di dunia masih hidup seperti zaman sebelumnya juga di negara-negara industri yang mulai lebih banyak mengonsumsi daging sekitar seratus tahun yang lalu. Akan tetapi desain tubuh manusia tidaklah berubah. Seorang peneliti kenamaan dari Swedia bernama Karl von Linne mengatakan, “Struktur tubuh manusia secara eksternal dan internal menunjukkan bahwa buah-buahan dan sayuran merupakan makanan yang paling natural baginya.

Berikut juga beberapa kondisi tubuh manusia yang makin memperjelas bahwa desain tubuh kita kurang cocok untuk memakan terlalu banyak daging.

  • Usus manusia berukuran 10 – 12 kali panjang tubuhnya, sangat berbeda dengan panjang usus hewan pemakan daging yang hanya 3 kali panjang tubuhnya sehingga daging yang secara alami mudah membusuk di dalam saluran pencernaan dapat dibuang cepat. Apabila manusia terlalu banyak mengonsumsi daging maka sisa pencernaan dari daging akan banyak mengendap di dalam usus dalam waktu yang lama, beberapa ahli dengan menggunakan alat Colonoscope pernah menemukan jejak sisa pencernaan daging bahkan hingga beberapa bulan setelahnya. Bayangkan berapa banyak timbunan sampah makanan sisa pencernaan daging mengendap di dinding usus kita selama berbulan-bulan apalagi jika porsi daging terlalu banyak dalam diet.
  • Hewan pemakan daging (karnivora) memiliki kelenjar di dalam lambung yang menghasilkan asam lambung yang sangat kuat untuk mencerna makanan berupa daging yang masuk. Adapun manusia dan herbivora memiliki asam lambung yang 20 kali lebih lemah kekuatannya dibandingkan karnivora.
  • Manusia dan herbivora mempunyai kelenjar ludah yang lebih kompleks dibandingkan karnivora, sehingga manusia bisa menghasilkan ludah yang mengandung ptyalin yang berfungsi dalam tahap awal pencernaan biji-bijian, gandum dan beras.

Karena desain pencernaan manusia yang berbeda dengan pemakan hewan maka manakala asupan daging terlalu banyak dalam menu makanan sehari-hari maka yang akan terjadi pencernaan yang tidak sempurna dan lambat dari setiap daging yang dikonsumsi dan terjadi banyak penumpukan dan pembusukan di usus besar yang dalam jangka waktu lama akan menimbulkan sekian banyak penyakit termasuk kanker usus besar.

Banyak penggemar daging beralasan bahwa daging merupakan sumber protein yang besar dan diperlukan tubuh, namun hal itu tidak sepenuhnya benar karena pada kenyataannya protein yang terpakai oleh sel-sel tubuh tidak banyak, cukup satu sendok makan kacang kedelai per hari. Bahkan terlalu banyak mengonsumsi protein malah akan membebani ginjal, karena sisa pencernaan daging yang disebut asam urat kerap menyerang sel-sel ginjal (nefron) dan mengakibatkan radang ginjal.


Sumber : http://www.celestialhealing.net/physicalveg3.htm

Leave a Reply

*