Manfaat asi bagi bayi
Manfaat asi bagi bayi (Ilustrasi/pixabay)

Pentingkah ASI Bagi Pertumbuhan Si Kecil?

ASI merupakan makanan alamiah, ideal, dan fisiologis bagi bayi. Pada bulan-bulan pertama setelah kelahirannya, bayi akan mengalami pertumbuhan yang begitu cepat. Berat badan bayi akan meningkat hingga 30%. Dalam proses pertumbuhan inilah, makanan yang bergizi dan berenergi tinggi sangat diperlukan. Dipilihlah ASI sebagai makanan pokok si bayi karena sarat akan gizi dan energy, juga mudah untuk dicerna.

Sebelum mencapai usia 6 bulan, pencernaan bayi belum mampu untuk mencerna makanan secara sempurna. Untuk itu, pada usia 0-6 bulan, bayi hanya diberikan ASI, obat, vitamin, atau ASI yang diperah. Bayi belum dapat mencerna makanan selain yang disebutkan di atas, termasuk bubur dan air putih.

Manfaat asi bagi bayi
Manfaat asi bagi bayi (Ilustrasi/pixabay)

Di usianya yang masih muda, bayi sangat rentan terkena infeksi bakteri maupun virus. Nutrisi yang diberikan ASI selalu dalam keadaan segar dan bebas dari bakteri patogen. Selain itu, ASI merupakan sarana penyaluran kekebalan tubuh pasif karena mengandung zat antibody dan zat kekebalan lain. ASI membantu bayi melindunginya dari penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, antara lain diare, SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), infeksi telinga, infeksi usus, dan infeksi lain yang sering terjadi.

Dengan menunda pemberian makanan padat pada bayi hingga ia berumur 6 bulan, kita memperoleh banyak manfaat bagi kesehatan bayi, antara lain:

  1. Memberikan Perlindungan Yang Lebih Baik

Pemberian ASI eksklusif memberikan imunitas yang lebih tinggi dibandingkan jika ASI diberikan bersamaan dengan makanan padat lain. Nutrisi ASI akan terserap lebih maksimal jika ASI diberikan secara eksklusif.

2. Perkembangan Pencernaan yang Maksimal

Seperti yang dijelaskan pada paragraph di atas, bahwa ketika bayi belum berumur 6 bulan, pencernaannya belum siap secara sempurna untuk menerima makanan padat. Bukan hanya pencernaan, tetapi juga psikologis. Bila tetap dipaksakan, biasanya akan terjadi gangguan, seperti konstipasi, diare, maag, dan lain-lain.

Selain itu, enzim-enzim pencernaan seperti amylase yang mencerna karbohidrat, lipase yang mencerna lemak, dan pepsin yang mencerna protein belum diproduksi dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, jika kita dapat menunda pemberian makanan padat pada bayi, kita bisa memberikan kesempatan pada pencernaan untuk berkembang dengan baik.

3. Mencegah Alergi Makanan

Pada bulan 4-6 kelahirannya, bayi memiliki apa yang disebut sebagai “usus terbuka”, yaitu keadaan dimana jarak sel-sel ususnya cukup lebar sehingga dapat membuat makromolekul yang utuh masuk ke dalam darah, termasuk protein dan bakteri patogen. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang menerima ASI karena zat antibody dalam ASI dapat dengan mudah masuk ke dalam darah. Namun, hal ini juga merugikan, karena protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang berpotensi menyebabkan alergi) dapat masuk ke dalam darah.

Bayi mulai dapat memproduksi antibody sendiri pada usia 6 bulan. Dan biasanya penutupan usus terjadi pada waktu yang sama.

4. Mencegah Anemia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir cukup bulan dan sehat serta diberi ASI eksklusif memiliki kandungan zat besi dan hemoglobin yang normal. Sehingga jarang ditemukan gejala anemia pada bayi yang diberikan ASI eksklusif.

data-ad-format="link">
Pentingkah ASI Bagi Pertumbuhan Si Kecil? Post in | Last updated: December 19th, 2016 | 46 views
Perempuan kelahiran 17 Januari 2000 asal Kediri. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kediri. Tertarik pada kegiatan menulis dan sains biologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *