penyakit alzheimer

Penyakit Alzheimer

Mengenal Apa Itu Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah suatu keadaan di mana sejumlah sel-sel saraf di otak mati, yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit tersalurkan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. masalah-masalah yang dihadapi oleh orang yang mengalami penyakit Alzheimer adalah ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. sel-sel saraf yang mati terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala penyakit Alzheimer sejak dini. Kebanyakan anggota keluarga terlambat menyadari adanya gejala Alzheimer pada anggota ataupun rekan mereka.

Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

[Baca juga: 5 Fakta dan Mitos seputar Alzheimer]

Penyebab timbulnya penyakit Alzheimer

Penyebab timbulnya penyakit alzheimer belum jelas. Akan tetapi 2-7 % penderita dianggap berkaitan dengan turunan (genetik) dan seringnya menyerang penderita usia 60 tahun atau lebih. Kejadian Alzheimer meningkat sesuai dengan peningkatan usia. Hampir 4 juta penduduk Amerika menderita penyakit alzheimer dan pemerintah Amerika telah mengeluarkan biaya sekitar 90 milyar dollar untuk pengelolaan penderita penyakit Alzheimer ini termasuk obat-obatan, pelayanan sosial, konsultasi dan hari kerja yang hilang serta kematian dini.

Penyakit Alzheimer dari sebuah penelitian disimpulkan, penyakit Alzheimer dapat disebabkan oleh beberapa struktur yang mungkin muncul, seperti :

– Kemungkinan peran plak

Plak terbentuk dari protein yang secara normal tidak berbahaya yang disebut beta amyloid. Meskipun penyebab utama kematian sel saraf pada psien alzheimer tidak diketahui, bukti-bukti menunjukkan bahwa pembentukan protein beta-amyloid merupakan penyebab penyakit alzheimer.

Para peneliti menemukan bahwa prekusor amyloid memainkan peran penting dalam menggerakkan sinyal lewat alskon cabang untuk komunikasi neuron. Pada lalat buah, mereka menunjukkan tidak adanya prekusor protein amyloid menghambat kemampuan neuron mengirimkan materi lewat akson.

– Kemungkinan peran neurofibrillary tangles

Pendukung internal struktur sel syaraf otak tergantung pada fungsi normal dari protein yang disebut tau. Pada orang yang mengidap alzheimer, benang-benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkan menjadi terpelintir menjadi simpul. Banyak peneliti yang percaya bahwa kondisi ini merusak sel saraf secara serius, menyebabkan sel saraf menjadi mati.

– Inflamasi

Respon inflamasi sebagai pemicu. Banyak penelitian telah mengamati adanya inflamasi pada otak orang yang mengalami penyakit alzheimer. Inflamasi di dalam tubuh merupakan respon terhadap luka atau infeksi dan merupakan bagian alami dari proses penyembuhan. Plak beta amyloid berkembang di ruang antara sel saraf, padahal sel imun bekerja untuk membuang sel mati dan produk buangan lain di otak. Karena itu, peneliti beranggapan bahwa inflamasi mungkin terjadi sebelum plak benar-benar terbentuk. Namun, mereka belum yakin bagaimana hal ini berhubungan dengan proses terjadinya penyakit. Mereka juga masih berdebat apakah inflamasi memiliki efek merusak sel saraf atau justru membersihkan serta membuang plak.

Penelitian di masa depan akan lebih diarahkan pada setiap teori yang dikembangkan karena alzheimer merupakan penyakit yang sering diteliti di bidang neurosains.

penyakit alzheimer
Penyakit Alzheimer (Ilustrasi)

Gejala Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer dimulai perlahan-lahan. Pada awalnya, gejala mungkin hanya kelupaan ringan. Orang-orang di tahap awal penyakit Alzheimer mungkin kesulitan mengingat kejadian terakhir, kegiatan, atau nama-nama orang akrab atau hal. Masalah matematika sederhana dapat menjadi sulit untuk memecahkan. Kesulitan tersebut dapat mengganggu, tetapi biasanya mereka tidak cukup serius untuk menyebabkan alarm. Namun, sebagai penyakit berlangsung, lupa mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang mungkin lupa jalan pulang atau menemukan sulit untuk menghadapi kehidupan sehari-hari. Gejala tersebut lebih mudah melihat dan menjadi cukup serius untuk menyebabkan orang dengan penyakit Alzheimer atau anggota keluarga mereka untuk mencari bantuan medis.

Orang-orang di tahap tengah penyakit Alzheimer dapat lupa bagaimana melakukan tugas-tugas dasar, seperti menyikat gigi atau menyisir rambut mereka. Mereka tidak bisa lagi berpikir jernih. Mereka mulai memiliki masalah berbicara, memahami sesuatu, membaca, atau menulis. Kemudian, orang dengan penyakit Alzheimer dapat menjadi cemas, gelisah atau agresif, atau mengembara jauh dari rumah. Akhirnya, pasien memerlukan perawatan total.

Tanda-tanda Alzheimer ringan dapat mencakup:

  • kehilangan memori
  • kebingungan tentang lokasi tempat yang akrab
  • lebih lama untuk menyelesaikan tugas sehari-hari
  • kesulitan menangani uang dan membayar tagihan
  • miskin penilaian yang mengarah ke keputusan yang buruk
  • hilangnya rasa spontanitas dan inisiatif
  • suasana hati dan perubahan kepribadian
  • peningkatan kecemasan
  • meningkatkan kehilangan memori dan kebingungan
  • dipersingkat rentang perhatian
  • masalah mengakui teman dan anggota keluarga
  • kesulitan dengan bahasa, termasuk masalah dengan membaca dan menulis
  • kesulitan bekerja dengan angka
  • kesulitan mengorganisir pikiran dan berpikir secara logis
  • ketidakmampuan untuk belajar hal-hal baru atau menghadapi situasi yang baru atau tidak terduga
  • gelisah, agitasi, kegelisahan, tearfulness
  • mengembara – terutama di sore hari atau di malam hari
  • pernyataan atau gerakan berulang, berkedut otot sesekali
  • halusinasi dan delusi, kecurigaan atau paranoia, lekas marah
  • hilangnya kontrol impuls
  • perseptual-motor masalah

Gejala Alzheimer berat termasuk

  • Ketidakmampuan untuk mengenali orang-orang keluarga atau dicintai
  • Ketidakmampuan untuk berkomunikasi
  • hilangnya rasa diri
  • berat badan
  • kejang, infeksi kulit, kesulitan menelan
  • mengerang, merintih, atau mendengus
  • tidur meningkat
  • kurangnya kontrol kandung kemih dan usus
  • Total ketergantungan pada pengasuh

Tidak ada pengobatan yang bisa menghentikan penyakit init. Namun, beberapa obat dapat membantu menjaga agar penyakit tidak semakin memburuk.

Demikianlah artikel mengenai Penyakit Alzheimer, semoga bermanfaat.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- penyakit alzheimer, - penyakit almazheir, - pikun pada orangtua dan transfer factor, - apa itu penyakit alzheimer, - materi penyakit alzaimer, - respon imun terhadap penyakit alzheimer, - gambar penyakit alzheimer, - artikel tentang alzhaimer, - artikel kesehatan tentang penyakit alzeimer, - apa itu alzheimer

data-ad-format="link">
Penyakit Alzheimer Post in | Last updated: January 26th, 2018 | 8,781 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *