Penyakit Batuk: 2 Jenis, Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

By | March 29, 2020
Batuk

Penyakit Batuk – Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya batuk, hanya saja ada yang batuk ringan, ada juga yang menjadi akut maupun kronis dan perlu penanganan yang tepat.

Menurut wikipedia:

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Jenis-Jenis Penyakit batuk:

Jenis-Jenis Penyakit batuk berdasarkan Waktu terjadinya:

  1. Batuk Akut : Batuk akut merupakan batuk yang terjadi selama kurang dari 14 hari dan dalam 1 episode. Dalam artian jika terjadi lebih dari 14 hari dan berulang-ulang dalam beberapa bulan maka tidak disebut lagi sebagai batuk akut.
  2. Batuk Kronis : Batuk kronis bisa terjadi karena gejala penyakit seperti asma, tuberkolosis (TBC) dan batuk rejan (batuk 100 hari).

Jenis-Jenis Penyakit Batuk berdasarkan gejalanya:

  1. Batuk Berdahak : Batuk berdahak atau disebut juga sebagai batuk produktif adalah batuk yang disertai dengan dahak. Dahak itu sendiri berasal dari sinus / hidung atau bisa juga dari paru-paru dan kerongkongan.
  2. Batuk Kering : Batu kering disebut juga batuk non-produktif yakni batuk yang tidak disertai dengan dahak. Batuk ini biasanya timbul karena akhir dari suatu gejala seperti flu, iritasi terhadap debu dan asap rokok.

Penyebab Umum Penyakit Batuk:

Disamping infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti influenza, penyebab batuk yang paling sering adalah:

  1. Alergi dan asthma
  2. Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut.
  3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis kronik, ephysema
  4. Sinusitis yang menyebabkan postnasal drip.
  5. Penyakit paru seperti bronkiektasis, tumor paru, kanker paru-paru.
  6. Kondisi medis lainnya: pilek, infeksi saluran pernapasan atas, flu, pneumonia, batuk rejan, asma, penyakit gastroesophageal reflux (GERD), bronkitis akut, bronkiektasis, gagal jantung
  7. Gastroesophageal reflux disease (GERD) ini artinya cairan lambung balik ke tenggorokan, orangnya suka bertahak asam atau pahit.
  8. Merokok
  9. Terpapar asap rokok (perokok pasif)
  10. Terpapar polutan udara
  11. Obat darah tinggi golongan ACE Inhibitor
  12. Tuberculosis.
  13. Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
  14. Tersedak akibat minum.
  15. Batuk kering biasanya disebabkan oleh virus flu\, alergi, refluks asam, obat penghambat ACE, dan iritan seperti asap rokok.
  16. Batuk berdahak sering disebabkan oleh virus flu atau pilek, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  17. Batuk yang persisten, atau kronis, atau yang berlangsung lebih dari 3 minggu dan dapat disebabkan oleh penyakit jantung, asma, penyakit paru-paru, bronkitis, dan batuk rejan.

Apakah batuk menular?

Jawabannya ialah tidak semua batuk menular. Mengetahui jenis batuk yang Anda miliki akan membantu dalam menemukan penyebab yang mendasarinya (menular atau tidak menular). Manakah dari penyebab batuk berikut yang menurut Anda menular?

  • Alergi
  • Perokok pasif
  • Post-nasal drip
  • Sakit tenggorokan
  • Radang tenggorokan

Batuk itu sendiri tidak menular. Yang perlu dicatat, batuk bisa menjadi sangat menyebalkan, atau menghalangi jalan napas. Tapi batuk juga bisa menjadi metode penyebaran virus atau bakteri penyakit menular jika penyakit ini ditularkan melalui udara. Sehingga orang menganggap bahwa batuk itu menular. Namun, yang sebenarnya menular ialah patogen penular, bukan batuk itu sendiri. Agen infeksi menular dapat menghasilkan gejala yang sama, termasuk batuk, pada orang lain.

Cara dan Bahan-bahan alami untuk pengobatan batuk.

Jahe

Sebagaimana diketahui bahwa Jahe mengandung zat anti-bakteri yang baik. Jahe juga bisa menghangatkan tubuh dan mengobati batuk berdahak. Anda yang sedang mengalami batuk berdahak sangat dianjurkan untuk meminum sari Jahe hangat minimal sehari sekali. Cara pembuatannya pun sangat mudah yakni dengan mengiris Jahe dan Kencur, kemudian direbus dan diambil air perasannya. Air perasannya itulah yang diminum.

Jeruk nipis

Sudah banyak orang yang merasakan bahwa Jeruk Nipis yang dicampurkan dengan kecap mujarab untuk mengobati batuk berdahak. Kalau Anda tidak suka kecap, bisa mencampurkan Jeruk Nipis dengan Madu. Minumlah air perasan Jeruk Nipis dengan kecap atau Madu sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

Daun Sirih

Daun Sirih juga bisa dijadikan obat untuk batuk berdahak. Caranya dengan merebus daun Sirih secukupnya dan campurkan juga potongan Jahe. Kemudian air rebusannya diminum sebanyak minimal sekali dalam sehari supaya tubuh tetap hangat dan sehat.

Daun Asam Muda

Daun asam muda juga dipercaya dapat meringankan penyakit batuk. Cara membuat ramuan obat batuk daun asam muda ini terbilang sangat sederhana sekali. Pertama-tama ambillah segenggam daun Asam muda, kemudian campur daun saga manis dan kayu manis. Untuk menambah cita rasa, Anda bisa mencampurkan madu atau gula dalam ramuan ini. Rebus ramuan yang telah Anda buat tadi sampai mendidih, setelah itu air hasil olahan tadi siap untuk Anda jadikan obat batuk.

Madu

Madu dapat diberikan mulai dari usia 1 tahun ke atas sebagai pereda batuk.

Kunyit

Kunyit dapat membantu meringankan masalah pencernaan dan dapat membantu jika batuk disebabkan oleh GERD.

Kunyit dan Madu

Kunyit ternyata juga berguna untuk menghilangkan batuk Tanaman obat yang satu ini memang sangat serba guna. Cara membuat ramuan obat batuk dari kunyit juga sangat gampang, tambahkan setengah sendok teh kunyit (yang telah ditumbuk) dan madu secukupnya ke dalam satu gelas susu. Aduk sampai merata (semua bahan tercampur), kemudian Anda bisa langsung meminum ramuan ini.

Kemangi

Ramuan alami kemangi juga mampu mengatasi batuk dengan cepat , coba sediakan 2 daun kemangi dan 2 gelas air putih kemudian rebus jadi satu , kemudian minumlah agar lekas sembuh.

Campuran Lada Putih dan Madu

Sedikan madu sebanyak 1 sendok teh yang di taburi lada putih kemudian minum lah dengan air hangat.

Air putih

Minumlah banyak air untuk mengencerkan dahak.

Menghirup uap

Mandi air panas, atau rebus air dan tuangkan ke dalam mangkuk, arahkan wajah ke mangkuk itu (kira-kira sejauh 30 cm), letakkan handuk di belakang kepala Anda dan tarik napas. Berhentilah kapan saja jika Anda merasa sudah tidak nyaman.

Catatan: jangan lakukan ini jika batuk disebabkan asma, karena uap dapat memperburuk gejala.

Minyak Kayu Putih

Gosok di dada Anda untuk membantu mengencerkan lendir.

Mint

Sering diminum sebagai teh, membantu melonggarkan lendir di paru-paru.

Cuka Sari Apel

Dapat dicampur dengan madu untuk mengencerkan lendir

Sup ayam

Sup ayam dapat meringankan gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Cara menghentikan batuk di Malam Hari

Tergantung dari apa yang menyebabkannya, ada beberapa solusi dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda coba untuk meredakan atau mencegah batuk di malam hari pada orang dewasa dan anak-anak.

Miringkan kepala saat tidur

Lebih mudah bagi iritasi untuk sampai ke tenggorokan dan memicu memicu batuk ketika Anda berbaring. Cobalah menopang beberapa bantal untuk mengangkat kepala Anda.

Gunakan pelembab udara

Udara kering dan hangat dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran pernafasan. Pelembab yang menghasilkan kabut dingin dapat membantu menjaga udara di kamar Anda tetap lembab. Ini bisa membuat tenggorokan Anda merasa lebih baik.

Madu dan Teh Hangat

Madu dan minuman panas dapat membantu melonggarkan lendir di tenggorokan. Campurkan dua sendok teh madu ke dalam teh bebas kafein, seperti teh herbal, untuk diminum sebelum tidur. Namun, Anda sebaiknya tidak memberikan madu kepada anak-anak di bawah 1 tahun.

Atasi GERD Anda, jika penyebabnya ialah GERD

Berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam. Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah bentuk kronis dari refluks asam dan penyebab umum batuk malam hari. Tetapi ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda coba untuk mengurangi batuk yang disebabkan oleh GERD. Sebagai contoh:

  • Hindari makanan yang memicu GERD.
  • Jangan berbaring setidaknya 2,5 jam setelah makan.
  • Angkat kepala tempat tidur Anda setinggi 6 hingga 8 inci, atau ganjal kepala Anda dengan bantal 2 susun.

Gunakan filter udara dan pastikan kamar Anda bebas dari alergen

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, gejala alergi seperti batuk dapat terjadi. Alergi debu merupakan penyebab umum batuk, terutama di malam hari ketika Anda terkena tungau debu atau bulu hewan peliharaan di tempat tidur Anda.

Berikut ini beberapa carauntuk membuat kamar tidur Anda bebas alergen:

  • Gunakan penutup sarung bantal, selimut, kasur untuk mengurangi dan mencegah tungau debu.
  • Cuci tempat tidur dengan air panas sekali seminggu.
  • Jalankan filter udara HEPA di kamar Anda untuk menghilangkan alergen.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan naik di tempat tidur atau masuk di kamar Anda.
  • Jika Anda memiliki karpet, sedot dengan menggunakan vacuum cleaner HEPA.

Menjaga kebersihan tempat tidur

Jika batuk Anda disebabkan oleh alergi, penting untuk memastikan tungau debu tidak ada di tempat tidur Anda. Cuci semua tempat tidur setidaknya setiap minggu dengan air panas, dan keringkan dalam pengering, bukan di jemuran.

Baca juga: Cara Alami Untuk Mengobati Batuk Berdarah

Demikianlah artikel mengenai penyakit batuk, jenis-jenis, penyebab, pencegahan, dan pengobatannya.

2 thoughts on “Penyakit Batuk: 2 Jenis, Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

    1. Avatarinfosehatkeluarga Post author

      Fahri’s Articles: ya, saat ini kita era revolusi sistem imun

Comments are closed.