Perbedaan Gejala Keputihan Normal dan Abnormal

Perbedaan Gejala Keputihan Normal dan Abnormal – Fluor Albus atau biasa kita sebut sebagai keputihan adalah sekresi yang terjadi pada organ intim wanita. Keputihan dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu keputihan yang bersifat normal (fisiologis) dan keputihan yang bersifat abnormal (patologis).

Secara sederhana, keputihan fisiologis adalah keputihan yang terjadi rutin setiap bulan, sering terjadi pada masa menjelang menstruasi, sesudah menstruasi atau ketika ovulasi (masa subur). Sedangkan keputihan patologis terjadi karena infeksi yang disertai rasa gatal di bagian dalam organ wanita dan di sekitar bibir organ wanita bagian luar.

Keputihan dapat terjadi karena virus, bakteri, jamur dan parasit. Keputihan yang terjadi karena infeksi dapat menyebar dan menyebabkan peradangan pada saluran kencing, sehingga sering menimbulkan pedih atau nyeri ketika buang air kecil.

Perbedaan Gejala Keputihan Normal dan Abnormal

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa keputihan dibedakan dalam dua jenis, yaitu keputihan yang bersifat normal dan keputihan yang bersifat abnormal. Selengkapnya tentang gejala pada kedua jenis keputihan tersebut akan kami jelaskan di bawah ini:

Gejala Keputihan Normal Fisiologis:

  1. Keputihan yang normal seharusnya menimbulkan rasa gatal.
  2. Cairan berwarna bening, encer dan tidak lengket.
  3. Tidak menimbulkan bau yang menyengat
  4. Gejala keputihan ini dianggap normal karena merupakan ciri-ciri umum yang terjadi pada wanita yang akan mengalami haid, akhir masa haid, dan sebagai tanda bahwa sel telur pada wanita tersebut berada dalam masa subur dan siap untuk dibuahi.
  5. Keputihan juga bisa terjadi pada bayi perempuan yang baru saja lahir. Biasanya bayi perempuan akan mengalami keputihan dalam waktu 1 hingga 10 hari. Ciri-ciri bayi perempuan yang mengalami keputihan adalah terlihatnya cairan yang dihasilkan oleh plasenta atau biasa disebut sebagai ari-ari.
  6. Keputihan dapat terjadi pada gadis muda yang belum mengalami masa pubertas. Gejala keputihan yang terjadi pada gadis tersebut akan hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan gangguan lebih lanjut.
  7. Keputihan juga sering terjadi pada wanita yang terlalu lelah atau daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Baca juga: Masalah Keputihan Saat Hamil.

Gejala Keputihan Abnormal (patologis):

  1. Cairan sekresi mengeluarkan bau yang menyengat.
  2. Cairan sekresi berwarna putih pekat, putih kelabu, putih kehijauan atau putih kekuningan.
  3. Keputihan abnormal dapat menimbulkan cairan yang encer, kental, lengket atau berbusa.
  4. Sering menimbulkan rasa gatal dan dapat mengakibatkan iritasi pada organ kewanitaan.
  5. Gejala keputihan abnormal selalu terjadi pada wanita yang menderita penyakit infeksi organ kewanitaan yang berbahaya, misalnya HIV, Herpes dan Candyloma. Tapi ingat, keputihan abnormal tidak selalu mengindikasikan bahwa seorang wanita tersebut sedang mengidap penyakit berbahaya tersebut.

Demikianlah informasi tentang Perbedaan Gejala Keputihan Normal dan Abnormal. Informasi tentang tips mengatasi keputihan akan kami bahas dalam artikel selanjutnya. Terima kasih sudah berkunjung di website kami, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

*