Seputar Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Penyakit Yang Ditakuti Masyarakat Dunia!

Seputar Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Penyakit Yang Ditakuti Masyarakat Dunia! Berbicara mengenai MERS (Middle East Respiratory Syndrome), kita pasti sudah sering mendengar, sebab saat ini penyakit ini sudah menyerang banyak korban khususnya di negara Timur Tengah. Penyakit MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi pada virus Corona, yakni masih termasuk kerabatnya virus penyakit SARS. Penyakit MERS CoV sendiri sebenarnya masih belum ada di Indonesia, karena MERS biasanya menyerang negara-negara Timur Tengah, seperti Saudi Arabia, Jordan, Qatar, Kuwait, Yemen, the United Arab Emirates dan Oman. Namun, meskipun belum ada di Indonesia kita patut waspada terhadap penyakit yang satu ini.

Virus MERS

Virus MERS (Ilustrasi/wikipedia)

MERS merupakan penyakit virus yang menyerang pernapasan, di mana dilaporkan pertama kali terdapat di Arab Saudi, tepatnya di tahun 2012 silam. Penyakit ini tergolong penyakit yang berbahaya, sebab berdasarkan penelitian sendiri sebanyak 30% penderita MERS ini akhirnya meninggal dunia. Berdasarkan laporan, semua kasus penyakit MERS Cov ini masih dihubungkan dengan 6 negara yang dekat dengan Semenanjung Arab. Penyebaran virus ini sebenarnya masih belum dapat dibuktikan secara spesifik.

Apa Saja Gejala Penyakit MERS CoV?

Penyakit MERS CoV ini biasanya disertai dengan tanda-tanda seperti sesak, batuk dan demam. Sebagian besar penderitanya akan mengalami radang paru atau Pneumonia. Tak jarang, penderita juga mengalami sakit perut atau gastrointestinal yan disertai oleh diare. Lebih parahnya lagi, MERS bisa menyebabkan penderitanya tak bisa bernafas sendiri, bisa dibilang terjadinya kegagalan pernafasan. Hal inilah yang menyebabkan penderita MERS ini membutuhkan perawatan intensif menggunakan ventilator.

Ada beberapa penderita MERS yang mengalami terjadinya kegagalan organ, misalnya dengan tekanan darah yang menurun secara drastis atau septic shock dan gagal ginjal. Tak hanya itu, hampir sebanyak 27% para penderita MERS ini yang meninggal dunia. Penyakit MERS akan sangat parah terutama pada penderita yang mengalami masalah lemahnya daya tahan tubuh, umumnya pada usia-usia lanjut dan juga pasien penyakit kronis.

Ada beberapa ciri khas yang paling umum pada penyakit MERS ini, di antaranya :

  1. Penyakit Mematikan

Berdasarkan laporan dari WHO, bahwa ada sebanyak 1/3 penderita MERS yang akhirnya meninggal dunia. Seperti penjelasan di atas, untuk kasus MERS yang fatal ini umumnya menyerang orang-orang penderita penyakit yang kronis ataupun orang-orang di usia lanjut.

2. Hampir Serupa Dengan Flu

MERS memiliki gejala yang hampir sama dengan flu, yaitu batuk-batuk dan demam. Pada beberapa kasus, MERS dapat menyebabkan sesak nafas, diare, komplikasi penyakit gagal ginjal hingga radang paru.

3. Masih Belum Ada Pengobatan MERS

Pada penderita MERS sendiri, penyakit ini masih belum diketahui secara pasti terapi pengobatannya. Penderita yang telah terinfeksi penyakit ini diberikan sebuah terapi pendukung berdasarkan gejala atau tanda yang dialami. Terlebih lagi, vaksin untuk MERS masih belum ditemukan.

4. Berasal dari Kelelawar dan Unta

Sebenarnya sumber utama dari adanya virus MERS ini masih belum bisa dipastikan, namun beberapa ilmuwan berpendapat bahwa dugaan kuat munculnya penyakit ini, tak lain berasal dari binatang kelelawar dan unta. Hal ini diperjelas dengan adanya penelitian di Arab Saudi yang mengonfirmasi bahwa kelelawar dan unta positif mempunyai virus penyebab penyakit MERS.

5. MERS Penyakit Musiman

Banyak yang menduga, khususnya para pejabat yang ada di negara bagian Timur Tengah yang menjelaskan bahwa kasus penyakit MERS ini bisa jadi sebagai penyakit musiman yang diakibatkan oleh musim sehingga memicu terjadinya penyebaran virus secara cepat. Sebab, kasus ini terjadi di musim semi yang berlangsung 7 tahun silam yang memiliki kemiripan penyakit.

Itulah informasi seputar penyakit MERS, yang sampai saat ini masih diteliti lebih lanjut bagaimana pengobatannya!

Leave a Reply

*