Tidak Mengubah Posisi Tidur Dapat Menyebabkan Vertigo

Infosehatkeluarga.com – Setiap orang dianjurkan untuk tidak tidur dengan satu posisi dalam waktu yang lama karena akan menyebabkan terjadinya penyakit yang disebut Benign Paroxysmal Positioning Vertigo (BPPV).

Demikian Dokter Spesialis THT, Dasliati B Palloan, SpTHT yang ditemui di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, Sabtu (7/9/2013). Menurut Dasliati, vertigo adalah gangguan keseimbangan.

“Vertigo itu dibagi dua ada yakni terjadi sentral (di bagina otak) dan ada perifer yaitu  pada alat keseimbangan yang ada di telinga dalam. Kalau di bagian sentral berhubungan dengan dokter saraf sedangkan di perifer berhubungan dengan dokter THT. Dari gangguan periper ini paling banyak terjadi yang namnanya BPPV,” katanya

BPPV ini  terjadi karena adanya perubahan posisi bisa karena  otolit yang ada di dalam saculus dan utriculus  berpindah ke kanalit semisirkularis lateralis. Jadi otolit ini keluar dari tempatnya sehingga menyebabkan ganggung kesimbangan atau vertigo. Jadi pengobatannya adalah mengembalikan otolit ke tempat semula.

Menurutnya, vertigo in bisa terjadi karena kecelakaan lalu lintas pada daerah kepala atau kena tinju atau kena tempeleng di belakang telinga atau posisi tidur yang lama pada satu posisi.

“Misalnya tidur malam sampai pagi posisi kiri terus atau kanan terus, atau saat diopname dia hanya tidur dengan satu posisi saja maka ini  tidak bagus karena akan terjadi BPPV ini. Kalau terjadi ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur, langsung rasa mau jatuh, rasa berputar. Vertigo itu rasa berputar, merasa diri berputar atau benda yang dlihat berputar padahal sebenarnya tidak berputar,” katanya.

penyakit vertigoCiri lainnya adalah rasa hendak jatuh,  mual, muntah, dan pergerakan bola mata yang tidak disadari. “ola mata gerak-gerak sendiri. Vertigo ini terjadi setiap kali dia merubah posisi misalnya kalau otolilit di telinga kanan yang berpindah maka setiap dia putar kepala ke kanan maka dia vertigo,” jelasnya.

Jika ada gejala seperti ini, kata Dasliati sebaiknya dilakukan pengobatan sesegera mungkin. Pengobatan hanya dengan dengan memindahkan otolit yang keluar. Bisa satu kali berobat langsung sembuh tapi bisa juga lebih dari satu kali, tergantung kasusnya.

Kalau otolit yang berpindah hanya satu maka satu kali pengobatan saja sudah bisa sembuh, tapi kalau otolit yang berpindah banyak maka butuh beberapa kali pengobatan
Kadang, kata Dasliati, orang meyadari ada vertigo tapi orang tidak tahu kalau vertigo itu harus berobat ke dokter spesialis THT sehingga kadang dia masuk keluar rumah sakit atau minum obat terus.

Selain itu, sebaiknya jangan tempeleng atau pukul di belakang telinga karena bisa menyebabkan vertigo.

Demikianlah artikel mengenai Tidak Mengubah Posisi Tidur Dapat Menyebabkan Vertigo, semoga bemanfaat.

Sumber: Pos Kupang

data-ad-format="link">
Tidak Mengubah Posisi Tidur Dapat Menyebabkan Vertigo Post in | Last updated: September 25th, 2013 | 11 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *