Penyebaran Leptospirosis di Yogyakarta

Waspadai Penyebaran Leptospirosis di Yogya

5/5 (1)

Waspadai Penyebaran Leptospirosis di Yogyakarta РBagi Anda yang tinggal di Yogya dan sekitarnya perlu waspada akan penyebaran Leptospirosis, seperti diberitakan:

Waspadai Penyebaran Leptospirosis di Yogyakarta

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat, perkembangan penyakit akibat kencing atau kotoran tikus Leptospirosis kian banyak menyerang warga khususnya yang berada di pinggiran sungai.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Citraningsih  menuturkan, sejak Januari hingga Oktober 2013 ini sedikitnya sudah ada 24 kasus yang muncul di wilayah Kota Yogyakarta.

“Khususnya menyerang pada warga yang tinggal di bantaran sungai, seperti Code dan Winongo,” kata Citra Senin 4 November 2013. Meski tak sampai menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia, namun pemerintah kota kini tengah menaruh perhatian besar pada perkembangan kasus itu lantaran angkanya dari tahun ke tahun selalu tinggi, di atas 20 kasus.

“Dugaan terbesar kami masih adanya perilaku buang hajat dengan memanfaatkan air sungai. Karena penularan bisa melalui medium air yang kotor,” kata dia. Namun lanjut Citra pihaknya sampai sekarang masih masih belum menemukan pasti faktor utama penyebab tingginya sebaran leptospirosis di bantaran ini. “Kami masih cek sample sample air warga di bantaran sungai memasuki penghujan ini, juga tempat buang air besarnya,” kata dia.

Selain Leptospirosis, perkembangan penyakit Demam Berdarah Dengue pun sepanjang 2013 hingga Oktober lalu juga mengkhawatirkan. Dari jumlah kasus yang encuat mencapai 875 kejadian, 4 suspect diantaranya meninggal dunia. “Demam Berdarah ini juga mengkhawatirkan, karena masih memakan korban jiwa dan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni 382 kasus dengan korban meninggal 2 orang,” kata dia.

Citra menuturkan, dari pemantauan kondisi lingkungan par suspect yang meninggal itu lagi lagi berasal dari kawasan perkampungan yang relative kumuh dan dekat bantaran sungai. Seperti Kelurahan Kricak (Tegalrejo), Bener, Sosromenduran, dan Giwangan

“Satu satunya cara menekan dalam periode jangka pendek ini adalah memberantas hewan pembawa penyakit itu seperti tikus, kecoa, dan nyamuk,” kata dia.

Meski terjadi peningkatan jumlah kasus baik DBD maupun Leptospirosis, namun pemerintah Kota Yogyakarta belum menetapkan kejadian itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Jika dalam periode sama terjadi peningkatn drastic, baru kami umumkan KLB. Ini masih sektoral dan waktu yang tak sama,” kata dia.

Demikianlah informasi mengenai Waspadai Penyebaran Leptospirosis di Yogya, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">
Waspadai Penyebaran Leptospirosis di Yogya Post in | Last updated: October 15th, 2018 | 611 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan