Tidur dan kehidupan
Tidur dan kehidupan (Ilustrasi/pixabay)

Tidur dan Kehidupan

Tidur merupakan bagian dari kehidupan kita. Dari kita lahir sudah mengenal tidur. Tidurpun menjadi bagian rutinitas kita. Setiap kita memiliki jadwal tidur yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan aktifitas kita sehari-hari. Kebutuhan tidur setiap orang berbeda- beda. Seharusnya kita tidur sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, tetapi terkadang kebutuhan tidur kita tidak bisa dipehuni karena berbagai alasan. Padahal kualitas tidur seseorang sangat mempengaruhi tingkat produktifitasnya.

Tidur dan kehidupan
Tidur dan kehidupan (Ilustrasi/pixabay)

Berdasarkan usia, seorang bayi membutuhkan tidur 16-20 jam sehari. Bagi bayi, tidur menjadi bagian proses adaptasinya dengan lingkungan barunya. Lingkungan dalam rahim sangat berbeda dengan keadaan lingkungan luar rahim. Selain itu, saat tidur terjadi pertumbuhan dan perkembangan organ- organ tubuh bayi.

Memasuki usia 2 tahun seorang anak membutuhkan tidur 12-13 jam sehari. Pada masa anak–anak ini tidur merupakan hal penting karena sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhannya. Pada saat tidur, dihasilkan hormon yang sangat penting bagi pertumbuhannya. Selain itu tidur juga mempengaruhi kemampuan kognitif, mental, dan emosionalnya.

Memasuki usia sekolah 6-12 tahun seorang anak memerlukan tidur 11 jam. Usia ini merupakan usia yang rentan terkena gangguan tidur. Hal ini karena padatnya aktivitas anak-anak mulai dari sekolah, ekstrakulikuler, dan les. Ditambah godaan dari televisi, ajakan bermain dengan teman-teman, dan pekerjaan rumah yang banyak dan belum selesai sehingga mereka kurang waktu untuk tidur. Padahal tidur sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak seorang anak.

[Baca juga: Kiat agar anak mau tidur siang]

Memasuki usia remaja dan dewasa kebutuhan tidur kita rata-rata 8 jam sehari. Biasanya pada usia ini kita memiliki cara sendiri untuk mengatur pola tidur kita. Pola tidur sangat terkait dengan aktivitas kita di siang hari, baik sekolah maupun pekerjaan. Bagi mahasiswa atau pekerjaan kantoran tentu harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri pergi kuliah atau kerja, serta mereka jarang tidur siang, dan untuk tidur malam biasanya jam 10 malam atau bahkan ada jam 1 malam atau tidak tidur sama sekali. Sehingga tidak jarang diantara mereka yang kekurangan tidur. Maka tak heran banyak diantara mereka yang tertidur di kelas maupun di kantor. Sedangkan diakhir pekan biasanya mereka tidur sampai siang hari untuk membayar semua utang tidur mereka sepanjang minggu. Sedangkan bagi mereka yang bekerja malam hari, pagi dan siang hari merupakan waktu untuk mereka tidur. Pola tidur mereka mirip kelelawar. Namun, gaya hidup yang salah, apalagi dengan tekanan kerja sehari- hari, membuat mereka mudah terserang insomnia dan berbagai gangguan tidur lainya.

Sedangkan dengan bertambahnya usia menjadi lansia jumlah waktu tidur berkurang karena kebutuhan tidur berkurang. Gangguan tidur pada usia lanjut biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun lebih awal. Perubahan pola tidur ini berkaitan dengan kemampuan fisik usia lanjut yang semangkin menurun.

Berdasarkan penjelasan di atas, kebutuhan tidur kita sangat beragam. Tidur yang berkualitas sangat banyak manfaatnya. Tidur sangat berhubungan dengan kesehatan dan tingkat produktifitas seseorang. Saat dalam usia pertumbuhan tidur yang cukup sangat diperlukan karena berpengaruh dengan pertumbuhan dan perkembangan.

[Baca juga: Kurang Tidur, Bakayakah?]

Proses tidur juga merupakan sebuah proses istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh kita menghemat pengeluaran energi saat kita tidur. Hanya beberapa organ tubuh seperti jantung dan paru- paru yang tetap bekerja teratur tapi lambat. Hal ini memberikan kesempatan kepada sel-sel penyembuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Aktifitas fisik kita sehari- hari dapat menyebabkan kerusakan sel- sel tubuh. Selain itu kerusakan sel tubuh juga terjadi karena pikiran kacau dan stress. Oleh karena itu diperlukan perbaikan. Proses perbaikan ini didorong oleh Growth Hormone yang dihasilkan saat tidur. Sedangkan pada anak- anak hormon ini mempunyai peran utama pada proses tumbuh kembang.

Tidur juga mempengaruhi stamina seseorang. Seseorang yang tidurnya cukup dan berkualitas akan bangun dengan segar, dan penuh semangat sehingga meningkatkan staminanya. Sebaiknya seseorang yang tidurnya kurang berkualitas, maka akan terbangun dengan keadaan lesu, malas, dan kurang bersemangat. Kurang tidur juga membuat kita sulit berkonsentrasi dan sering marah.

Kualitas tidur yang baik sangat penting dalam menjaga stabilitas kesehatan dan kebugaran tubuh. Daya tahan tubuh juga meningkat dengan tidur yang teratur dan cukup. Kualitas tidur juga mempengaruhi kemampuan otak, kemampuan mental, dan kreativitas. Maka, tidur secara tidak langsung mempengaruhi produktifitas seseorang. Selain itu, kesehatan emosional kita juga sangat dipengaruhi tidur. Orang aka lebih mudah marah, kecewa, sedih dan tidak bergairah jika tidurnya kurang berkulalitas.

Seorang dewasa rata- rata tidur 8 jam sehari. Jika kurang tidur maka akan ada utang tidur yang harus di bayar. Misalnya, seseorang yang tidur hari ini Cuma 6 jam maka memiliki utang tidur sebanyak 2 jam. Jika hal itu terjadi selama hari kerja senin sampai jum’at, maka dia mempunyai utang tidur 10 jam yang harus dibayarnya di akhir pekan sabtu dan minggu. Hal ini menyebabkan rata-rata mereka akan bangun lebih siang di akhir pekan untuk membayar utang tidur mereka. Untang tidur yang menumpuk berakibat berkurangnya konsentrasi, kemampuan mental dan produktifitas.

Begitu berharganya tidur yang berkualitas untuk tetap menjaga kesehatan dan tingkat produktifitas tubuh kita. Oleh karena itu kita harus membuat tidur yang cukup dan berkualitas setiap hari. Untuk itu kita mulai dengan membuat jadwal tidur yang teratur . Jika ada hal yang menyebabkan kita harus keluar dari jadwal, usahakan tidak lebih dari satu jam dari jadwal biasa kita tidur. Selain itu tidurlah dengan cukup, rata- rata dewasa memerlukan tidur 8 jam sehari.

Selain itu juga usahakan untuk menghindari begadang, karena begadang dapat mengganggu pola tidur dan tampilan kita esok harinya. Sebagai contoh, seseorang yang akan mengikuti ujian harus tidur dengan cukup, jika tidak ujiannya akan terganggu. Penelitian membuktikan bahwa siswa dengan tidur cukup mempunyai nilai akhir yang lebih baik.

Satu jam sebelum tidur hindari membaca bacaan yang berat, belajar, atau bermain game komputer. Sebelum tidur kita dapat membaca tapi bacaan yang santai dan tidak berat, seperti tabloid, majalah, dan novel roman yang sangat baik untuk menstimulan kantuk. Selain itu matikan tv ketika tidur, jangan biarkan hidup karena akan menghambat tidur yang efektif .

Gaya hidup sekarang banyak mengomsumsi berbagai stimultan seperti kopi, teh, cola atau minuman berenergi lainnya. Penggunaan berbagai stimultan ini , harus dipertimbangkan dengan baik. Tidaklah baik memaksa otak selalu aktif. Disarankan untuk siang hari terakhir mengonsumsi minuman tersebut untuk tetap menjaga tidur yang baik. Sebaiknya menjelang sore lebih baik memakan makanan yang mendorong rasa rileks.

Selain hal –hal di atas lingkungan tidur yang baik sangat mempengaruhi kualitas tidur. Gunakan kamar tidur yang bersih, rapi dan keadaan yang tenang, nyaman, dan sejuk. Pencahayaan yang cukup dan tidak ada sinar yang menyilaukan. Lingkungan tidur yang gelap meningkatkan kualitas tidur seseorang, begitu pula dengan penggunaaan penutup mata. Semakin terang cahaya di kamar tidur, semakin sulit tidur dicapai.

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat berharga dalam hidup ini. Mulailah mengatur pola tidur kita, buatlah tidur yang berkualitas agar kita merasakan manfaatnya. Sehingga kita lebih produktif dan semangat dalam menjalani hidup ini.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- apakah memakan buah di malam hari sebelum tidur akan menghambat hgh?, - emalia nora, - jika manusia pola yidur seperyi kelalawar, - mengatur pola tidur yg seperti kelelawar, - penelitian tentang pola tidur kelelawar, - pola tidur seperti kelalawar, - pola tidur terganggu sepwrti kelekawar, - rata rata tidur sehari, - seorang anak tidur di siang hari tidak krja

data-ad-format="link">
Tidur dan Kehidupan Post in | Last updated: January 5th, 2017 | 51 views
Kontributor Infosehatkeluarga.com Pasaman Sumatera Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *