Bahaya Kurang Tidur
Bahaya Kurang Tidur (Ilustrasi/Pixabay)

Kurang Tidur, Bahayakah?

Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia yang penting tetapi sering terabaikan. Di zaman yang sudah maju ini, banyak orang-orang yang mengesampingkan tidur demi menyelesaikan pekerjaan, browsing, blogging, bermain game, dan berselancar di media sosial hingga tidak menyadari bahaya dari kurang tidur. Otak yang dipaksa bekerja keras padahal sudah datang waktu tidur, kerja otak sangatlah tidak optimal. Dengan tidur, otak menjadi lebih fresh dan tenaga menjadi pulih kembali dan dapat melaksanakan aktivitas kembali keesokan harinya.

[Baca juga: Kurang Tidur dapat menyebabkan berat badan naik]

Banyak orang yang salah kaprah mengenai “mengganti” tidur. Semisal jika hari ini tidur hingga larut malam bahkan sampai dini hari, esok hari dapat tidur sepuasnya. Tetapi nyatanya tidak begitu, dengan kurang tidur pada hari ini berarti pemulihan tenaga untuk esok hari pun tidak optimal. Padahal, bahaya dari kurang tidur sangatlah banyak dan bervariasi seperti :

Bahaya Kurang Tidur

Bahaya Kurang Tidur
Bahaya Kurang Tidur (Ilustrasi/Pixabay)
  • Lemas dan Lesu. Setelah tidur yang kurang dan harus melanjutkan aktivitas pada esok hari, stamina tubuh pun terforsir untuk melakukan pekerjaan pada malam hari tadi. Akibatnya, tenaga yang seharusnya “ditampung” pada saat tidur pun tidak terisi karena kurang tidur.
  • Susah Konsentrasi. Konsentrasi sangat dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Jika tubuh sudah lelah dan otak terasa jenuh untuk bekerja, menjadikan susah konsentrasi. Dari beberapa sumber, kurang tidur menjadi salah satu faktor dalam pemicu sulit untuk konsentrasi.
  • Masalah Kesehatan. Tubuh yang kurang tidur selama 7 jam perhari sangatlah rentan untuk masalah kesehatan. Gejala pusing, sakit kepala, telinga berdengung, menjadi indikasi awal dari bahaya kurang tidur. Bahkan, daya tahan tubuh dapat terganggu, berisiko terkena diabetes, penimbunan minyak pada kulit wajah, hingga kanker pun turut menghantui bahaya kurang tidur ini.
  • Insomnia. Pada awalnya, kebiasaan mengurangi jam tidur ini tidak menjadi masalah. Lambat laun, insomnia pun akan turut andil dalam bahaya kurang tidur. Pada kondisi tubuh yang begadang, mental menjadi kurang waspada akan kondisi sekitar. Akhirnya, akan terbiasa untuk tidak mengantuk dan insomnia pun datang.
  • Emosi. Kurang tidur menjadikan emosi di diri kita menjadi labil, jika melihat orang yang stress, marah-marah tidak jelas, dan depresi tanyakan apakah tidurnya cukup. Karena pada dasarnya, jika kita tidur otak pun menenangkan emosi sehingga pikiran positif pun akan terbentuk pada keesokan harinya. Begitu pula sebaliknya jika orang yang kurang tidur, maka pikiran masih stuck pada kondisi kemarin dan tidak teristirahatkan.

[Baca juga: 5 Penyakit Berat dan kematian yang mengintai si kurang tidur]

Lalu bagaimana caranya untuk mengurangi bahaya kurang tidur ini?

Yakni dengan membiasakan tidur minimal 7 jam perhari untuk mengistirahatkan badan, otak, dan semua anggota tubuh yang biasa kita pakai. Usahakan tidur di ruangan yang gelap, karena jika tidur di ruangan yang terang maka otak akan tetap bekerja karena menerima cahaya dari lingkungan. Ruangan dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak terkena gangguan pernapasan saat tidur. Dan janganlah mengisi fikiran dengan hal serius saat mau tidur.

Sekian bahaya kurang tidur dan cara mengurangi bahayanya, tetap jaga kesehatanmu karena anugrah Tuhan yang nomor satu adalah kesehatan.

data-ad-format="link">
Kurang Tidur, Bahayakah? Post in | Last updated: January 3rd, 2017 | 123 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *