9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi

9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi – Buat si kecil yang sudah mendapatkan MPASI alias makanan pendamping ASI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah mengetahui bahan makanan yang sebaiknya dihindari atau ditunda pengenalannya.

9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi

1. Penyedap rasa dan garam
Penyedap banyak mengandung natrium yang dapat memengaruhi kinerja ginjal bayi. Demikian pula dengan garam. Apalagi saat bayi, kinerja ginjalnya belum sepenuhnya sempurna. Bila Anda ingin memperkenalkan garam, baiknya ketika bayi memasuki usia 9 bulan. Cukup sejimpit kecil, sekedar untuk penambah rasa.

2. Madu
Madu dikhawatirkan mengandung bakteri botulinum yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Selain itu, madu juga kaya akan protein yang dapat memicu terjadinya alergi. Oleh karena itu madu sebaiknya diperkenalkan setelah bayi berusia setahun.

3. Putih dan kuning telur
Telur berpotensi menimbulkan alergi. Disarankan, kuning telur diperkenalkan ketika bayi mulai memasuki usia 9 bulan. Sedangkan putih telur dapat diperkenalkan saat bayi memasuki usia setahun.

4. Sayuran bertekstur kasar
Bayi belum mampu mencerna dengan baik. Oleh karena itu, sayuran dengan tekstur kasar, seperti: daun singkong, genjer, kacang panjang, sawi, dan lain-lain, baru boleh diperkenalkan setelah bayi berusia setahun. Kangkung dan kembang kol sebaiknya juga jangan terlalu dini diperkenalkan karena seratnya tergolong kasar.

9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi
9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi (Ilustrasi/Thinkstock)

5. Sayuran yang mengandung gas
Kol sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena banyak mengandung gas. Dikhawatirkan malah membuat perut bayi menjadi kembung. Setelah si kecil usia setahun, barulah Anda boleh memperkenalkan si kecil dengan sayuaran yang mengandung gas ini.

6. Mengandung gluten
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian, seperti gandumg, gandung hitam, gandum barley, dan gandum oat. Bila ingin memperkenalkan makanan yang mengandung gluten sebaiknya saat bayi berusia 9 bulan untuk menghindari meningkatnya risiko alergi akibat sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna.

7. Ikan laut
Ikan dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian bayi, sementara sistem kekebalan tubuh bayi belum terbentuk sempurna. Ikan laut baru boleh diperkenalkan setelah bayi berusia 9 bulan.

8. Kacang-kacangan
Makanan yang mengandung kacang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dari keluarga dengan riwayat alergi sampai si kecil setidaknya berusia 3 tahun. Selain itu, jangan memberi segala jenis kacang secara utuh pada anak balita karena beresiko tersedak.

9. Buah yang asam dan bergetah
Buah tomat dan jeruk sebaiknya ditunda hingga bayi berusia 8-9 bulan, karena kedua buah tersebut disinyalir dapat menjadi pencetus alergi pada bayi-bayi yang memang memiliki bakat alergi. Tidak disarankan memberi buah yang berserat panjang dan terlalu asam pada bayi, seperti sirsak. Hindari pula buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti: durian, nangka, dan cempedak.

Buah yang dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan antara lain:

pisang ambon, avokad, pir, apel, melon, dan pepaya.

Masuk usia 7 bulan bayi dapat diperkenalkan dengan:

belimbing, semangka, dan jambu biji.

Pada usia 8-12 bulan bayi dapat diberikan:

jeruk, tomat, dan stroberi.

Selanjutnya, 1 tahun ke atas si kecil sudah dapat mengonsumsi nanas, sawo, dan mangga. (Kompas.com)

Demikianlah artikel 9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi, semoga bermanfaat.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- kangkung untuk bayi, - manfaat kangkung untuk bayi, - kangkung untuk bayi 9 bulan, - mpasi kangkung, - bayi 11bulan makan kangkung, - kangkung untuk bayi 6 bulan, - bolehkah bayi makan kangkung, - manfaat sayur kangkung untuk bayi, - sayur kangkung untuk balita, - sayur kangkung untuk bayi

data-ad-format="link">
9 Makanan Yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi Post in | Last updated: November 3rd, 2014 | 4,002 views
Saya seorang Blogger, Internet marketer, dan Independent distributor produk kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *