Menghadapi dan merawat anak yang terkena DBD
Menghadapi dan merawat anak yang terkena DBD

9 Tips Merawat dan Menghadapi Anak yang Terserang Demam Berdarah

Tips Merawat dan Menghadapi Anak yang Terkena Demam Berdarah

Menghadapi dan merawat anak yang terkena DBD
Menghadapi dan merawat anak yang terkena DBD

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan para orang tua terhadap anak-anaknya adalah ketika kesehatan mereka terganggu. Jangankan penyakit yang berat, penyakit-penyakit yang ringan seperti digigit nyamuk, batuk dan masuk angin saja, sebagian orang tua sudah sangat khawatir. Apalagi kalau anak menderita penyakit yang cukup parah seperti DBD ( Demam Berdarah Dengue), orang tua pasti panik tak karuan.

Pasalnya, demam berdarah merupakan salah satu penyakit berbahaya yang terkenal merenggut banyak nyawa. Penyakit ini tidak pernah absen setiap tahunnya, ada saja yang meninggal dan terjangkit demam berdarah. Orang tua mana sih yang rela buah hatinya meregang nyawa karena terserang penyakit ini. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit berupa demam. Demam terjadi akibat adanya infeksi oleh virus dengue.

Virus demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegepty. Nyamuk ini sebelumnya menghisap darah orang yang terinfeksi demam berdarah. Penyakit demam berdarah ini merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa kita sepelekan sebab kasus kematian yang disebabkan oleh virus demam berdarah tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

Tak cukup sampai di situ kabar buruknya, ternyata para ahli masih belum berhasil mendapatkan obat yang bisa memusnahkan atau membasmi virus penyebab demam berdarah hingga sekarang. Mengingat rentannya anak-anak untuk terserang penyakit ini dan risiko yang mengiringinya, tidak heran bila para orang tua sangat khawatir jika penyakit ini menyerang anak-anaknya.

Saking khawatirnya, orang tua malah jadi tidak fokus mengurus anak secara maksimal. Orang tua boleh takut kehilangan anak tetapi sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Hal utama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan dan menghadapi dengan tenang. Kepanikan membuat pikiran menjadi buntu bahkan badan menjadi lemah. Kalau orang tua juga jatuh sakit bagaimana nasib anak.

Oleh sebab itu, orang tua memaksimalkan usaha dalam menjaga anak. Pada artikel kali ini kita akan memberikan tips dan langkah-langkah menghadapi anak yang terjangkit gejala demam berdarah. Tapi sebelumnya orang tua harus tahu dulu dan memastikan apakah anak terkena demam berdarah atau tidak.

Orang tua dituntut untuk bisa mengenali gejala apabila anak terjangkit demam berdarah. Jadi sewaktu-waktu didapati pada diri anak gejala tersebut, orang tua bisa dengan cepat melakukan tindakan pencegahan.

Ada beberapa gejala penting yang harus diketahui yaitu demam tinggi secara mendadak, dijumpai bintik-bintik merah di berbagai lokasi tubuh anak, hidung mengeluarkan darah, anak kehilangan tenaga, sering muntah, pusing dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Jangan lupa perhatikan juga apakah para tetangga ada yang terserang demam berdarah. Ini kemungkinan disebabkan oleh nyamuk yang sama.

Jika orang tua sudah yakin bahwa anak memang menderita demam berdarah, orang tua harus melakukan langkah pertama sebelum anak dibawa ke dokter. Nah, ikutilah langkah-langkah berikut ini :

Pertolongan pertama anak terkena gejala demam berdarah

  1. Perbanyak minum air putih.

Hal utama yang harus diperhatikan orang tua yaitu tidak membiarkan anak dalam kondisi kekurangan air atau dehidrasi. Berilah ia air putih secukupnya atau cairan elektrolit agar asupan cairan dalam tubuhnya tetap terjaga. Jika tidak, anak akan semakin lemah tidak berdaya.

2. hati-hati memberikan obat penurun panas.

Ketika menghadapi anak yang panas, orang tua bisa memberikan obat penurun panas tetapi harus lebih hati-hati. Berikan parasetamol dengan dosis yang sesuai. Selain itu, jika tidak yakin dengan obat penurun panas, bisa juga dengan mengompresnya agar badannya terasa lebih sejuk. Bagian kepala, ketiak maupun kening merupakan lokasi yang sangat bagus untuk dikompres.

3. Jangan memberi obat pereda sakit.

Jika anak terus mengeluh sakit, jangan sampai kita terlanjur memberikan obat pereda sakit seperti aspirin, asam mefenamat atau obat penghilang rasa sakit lainnya. Harus diketahui bahwa obat penghilang rasa sakit malah bisa menurunkan kadar trombosit di dalam darah sehingga demam berdarah akan lebih fatal dan membahayakan anak.

4. Segera cari jambu biji merah.

Jika di kulkas ada jambu biji merah, jangan buang-buang waktu. Segera buatkan jus jambu biji merah atau guava untuk anak. Kenapa jus jambu biji merah? Sebab jambu biji merah merupakan salah satu buah yang bisa meningkatkan kadar trombosit di dalam darah. Jika tidak ada, belilah sesegera mungkin dalam jumlah yang banyak untuk beberapa hari.

5. Tetap jaga makanannya.

Sebagaimana anak-anak atau kita yang dewasa pun sering mengalami, ketika sakit nafsu makan akan menurun drastis. Jangan sampai anak kekurangan nutrisi karena nafsu makannya hilang. Tetap penuhi asupan makanan anak dengan memberinya vitamin atau konsumsi jus buah. Orang tua juga bisa menambahkan madu dalam jus sehingga lebih enak. Dengan demikian asupan nutrisi anak tetap terjaga dan tidak memperburuk keadaan yang memang sudah drop.

6. Bawa anak ke dokter.

Jika anak sudah dibawa ke dokter, maka dampingi anak selama masa pengobatannya. Memang dokter akan memberikan penanganan terbaiknya baik dari segi pengobatan, perawatan atau pun pemberian asupan makanan. Akan tetapi, bagi anak yang terpenting adalah keberadaan orang tuanya.
Pastikan untuk berada disamping anak setiap saat. Tanyakan pada dokter makanan apa yang harus diberikan dan makanan apa yang harus dihindari sehingga kita bisa masak sendiri tanpa harus memaksa anak memakan makanan dari rumah.

7. Beri waktu istirahat yang cukup.

Anak harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup ketika menderita demam berdarah. Jangan terlalu ramai menunggu anak di rumah sakit, yang membuat ruangan berisik dan anak tidak bisa tidur. Aturlah waktu besuk dan menjaga anak agar anak tidak terganggu istirahatnya.

8. Menghibur dan memberikan semangat.

Ketika sakit, anak mungkin lebih manja, sering merengek dan menangis. Orang tua harus lebih sabar dan tidak boleh emosional. Sebaiknya orang tua membesarkan hati anak bahwa anak pasti akan sembuh. Juga jangan lupa memberikan semangat kepada anak agar bisa segera pulih dan bermain dengan teman-temannya. Hal ini akan menambah kekuatan bagi anak untuk lekas sehat.

9. Terus jaga daya tahan tubuh anak.

Mengingat kenyataan bahwa penyakit ini memakan korban yang tinggi, daya tahan tubuh anaklah yang harus diperhatikan. Jika daya tahan tubuh anak bagus, penyakit bisa berkurang. Sebagaimana diketahui, parah atau tidaknya demam berdarah yang diderita tergantung daya tahan tubuh dan tingkat keganasan virusnya. Setelah anak berangsur pulih, tetap jaga agar anak tidak kelelahan.

Nah, demikianlah tips dan langkah ketika orang tua mendapati anak terkena gejala demam berdarah. Bijaklah dalam menghadapi anak agar nyawa anak bisa terselamatkan. Jika masih ada yang kurang paham, bisa bertanya kepada ahlinya atau saudara yang berpengalaman mengalami demam berdarah.
Bagi anda yang anaknya saat ini sehat-sehat saja, sebaiknya tetap waspada. Kenali penyebab dan munculnya demam berdarah kemudian lakukan pencegahan. Semoga sembuh dan terhindar dari demam berdarah yang parah.

Artikel ini masuk dalam pembahasan:

- cara merawat anak yang terkena demam berdarah, - info sehat anak demam, - obat demam berdarah untuk bayi cepet sembuh, - tips ketika anak sedang sakit db, - yang harus di jaga ketika anak kena DBD, - penanganan balita yang terkena DB, - yang harus di jaga jika anak terkena dbd, - makanan yang harus di berikan untuk anak yang sakit dbd, - obat dbd anak, - penanganan dbd pada anak

data-ad-format="link">
9 Tips Merawat dan Menghadapi Anak yang Terserang Demam Berdarah Post in | Last updated: January 5th, 2017 | 3,398 views

One thought on “9 Tips Merawat dan Menghadapi Anak yang Terserang Demam Berdarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *