4 Perbedaan Salep dan Krim, Serta Gel

By | March 21, 2020
Salah satu contoh cream

Perbedaan Salep dan krim, serta gel – Sering kali kita tidak benar-benar memperhatikan obat oles yang kita beli dan gunakan. Obat yang dioleskan pada luka atau pada sekitar luka kita, merupakan obat yang memiliki basis berbeda-beda. Basis adalah bahan dasar, sedangkan obatnya merupakan zat aktif yang memiliki manfaat atau khasiat.

Krim, salep, dan gel semuanya efektif untuk mengatasi masalah kulit tertentu, tetapi masing-masing berbeda dalam hal komposisi, kualitas penyerapan, dan rasa. Kadang-kadang semuanya memiliki bahan yang mirip, tetapi formulasinya bervariasi berdasarkan produknya.

Perbedaan Salep dan Krim, serta Gel

Berikut ini merupakan perbedaan salep dan krim, serta gel:

Basis

Ada 2 jenis basis yang digunakan pada sediaan obat, yaitu washable (dapat dicuci dengan air) dan non-washable (tidak dapat dicuci dengan air). Basis washable merupakan basis pada gel dan krim, sedangkan basis non-washable merupakan basis pada salep.

Basis pada Gel merupakan basis yang sangat mudah tercuci dengan air. Umumnya gel berwarna bening transparan, meskipun ditambahkan pewarna tetap terlihat transparan. Obat basis gel ini biasanya sangat cepat terserap dan agak lengket di kulit. Contoh obat dari gel ini seperti pada obat memar.

Basis pada Krim merupakan basis yang tidak dapat bertahan terhadap pencucian menggunakan air, karena sifatnya yang larut air. Sehingga pemakaian obat, biasanya disarankan setelah mandi atau saat di mana pasien hampir tidak terkena air. Umumnya zat aktif pada krim lebih cepat terserap ke dalam kulit, sehingga banyak digunakan pada obat oles untuk mengeringkan luka.

Basis pada Salep merupakan basis yang tahan terhadap pencucian menggunakan air, karena sifatnya yang sangat berminyak. Pemakaian obat akan disarankan setelah mandi atau setelah daerah yang akan diobati dibersihkan seperti pemakaian krim, karena daerah yang bersih memungkinkan zat aktif terserap optimal dibandingkan dengan yang tidak dibersihkan. Biasanya obat oles Salep ini bersifat sangat lengket dan berminyak. Umumnya zat aktif pada Salep cenderung perlahan terserap ke dalam kulit, sehingga pemakaiannya bisa untuk jangka panjang.

Di Apotek, jika pasien ingin melakukan swamedikasi menggunakan obat oles, pada obat-obat tertentu, pasien akan ditawarkan obat dalam bentuk Krim atau Salep. Obat-obat oles tertentu ini bahan dasarnya berbeda namun memiliki zat aktif yang sama. Penggunaan Krim atau Salep akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pasien.

Baca juga: Body Cream Ampuh untuk Melawan Keriput dan Kulit Kering.

Untuk itu, penting bagi kita mengetahui tentang obat oles yang akan kita gunakan, sehingga sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan kita.

Bahan yang digunakan

Perbedaan utama krim dan gel umumnya berbahan dasar air, sedangkan salep berbahan dasar minyak. Beberapa krim mengandung minyak, tetapi pada konsentrasi yang lebih rendah daripada salep. Minyak yang digunakan dalam krim dan salep sering berupa lanolin atau petrolatum. Terbuat dari air dan zat pengental, seperti polimer atau polisakarida, gel biasanya bebas minyak tetapi terkadang mengandung sedikit minyak.

Penyerapan

  • Salep bersifat oklusif, artinya ketika diterapkan, akan meninggalkan lapisan minyak di permukaan kulit. Ini memerangkap kelembaban untuk mencegah luka mengering.
  • Krim mudah diserap dan meninggalkan lapisan tipis dari minyak dan zat pengental untuk membantu mempertahankan kelembaban.
  • Gel juga menyerap dengan baik dan hanya meninggalkan lapisan tipis dari zat pengental.

Perbedaan lain antara Krim, Salep, dan Gel

Krim

  • Emulsi air dan minyak
  • Diklasifikasikan sebagai emulsi minyak dalam air (o / w) atau air dalam minyak (w / o)
  • o / w krim menyebar dengan mudah dan tidak meninggalkan minyak dan lengket di kulit.
  • w / o krim lebih berminyak dan lebih lembut
  • Krim mengandung pengemulsi dan pengawet yang dapat menyebabkan alergi kontak

Salep

  • Preparat hidrokarbon semi-padat (petrolatum, minyak mineral, parafin, hidrokarbon sintetis)
  • Efek emolien yang kuat membuatnya berguna dalam kondisi kulit kering
  • Efek oklusif meningkatkan penetrasi obat aktif dan meningkatkan kemanjuran (terutama pada kulit yang menebal)
  • Memberikan lapisan pelindung pada kulit.
  • Berminyak, lengket, menahan keringat (oleh karena itu, tidak cocok pada dermatitis basah, daerah berbulu, kulit rentan terhadap folikulitis, atau kondisi cuaca panas)
  • Tidak mengandung air dan tidak membutuhkan bahan pengawet

Gel

Perbedaan gel dan krim, perbedaan salep dan krim
  • Preparat transparan yang mengandung eter selulosa atau karbromer dalam air atau campuran air-alkohol
  • Gel mencair pada kontak dengan kulit, kering dan meninggalkan lapisan tipis obat aktif
  • Gel cenderung mengering
  • Berguna di area berbulu
  • Dapat diterima secara kosmetik

Demikianlah Perbedaan salep dan krim, serta gel, semoga bermanfaat

Bantu kami di tengah-tengah wabah COVID-19 untuk tetap bisa menyajikan informasi kesehatan yang bermanfaat dengan memberikan donasi seikhlasnya agar bisa tetap bertahan di tengah krisis ini. Donasi Anda dapat dikirimkan lewat .
Atau melalui Gopay:

Suplemen ini 30x Kekuatan dalam Meningkatkan Sistem Imun dibanding Suplemen lain

Di saat-saat seperti ini, di tengah-tengah wabah penyakit Corona (COVID-19), perlu untuk menjaga sistem imun agar tidak gampang terserang penyakit

 

Transfer Factor - 30x Kekuatan

Informasi dan pemesanan: