Apakah Ngidam Harus Selalu Dituruti? Bagaimana Jika Tidak?

Masa-masa hamil memang masa yang paling membahagiakan bagi seorang istri. Bagaimanapun juga salah satu tujuan dari menikah ialah untuk memperoleh keturunan. Tanda awal keturunan akan diperoleh ialah ibu mengalami kondisi hamil. Inilah yang membuat bahwa masa hamil merupakan masa yang membahagiakan bagi ibu.

Ketika sedang hamil, ibu seringkali mengalami gejala-gejala baru yang aneh. Disebut sebagai gejala aneh karena ibu jarang atau bahkan tidak pernah mengalaminya sama sekali sebelum kondisi kehamilan tersebut. Beberapa gejala akan dialami ibu hamil dalam menyertai kehamilannya tersebut. Gejala-gejala tersebut pada umumnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan maupun tingkat kebugaran ibu hamil. Bukan hanya gejala yang akan mempengaruhi kesehatannya saja, namun ada juga beberapa sifat yang tiba-tiba datang ketika ibu sedang hamil.

Ngidam Ibu hamil

Ngidam Ibu hamil (Ilustrasi/pixabay)

Beberapa gejala yang mungkin akan dirasakan oleh ibu hamil antara lain adalah sebagai berikut:

  • Mual

  • Pusing

  • Muntah

  • Badan lemas

  • Cepat merasa capek, dan lain sebagainya.

Sementara itu ada juga beberapa sifat yang akan datang menyertai ibu ketika sedang hamil. Beberapa sifat tersebut antara lain:

  • Manja

  • Ingin diperhatikan

  • Terlalu hati-hati

  • Terlalu khawatir

  • Adanya keinginan yang ingin sekali dan segera dipenuhi (ngidam)

  • Dan lain sebagainya

Dari beberapa gejala dan sifat yang menyertai ibu hamil, ada salah satu sifat yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Sifat ini ialah ngidam. Ngidam merupakan kondisi dimana ibu hamil sangat menginginkan sesuatu dan harus segera dipenuhi. Sesuatu yang diinginkan oleh ibu hamil tersebut bisa jadi barang, makanan/ minuman, pergi ke suatu tempat, merasakan sesuatu, bahkan hal-hal aneh yang kurang masuk akal bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Ngidam merupakan hal yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang berada di sekitar ibu hamil. Sebisa mungkin ngidam tersebut haruslah dipenuhi. Ada mitos yag beredar di masyarakat bahwa apabila ngidam tidak dipenuhi atau tidak segera dipenuhi, maka hal ini akan membawa dampak buruk bagi ibu hamil. Mitos yang beredar di masyarakat tersebut ialah apabila ngidam ibu hamil tidak segera dipenuhi maka bayi yang akan lahir akan meneteskan air liur secara terus menerus. Memang pada umumnya ngidam ibu hamil berupa makanan tertentu. Lalu, benarkah mitos yang beredar di masyarakat mengenai ngidam tersebut? Artikel ini akan membahas seputar ngidam yang dialami oleh ibu hamil, yakni mengapa ibu hamil bisa mengalami ngidam, dan apakah ngidam harus dipenuhi.

Mengapa Ibu Hamil Bisa Mengalami Ngidam?

Sebenarnya, ngidam yang dialami oleh ibu hamil ini lebih bersifat keinginan semata. Dan ngidam ini bukan menjadi salah satu pertanda buruk bagi ibu hamil. Ngidam memang menjadi rangkaian dan bahkan hal yang terpisahkan dari ibu hamil. Ngidam ini bisa berkaitan dengan makanan dan juga sesuatu tindakan yang langka, unik, bahkan aneh. Hingga searang pun penyebab ngidam belum bisa diketahui secara pasti. Namun, ada yang mengatakan bahwa kebiasaan ngidam ini mengindikasikan bahwa ibu membutuhkan zat-zat tertentu (bila mengidam makanan). Sehingga apabila ibu menginginkan makanan tertentu, maka ibu sedang membutuhkan zat yang berada dalam makanan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan mengidam suatu tindakan yang langka? Sebenarnya tindakan langka atau aneh (seperti misal dielus-elus perutnya oleh orang- orang tertentu), hal ini masuk ke dalam kategori kenyamanan ibu. Ibu hamil memerlukan kenyamanan di berbagai kondisi, salah satu kenyamanan tersebut apabila keinginan yang aneh tersebut dipenuhi.

Itulah beberapa alasan yang beredar di masyarakat tentang mengapa ibu hamil mengalami ngidam. Namun alasan yang dijelaskan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya. Ada suatu penjelasan yang lebih ilmiah tentang mengapa ibu hamil menyukai makanan yang asam dan asin, dan cenderung mengidamkan makanan yang demikian itu? Hal ini karena meningkatnya produksi hormon prog**teron ketika hamil. Kenaikan hormon akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dan juga produksi air liur yang bertambah banyak. Ibu hamil muda seringkali meludah karena produksi air liurnya banyak. Selain itu juga timbul rasa logam di mulutnya sehingga membuat ibu menginginkan makanan yang rasanya tajam seperti asam dan asin.

Apakah Mengidam Harus Selalu Dituruti?

Sudah dijelaskan di atas mengenai timbulnya perilaku mengidam pada ibu hamil. Lalu, apakah itu harus selalu dituruti? Perilaku mengidam yang terjadi pada ibu hamil tidak harus selalu dituruti. Memang akan lebih baik apabila dituruti, namun apabila permintaannya terlalu aneh dan tidak masuk akal serta apabila permintaannya membahayakan ibu sendiri maka tidak dituruti pun tidak apa-apa. Hal ini bukanlah suatu keharusan untuk merealisasikan keinginan ibu hamil, terlebih apabila permintaannya yang aneh-aneh dan juga melibatkan orang lain. Sehingga kita mengetahui bahwa anak yang lahir akan ngeces apabila idaman ibu tidak dipenuhi, itu hanyalah mitos belaka.

Apakah Ada Bahaya Apabila Mengidam Tidak Dituruti?

Setelah kita mengetahui bahwasanya mengidam ini tidak perlu dituruti, sekarang kita akan berbicara mengenai dampaknya. Sebenarnya ada bahayanya atau tidak apabila idaman ibu tidak dituruti? Ada cerita yang beredar di masyarakat tentang anak yang ada di kandungan akan mengeces apabila idaman ibunya semasa hamil tidak dituruti. Apakah itu benar?

Sebenarnya mengidam yang berupa makanan akan dapat memberikan nutrisi pada ibu hamil. Ketika ibu menginginkan makanan yang manis, berarti ibu akan mendapatkan zat gula yang lebih. Hal itu akan berakibat ibu mendapatkan zat yang terkandung dalam makanan tersebut. Sehingga hal ini akan bermanfaat bagi ibu, dengan syarat semua nutrisi yang dibutuhkan dan dimiliki ibu tersebut seimbang. Ketika sudah terlalu banyak suatu nutrisi (misal terlalu banyak protein), maka ibu jangan diperbolehkan makan makanan yang mengandung banyak protein, karena dapat berakibat kurang baik. Sehingga mengidam makanan tidak akan menimbulkan bahaya apa-apa apabila tidak dituruti, justru akan menghindarkan ibu dari kelebihan suatu zat tertentu.

Lau, bagaimana dengan mengidam hal-hal aneh? Hal ini tentu saja berkaitan dengan psikologis ibu, dengan kepuasan yang akan didapatkan. Apabila kepuasan psikologis ibu dapat dipenuhi itu akan berdampak baik baginya. Namun ketika yang diidamkan hal yang terlalu aneh, maka tidak dituruti pun tidak apa-apa. Hal ini tidak akan membawa dampak yang buruk pada ibu hamil. Dari bahasan inipun kita mengetahui bersama bahwasanya cerita yang beredar di masyarakat tentang bayi yang dilahirkan akan mengeces ketika idaman ibu tidak dituruti, itu hanyalah mitos belaka.

Demikianlah bahasan mengenai ibu hamil yang mengidam yang dapat kami berikan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

*