Bebas Diabetes dengan Biji Rambutan

Siapa yang tidak kenal dengan buah rambutan? Buah yang sering kita jumpai di pasar-pasar tradisional dan berasa manis ini telah menjadi buah favorit bagi penduduk Indonesia. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa buah tropis ini memiliki keajaiban yang dapat membantu penderita diabetes.

Diabetes di Indonesia dikenal dengan nama penyakit kencing manis. Penyakit ini merupakan kondisi dimana kadar glukosa atau gula dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara cukup.

Penderita diabetes tidak dapat memproduksi insulin secara cukup untuk menyerap gula yang dikonsumsi tubuh, sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik.

Biji rambutan untuk diabetes

Biji rambutan untuk diabetes (Ilustrasi/pixabay)

Lalu apa sebenarnya insulin yang sangat penting ini?

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas, yaitu sebuah organ yang letaknya di samping lambung. Hormon ini melekatkan diri pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Tugas dari insulin ialah membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa dapat memasuki sel. Sel tersebut lalu mengubah glukosa tersebut menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika jumlah insulin tidak mencukupi maka akan terjadi penimbunan gula dalam darah, sehingga mengakibatkan diabetes.

Diabetes terdapat dua jenis yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan karena masalah fungsi organ pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin. Sedangkan diabetes jenis 2 karena insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengolah glukosa yang masuk dalam tubuh. Diabetes jenis kedua inilah yang biasa diderita orang pada umumnya. Sekitar 90%-95% penderita diabetes mengidap diabetes tipe 2. Penderita diabetes tipe ini biasanya orang dewasa dengan usia sekitar lebih dari 30 tahun, dan akan semakin parah secara bertahap.

Diabetes tahap 1 disebabkan oleh beberapa factor antara lain,

  1. Genetik. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes maka, si anak juga akan beresiko mengidap diabetes.
  2. Autoimunitas. Tubuh mengalami alergi terhadap salah satu jaringan atau selnya sendiri. Dalam kasus diabetes, pankreas kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel yang memproduksi insulin.
  3. Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan kelompok-kelompok sel dalam pankreas. Kelompok sel tersebut merupakan tempat insulin diproduksi. Semakin banyak sel yang rusak maka semakin besar kemungkinan seseorang tersebut menderita diabetes.

Untuk perawatan jenis diabetes ini yaitu dengan menambahkan inisulin ke dalam tubuh setiap harinya. Caranya dengan menggunakan suntikan. Hal tersebut karena insulin akan hancur jika dimasukkan ke dalam lambung jika melalui mulut. Cara lainnya yaitu dengan cara memperbaiki fungsi pankreas, jika organ ini dapat berfungsi secara normal, maka insulin yang diproduksi akan mencukupi untuk mengikat glukosa yang masuk dalam tubuh.

Sedangkan diabetes jenis 2 diakibatkan karena pola hidup yang tidak sehat. Insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak mencukupi karena terhisap lemak dalam tubuh.

Beberapa penyebab utama diabetes ini jika diringkas adalah sebagai berikut:

  1. Faktor keturunan
  2. Pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Mengonsumsi fast food dan makanan berlemak dapat memacu timbulnya penyakit ini.
  3. Kadar Kolesterol tinggi
  4. Jarang berolahraga
  5. Obesitas

Cara terbaik dalam mengatasi diabetes jenis 2 ini idalah dengan cara melakukan diet terhadap apa yang dimakan. Namun dapat juga dengan memaksa pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak dengan menggunakan obat-obatan. Namun biasanya dokter akan mengombinasikan metode diet dan konsumsi obat. Karena jika tidak disertai diet, pankreas akan mengalami kelelahan.

Selain itu beberapa pengobatan dengan herbal dapat dijadikan pilihan saat ini. Salah satunya yaitu dengan menggunakan biji buah rambutan. Hal tersebut diungkapkan oleh hasil penelitian Pram Pramono, periset asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membuktikan biji rambutan mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Menurut Pram, ekstrak metanol biji rambutan memiliki aktivitas hipoglikemik sehingga berpotensi menurunkan kadar gula darah tinggi.
Caranya ialah 5 biji rambutan dipotong kecil. Sangrai biji tersebut hingga berwarna kuning kecoklatan. Giling halus biji yang telah disangrai tersebut, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, buang ampas dari seduhan tersebut lalu minum semuanya. Lakukan hal tersebut satu hingga tiga kali sehari sebelum makan, tergantung tinggi rendahnya kadar gula saat melakukan terapi itu.


Catatan redaksi: Cara penggunaan biji rambutan di atas harus disertai dengan kontrol gula darah

Leave a Reply

*