Mengenal Epitaksis: Penyebab dan cara mengatasinya

Epistaksis atau pendarahan dari  hidung  atau yang lebih dikenal dengan mimisan sering kita jumpai terutama pada anak- anak dan usia lanjut. Sebagian pendarahan dari hidung ini dapat berhenti sendiri, namun juga ada pendarahan dari hidung yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini karena pendarahan dari hidung terkadang merupakan gejala dari suatu penyakit lainnya.

Penyebab epistaksis

Banyak hal yang dapat menyebabkan pendarahan dari hidung. Kadang terjadi secara spontan tanpa kita ketahui penyebabnya. Pendarahan dari hidung terutama terjadi  karena trauma, baik karena jatuh maupun terpukul. Pendarahan dari hidung akibat trauma ringan dapat terjadi akibat mengorek hidung terlalu keras, benturan kecil, atau berusaha mengeluarkan ingus  terlalu keras.

Pendarahan dari hidung juga dapat terjadi akibat cuaca yang sangat dingin atau  terlalu panas. Hal ini menyebabkan iritasi pada mukosa hidung sehingga mudah berdarah. Iritasi mukosa hidung juga dapat terjadi akibat zat- zat kimia, baik dari industri maupun zat kimia lainnya.

Pendarahan pada hidung juga dapat disebabkan oleh infeksi sekitar hidung, adanya benda asing, tumor, atau pengaruh lingkungan. Selain itu, pendarahan dari hidung juga dapat merupakan akibat atau pertanda penyakit tertentu, seperti kelainan darah, kelainan congenital, maupun kelainan hormonal. Oleh karena itu, pendarahan dari hidung tidak boleh kita sepelekan. Kita harus segera mengetahui penyebabnya sehingga segera dapat diobati.

Tidak semua pendarahan dari hidung yang berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mewaspadai pendarahan dari hidung yang  terutama jika:

  • Terjadi pada anak- anak di bawah usia 2 tahun, orang tua atau ibu hamil.
  • Pendarahan dari hidung dalam jumlah yang banyak.
  • Pendaharan dari hidung yang lama atau lebih dari 15 menit.
  • Pendarahan dari hidung disertai detak jantung yang cepat atau sulit bernafas, atau kulit tampak semakin pucat.
  • Pendarahan dari hidung setelah kecelakaan atau trauma.
  • Pendarahan dari hidung setelah mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin.
  • Pendarahan dari hidung yang disertai demam atau munculnya ruam pada tubuh, maupun disertai adanya pendarahan dari anggota tubuh lainnya.

Cara mengatasi epistaksis

Pendarahan dari hidung umumnya menyebabkan kepanikan terutama apabila terjadi pertama kali. Oleh karena itu penting bagi kita mengenal penyebab terjadinya pendarahan pada hidung dan apa seharusnya kita lakukan. Hal yang dapat kita lakukan saat terjadi mimisan saat kita yakin dapat diatasi sendiri antara lain:

  • Jangan berbaring, pertahankan posisi duduk
  • Menekan hidung dari luar dengan ibu jari dan jari telunjuk kurang lebih 10- 15 menit.
  • Buang darah yang mengalir ke mulut, jangan sampai ditelan.

Namun jika pendarahan tersebut tidak berhenti dan semakin banyak atau disertai dengan tanda- tanda yang harus diwaspadai, segera bawa ke rumah sakit atau dokter untuk segera diperiksa dan diobati.

Demikianlah Epitaksis: Penyebab dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">
Mengenal Epitaksis: Penyebab dan cara mengatasinya Post in | Last updated: March 29th, 2017 | 26 views
Kontributor Infosehatkeluarga.com Pasaman Sumatera Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *