Penyakit Lupus: Jenis, 6 Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

By | March 6, 2020
Penyakit lupus

Penyakit Lupus – Pada artikel kita kali ini, akan dibahas mengenai penyakit lupus.

Mengenal Apa penyakit Lupus itu?

Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Banyak pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang dan lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Sistem imun sang penderita tidak bisa membedakan mana sel baik dan sel jahat. Sistem imun yang seharusnya menjaga tubuh dari serangan virus, bakteri, parasit dan sebagainya malah menyerang sel tubuh yang sehat.

Baca juga: Penyakit Lupus

Penyakit lupus dapat mempengaruhi baik pria maupun wanita, tetapi delapan kali lebih besar terjadi pada wanita. Hal ini juga dapat terjadi pada siapa saja, namun rentang usia khas untuk seseorang untuk menderita penyakit lupus adalah usia 10-50 tahun.

[adinserter block=”3″]

Jenis-Jenis Lupus

Ada berbagai jenis lupus. termasuk diantaranya sistemik lupus erythematosus (SLE), diskoid, lupus yang diinduksi obat, dan neonatal.

Systemic lupus erythematosus (SLE).

SLE adalah jenis lupus yang paling dikenal. Ini berkaitan dengan kondisi sistemik. Ini berarti memiliki dampak bagi seluruh tubuh. Gejalanya dapat berkisar dari ringan hingga berat.

Lupus jenis ini lebih parah daripada jenis lupus lainnya, seperti discoid lupus, karena dapat mempengaruhi organ tubuh atau sistem organ mana pun. Ini dapat menyebabkan peradangan pada kulit, persendian, paru-paru, ginjal, darah, jantung, atau kombinasi dari semuanya.

Kondisi ini biasanya melalui siklus. Pada saat remisi, orang tersebut tidak memiliki gejala. Pada saat penyakit ini bergolak, penyakit ini menjadi aktif, dan gejalanya pun muncul

Gejala Penyakit Lupus

  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini.
  5. Jika menyerang dada akan timbul rasa sakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan jika bernapas. Bila jantung terserang akan takikardi (jantung berdebar cepat) atau udem/bengkak pada kaki sedangkan jika mengenai paru-paru penderita biasanya mengalami sesak napas.
  6. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.

Penyakit ini bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Faktor Penyebab Penyakit Lupus.

Penyakit Lupus merupakan penyakit autoimun. Itu artinya sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru berbalik dan menyerang jaringan dalam tubuh Anda sendiri. Itulah sebabnya dikatakan sistem imun yang naif alias bodoh.

Secara normal, sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh dari serangan benda atau makhluk asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti bakteri dan virus. Ketika mendeteksi kuman-kuman tersebut, ia akan menyerangnya dengan kombinasi sel-sel kekebalan dan protein spesifik yang disebut antibodi.

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh dengan keliru menyerang jaringan tubuh Anda sendiri, seperti kulit, persendian, atau jantung karena menganggapnya sebagai benda asing.

Para ahli berpendapat bahwa berbagai faktor yang berbeda dapat memicu serangan sistem kekebalan ini, termasuk:

Gen.

Lupus terkadang menjadi warisan dalam keluarga. Para peneliti telah menemukan lebih dari 50 gen yang mereka yakini terkait dengan kondisi tersebut. Meskipun sebagian besar gen ini tidak mungkin menyebabkan lupus sendirian, tapi itu mungkin membuat Anda lebih rentan terkena lupus jika Anda terpapar faktor-faktor risiko lain.

Lingkungan.

Jika Anda menderita penyakit lupus, faktor-faktor tertentu di sekitar Anda dapat memicu gejala tersebut. Ini termasuk sinar ultraviolet dari matahari, infeksi seperti virus Epstein-Barr, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, stres dan paparan bahan kimia atau pemakaian obat-obatan tertentu.

Hormon.

Karena lupus jauh lebih umum terjadi pada wanita, para peneliti menduga hormon wanita mungkin ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Wanita cenderung memiliki gejala yang lebih buruk sebelum periode menstruasi mereka, ketika kadar estrogen meningkat. Namun, hubungan antara estrogen dan lupus belum terbukti.

Apakah penyakit lupus menular?

Jawabannya ialah Penyakit Lupus tidak menular. Anda tidak dapat tertular penyakit ini dari orang lain, bahkan melalui kontak atau atau hubungan se**ks. Para ahli berpendapat bahwa penyakit autoimun ini disebabkan oleh faktor kombinasi antara gen dan lingkungan.

Penyakit lupus ini terjadi dan berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda naif alias bodoh dan menyerang jaringan dalam tubuh Anda sendiri, seperti persendian, kulit, ginjal, paru-paru, dan jantung. Serangan ini menghasilkan peradangan yang dapat merusak organ-organ tersebut.

Fakta tentang lupus yang harus Anda ketahui

  • Lupus tidak menular, bahkan melalui kontak se**ksual. Anda tidak dapat “tertular” lupus dari seseorang atau “menularkan” lupus kepada seseorang.
  • Lupus tidak seperti atau terkait dengan kanker. Kanker adalah suatu kondisi jaringan ganas, abnormal yang tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Lupus adalah penyakit autoimun, seperti dijelaskan di atas. Namun, beberapa perawatan untuk lupus mungkin termasuk obat imunosupresan yang juga digunakan dalam kemoterapi.
  • Lupus tidak seperti atau terkait dengan HIV (Human Immune Deficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Dalam HIV atau AIDS, sistem kekebalan tubuh kurang aktif; pada lupus, sistem kekebalan tubuh terlalu aktif.
  • Lupus dapat berupa ringan sampai yang mengancam jiwa dan harus selalu dirawat oleh dokter. Dengan perawatan medis yang baik, kebanyakan orang yang menderita lupus dapat menjalani hidup normal.

Demikianlah artikel mengenai Penyakit Lupus, semoga bermanfaat.

Diagnosa Penyakit Lupus

Penyakit Lupus merupakan penyakit yang sulit didiagnosis, karena gejalanya bisa tidak jelas. Dan tidak seperti beberapa penyakit lain, lupus tidak dapat didiagnosis dengan tes laboratorium tunggal. Namun, ketika kriteria klinis tertentu dipenuhi, tes laboratorium dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis penyakit lupus ini.

Tes darah dan tes lainnya juga dapat membantu mendiagnosis penyakit ini sehingga dapat dilakukan pengobatan dan melihat hasil perkembangan pengobatan uang telah dilakukan.

Berikut ini beberapa kegunaan dan keterbatasan tes yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis penyakit lupus.

Tes Darah untuk Lupus

Antinuclear Antibody (ANA)

Apa itu?

ANA adalah jenis antibodi yang diarahkan terhadap inti sel.

Mengapa tes ini digunakan?

ANA terdapat pada hampir semua orang yang menderita lupus aktif. Dokter sering menggunakan tes ANA sebagai alat skrining. Selain itu, melihat pola antibodi kadang-kadang dapat membantu dokter menentukan penyakit spesifik seseorang. Dengan tes ini, dapat membantu menentukan jenis perawatan mana yang paling tepat.

Keterbatasan tes ini.

Meskipun hampir semua yang menderita penyakit lupus memiliki antibodi, hasil positif dari tes ini tidak selalu menunjukkan penyakit lupus.

Hasil positif sering terlihat dengan beberapa penyakit lain dan dalam persentase yang lebih kecil dari orang tanpa adanya lupus atau gangguan autoimun lainnya.

Jadi ANA positif tanpa tes lainnya tidak cukup untuk diagnosis penyakit lupus. Dokter harus mempertimbangkan hasil tes ini dengan kriteria yang lain.

Antibodi Antifosfolipid (APLs)

Apa itu?

APL adalah jenis antibodi yang diarahkan pada fosfolipid.

Mengapa tes ini digunakan?

APL terdapat pada 60% dari orang-orang yang menderita lupus lupus. Adanya antibodi ini dapat membantu memastikan diagnosis.

Tes positif juga digunakan untuk membantu mengidentifikasi wanita yang menderita lupus yang memiliki risiko tertentu yang memerlukan perawatan, pencegahan dan pemantauan. Risiko-risiko itu termasuk pembekuan darah, keguguran, atau kelahiran prematur.

Keterbatasan tes ini

APL juga dapat ditemukan pada orang yang tidak menderita penyakit lupus. Sehingga keberadaan antibodi ini saja tidak cukup untuk diagnosis penyakit lupus.

Anti-Sm

Apa itu?

Anti-Sm adalah antibodi yang diarahkan terhadap Sm, protein spesifik yang ditemukan dalam inti sel.

Mengapa tes ini digunakan?

Protein ditemukan pada 30% orang yang menderita penyakit lupus. Protein ini jarang ditemukan pada orang tanpa adanya lupus. Jadi tes positif dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis penyakit lupus.

Keterbatasan tes

Hanya sampai 30% orang yang menderita penyakit lupus memiliki tes anti-Sm positif. Jadi mengandalkan hasil anti-Sm saja akan menyebabkan sebagian besar penderita lupus tidak terdeteksi.

Pengobatan Penyakit Lupus

Kami merekomendasikan produk ini sebagai ikhtiar untuk membantu proses penyembuhan lupus yang Anda derita. Anda bisa melakukan pemesanan produk ini dengan menekan tombol Whatsapp di bawah gambar produk.

Transfer Factor Trifactor