Penyakit Lupus: Definisi, Jenis, Gejala, dan Penyebab

Penyakit Lupus – Pada artikel kita kali ini, akan dibahas mengenai penyakit lupus.

Mengenal penyakit Lupus itu?

Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Banyak pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang dan lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Sistem imun sang penderita tidak bisa membedakan mana sel baik dan sel jahat. Sistem imun yang seharusnya menjaga tubuh dari serangan virus, bakteri, parasit dan sebagainya malah menyerang sel tubuh yang sehat.

Baca juga:

* Lupus, Celah harapan baru untuk bertahan hidup

* Penyakit Lupus

Penyakit lupus dapat mempengaruhi baik pria maupun wanita, tetapi delapan kali lebih besar terjadi pada wanita. Hal ini juga dapat terjadi pada siapa saja, namun rentang usia khas untuk seseorang untuk menderita penyakit lupus adalah usia 10-50 tahun.

Jenis-Jenis Lupus

Ada berbagai jenis lupus. termasuk diantaranya sistemik lupus erythematosus (SLE), diskoid, lupus yang diinduksi obat, dan neonatal.

Systemic lupus erythematosus (SLE).

SLE adalah jenis lupus yang paling dikenal. Ini berkaitan dengan kondisi sistemik. Ini berarti memiliki dampak bagi seluruh tubuh. Gejalanya dapat berkisar dari ringan hingga berat.

Lupus jenis ini lebih parah daripada jenis lupus lainnya, seperti discoid lupus, karena dapat mempengaruhi organ tubuh atau sistem organ mana pun. Ini dapat menyebabkan peradangan pada kulit, persendian, paru-paru, ginjal, darah, jantung, atau kombinasi dari semuanya.

Kondisi ini biasanya melalui siklus. Pada saat remisi, orang tersebut tidak memiliki gejala. Pada saat penyakit ini bergolak, penyakit ini menjadi aktif, dan gejalanya pun muncul

Gejala Penyakit Lupus

  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini.
  5. Jika menyerang dada akan timbul rasa sakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan jika bernapas. Bila jantung terserang akan takikardi (jantung berdebar cepat) atau udem/bengkak pada kaki sedangkan jika mengenai paru-paru penderita biasanya mengalami sesak napas.
  6. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan.

Penyakit ini bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

Faktor Penyebab Penyakit Lupus.

Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Fakta tentang lupus yang harus Anda ketahui

  • Lupus tidak menular, bahkan melalui kontak se**ksual. Anda tidak dapat “tertular” lupus dari seseorang atau “menularkan” lupus kepada seseorang.
  • Lupus tidak seperti atau terkait dengan kanker. Kanker adalah suatu kondisi jaringan ganas, abnormal yang tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Lupus adalah penyakit autoimun, seperti dijelaskan di atas. Namun, beberapa perawatan untuk lupus mungkin termasuk obat imunosupresan yang juga digunakan dalam kemoterapi.
  • Lupus tidak seperti atau terkait dengan HIV (Human Immune Deficiency Virus) atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Dalam HIV atau AIDS, sistem kekebalan tubuh kurang aktif; pada lupus, sistem kekebalan tubuh terlalu aktif.
  • Lupus dapat berupa ringan sampai yang mengancam jiwa dan harus selalu dirawat oleh dokter. Dengan perawatan medis yang baik, kebanyakan orang yang menderita lupus dapat menjalani hidup normal.

Baca juga:

Demikianlah artikel mengenai Penyakit Lupus, semoga bermanfaat.

*