Donor Darah : Pengertian, Manfaat dan Tipsnya

Donor Darah : Pengertian, Manfaat donor darah, dan Tipsnya – Donor Darah merupakan sesuatu yang mulia, kita dapat memberikan darah kita ke orang-orang yang mungkin sedang dalam kondisi sangat kritis, kekurangan darah, dan yang lainnya. Dengan kita memberikan darah kita juga sama saja kita sedang “menyelamatkan” orang-orang tersebut. Adapun pengertian Donor Darah pada situs PMI DKI Jakarta yakni “Donor darah adalah orang yang memberikan darah secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan. Semua orang dapat menjadi donor darah jika memenuhi persyaratan yang berlaku”.

Manfaat Donor darah menyehatkan
Donor darah menyehatkan

Persyaratan yang berlaku tentu saja merupakan persyaratan agar si Penyumbang darah dapat tetap sehat setelah donor darah dan agar si Penerima donor percaya bahwa darah yang mengalir di dalam tubuhnya berasal dari orang yang sehat. Agar dapat menjadi seorang pendonor maka diharuskan mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu untuk pendataan identitas bagi pendonor. Syarat syarat donor darah antara lain :

Syarat-Syarat Donor Darah

Sehat wal afiat

Sehat wal afiat, baik secara fisiknya maupun mentalnya.
Karena jika seseorang pendonor memiliki penyakit ditakutkan dapat menular melalui transfusi darah tersebut. Bukannya menjadi lebih baik, malah menambah penyakit si penerima donor darah. Sehat mentalnya pun ditakutkan ketika seseorang pendonor setelah selesai mendonor menjadi depresi atau gangguan jiwa lainnya.

Dewasa

Dewasa, berusia 17-65 tahun.
Jika sudah berusia 17 tahun, maka anda dianggap sudah dewasa dan memiliki tanggung jawab atas diri anda sendiri. Maka dari itu, mumpung masih muda kapan lagi dapat berbuat baik untuk mendonorkan darahnya? Jika batas atasnya 65 tahun yakni karena elastisitas kulit yang akan digunakan sebagai tempat keluarnya darah dikhawatirkan sudah kurang elastis sehingga luka yang ditimbulkan menjadi lebar dan terjadi pembengkakan. Dan juga seiring bertambahnya umur, staminta tubuh setelah donor darah sangat berpengaruh. Dapat terjadi efek pusing setelah donor darah dan lain-lain.

Berat badan

Berat badan paling rendah 45kg.
Biasanya saat donor darah, PMI mengkhususkan untuk berat badan antara 45-50kg untuk memakai kantung yang berbeda dan lebih kecil dari yang lain. Maka ada kuota khusus untuk berat badan 45-50kg dan jika kuota tersebut telah mencukupi, maka donor dengan range berat badan 45-50kg akan ditolak.

Kadar Haemoglobin

Kadar haemoglobin berkisar antara 12,5-17gr%, dan tekanan darah sistol 100-170mmHg dan diastol 70-100mmHg.
Untuk Hb yang rendah tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya, karena orang tersebut pun membutuhkan darah. Untuk tekanan darah yang lebih rendah pun tidak dianjurkan karena efek samping berupa lemas, pusing pusing dapat menghantui si pendonor apabila tekanan darahnya rendah.

Suhu tubuh.

Suhu tubuh 36,6-37,5o Celcius.
Darah sebagai pengatur suhu tubuh dapat terganggu jika suhu tubuh lebih rendah dan lebih tinggi dari batas normal tersebut. Sehingga lebih aman jika persyaratan suhu tubuh ini terpenuhi.

Denyut nadi

Denyut nadi teratur berkisar 50-100kali tiap menit.
Denyut nadi yang tidak teratur memberikan efek samping berupa gejala gangguan jiwa (disorder). Untuk itu jika akan donor darah tetapi denyut nadi menjadi tidak teratur, banyak hal yang dikhawatirkan untuk mendonor darahnya merupakan tanda dari gangguan jiwa.

Penyakit.

Tidak mengidap hemofilia atau penyakit dengan gangguan pembekuan darah.
Setelah donor darah selesai, maka kita akan diberikan plester luka untuk ditempel di bekas jarum untuk mengeluarkan darah. Jika darah tidak kunjung membeku, maka darah akan tetap mengucur dan itu merupakan skenario paling buruk dalam donor darah. Untuk itu penderita hemofilia tidak dianjurkan untuk mendonorkan darah.

Rentang donor darah

Terakhir mendonorkan darah tidak kurang dari 12 minggu.
Setelah kita mendonorkan darah, untuk kembali dalam posisi Volume darah yang optimal biasanya memakan waktu 12 minggu. Untuk itu, jika jangka waktu dalam mendonorkan darah tidak dipatuhi maka dikhawatirkan pendonor menjadi kekurangan darah dan banyak hal negatif yang menghantuinya seperti kekebalan tubuh yang menurun, kondisi fisik yang melemah, dan lain-lain.

Baca juga:

Manfaat donor darah

Selain bermanfaat bagi penerima donor darah, ternyata sebagai pendonor ada manfaat yang dapat diperoleh setelah proses donor darah, yakni :

Sebagai sarana untuk mengecek kesehatan gratis.

Manfaat donor darah yang pertama ialah Sebagai sarana untuk mengecek kesehatan gratis. Perlu kita ketahui bahwa darah yang kita donor pun dicek kelayakannya oleh PMI. Dan jika kita memiliki penyakit, maka akan diinformasikan kepada kita melalui nomor kontak yang kita berikan pada saat kita mengisi identitas donor darah.

Sarana beramal dan berbagi sesama manusia.

Manfaat donor darah selanjutnya ialah Sarana beramal dan berbagi sesama manusia. Dari proses donor darah ini kita sebagai sesama manusia hendaknya saling menolong. Beramal dengan menyumbangkan darah pun cukup mulia karena kita dapat menyelamatkan seseorang dari kondisi kritisnya.

Membantu mengurangi zat besi pada darah.

Manfaat donor darah selanjutnya ialah membantu mengurangi zat besi pada darah. Donor darah dapat mengurangi kandungan zat besi dalam darah, karena zat besi dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meminimalisir arteri kita terkena aterosklerosis akibat proses oksidasi kolesterol yang cepat dalam tubuh.

Membantu memperbarui sel darah.

Sel darah tentunya akan terombak dengan sendirinya, namun saat setelah donor darah di 48 jam berikutnya sel darah akan terombak dan akan tergantikan dengan yang baru. Sehingga organ-organ dapat bekerja lebih stabil dan produktif.

Membakar kalori.

Usut punya usut, donor darah dapat membantu orang yang sedang dalam program diet untuk menyesuaikan berat badannya. Adapun kalori yang terbakar pada saat mendonorkan 450ml darah yakni sebesar 650kal.

Tips donor darah agar lebih aman

Dari sekian banyak persyaratan dan manfaat yang ada untuk donor darah, simak tips berikut agar donor darah menjadi lebih aman :

Cukup istirahat, asupan yang seimbang, dan tidur yang cukup.

Sebelum dan sesudah donor darah hendaknya istirahat menjadi kebutuhan utama dan tidur yang cukup karena untuk memberikan donor darah dibutuhkan kondisi fisik dan stamina yang cukup sehingga darah dapat digunakan untuk orang yang lebih membutuhkan. Asupan yang seimbang pun dapat mempengaruhi darah kita, seperti kekentalannya, warnanya, dan lain-lain. Disarankan setelah mendonorkan darah agar meminum cairan (air) untuk mengganti kekosongan yang ada di dalam tubuh kita.

Aktivitas fisik.

Menghindari aktivitas fisik yang berat selama 6 jam ke depan setelah donor darah untuk “menstabilkan” fisik anda setelah kegiatan donor darah.

Pusing

Jika pusing atau seperti melayang setelah donor darah, hendaknya berbaring di tempat dengan posisi kaki lebih tinggi dari posisi kepala.

Memar

Jika terjadi memar di tempat bekas pengambilan darah, kompres luka tersebut dan rawat agar jangan sampai infeksi.

Setelah jarum dicabut

Setelah jarum dicabut, posisikan tangan lebih tinggi dari kepala agar tekanan darah di tangan menjadi lebih rendah.

Asupan gizi

Konsumsilah asupan yang bergizi dan mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sekian Pengertian, Tips, dan Manfaat Donor Darah. Semoga jiwa kemanusiaan kita tergerak untuk ikut serta donor darah sehingga semakin banyak jiwa yang dapat kita selamatkan. Kalau bukan kita yang sehat, siapa lagi yang akan mendonorkan darahnya? Di samping bermanfaat bagi orang lain, bermanfaat juga untuk diri sendiri bukan? Mulailah dengan donor darah, karena berbagi itu indah.

*