High heels: cantik vs sehat

Untuk terlihat cantik dan menarik kaum hawa rela melakukan 1001 cara. Bagi mereka tampil cantik merupakan suatu hal yang diharuskan saat keluar rumah, atau menghadiri perkumpulan baik di acara formal atau santai sekalipun. Mereka menggunakan make up untuk memoles wajah yang mereka anggap memiliki kekurangan, padahal sebenarnya tidak ada kekurangannya. Mengenakan pakaian yang membuatnya terlihat lebih elegan dan berkelas, serta mengenakan alas kaki yang juga harus menunjang penampilan mereka.

High heels - Sehat Vs cantik

High heels – Sehat Vs cantik (Ilustrasi/pixabay)

Alas kaki yang digunakan oleh wanita rata-rata sepatu atau sandal dengan hak tinggi atau menterengnya disebut high heels. Tujuannya untuk mempertegas tinggi badan, hingga mereka merasa percaya diri dan merasa lebih menarik. Menurut penelitian, tiga per empat wanita Indonesia pernah menggunakan sepatu atau sandal dengan hak tinggi. Dari jumlah tersebut, 30% menggunakan untuk urusan pekerjaan, dan sisanya untuk sekedar menunjang penampilan atau mengikuti trend.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Australia mengungkapkan bahwa penggunaan high heels dapat mengakibatkan otot bagian betis memendek dan menjadi tegang. Selain itu wanita yang sering menggunakan high heels juga lebih berisiko mengalami kejang otot. Selain itu penggunaan sepatu jenis ini, memudahkan wanita untuk mengalami cidera. Hal tersebut karena sulitnya menahan keseimbangan tubuh jika menggunakan sepatu hak tinggi ini.

Berupaya untuk mempercantik diri merupakan hak bagi setiap orang yang menginginkannya. Apalagi beberapa wanita dituntut untuk mengenakan high heels dalam pekerjaannya. Namun kondisi kesehatan tubuh harus tetap diperhatikan agar tidak menjadi gangguan dalam aktifitasnya, atau menjadi sebuah penyakit yang merepotkan.

Penggunaan high heels terlalu lama dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Kaki depan menopang berat badan lebih banyak daripada kaki bagian belakang pada saat menggunakan sepatu jenis ini. Hasil penelitian menyatakan, menggunakan sepatu atau sandal dengan hak 1 inci membuat tulang kaki depan menerima tambahan sebesar 20%, sepatu dengan hak 2 inci akan menambah beban sebanyak 60%, dan 3 inci akan menambah beban sebanyak 80%.

Selain berpengaruh pada tulang dan postur tubuh, sepatu dengan hak tinggi dan bagian depan sepatu yang sempit akan menimbulkan penebalan jaringan saraf antara jari ketiga dan keempat dan dapat menimbulkan rasa sakit dan mati rasa pada jari.

Bahaya lain yang dapat terjadi apabila terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi :

  • Memakai high heels secara terus menerus dapat mengakibatkan radang pada ibu jari dan kerusakan tulang pada telapak kaki.
  • Tidak maksimalnya kinerja otot kaki bagian bawah.
  • Peredaran darah akan terhambat di beberapa titik.
  • Otot akan mudah cedera dan berkumpul pada suatu tempat karena aliran darah yang tidak lancar.
  • Secara perlahan akan menyebabkan tulang punggung tidak akan tegak lurus namun condong ke depan.
  • Akan berpengaruh pada bentuk tulang dan tubuh.

Agar tidak berdampak buruk bagi penggunanya, penggunanaan high heels memang harus dibatasi.
Tips yang dapat dilakukan ialah sebagai berikut:

  1. Ketika kaki sudah terasa mulai nyeri dan tidak nyaman sebaiknya segera lepaskan high heels tersebut.
  2. Pastikan untuk memiliki beberapa jenis sepatu. Gunakan sepatu hak tinggi hanya pada keadaan-keadaan yang mengharuskan. Atau hanya gunakan saat bekerja jika memugkinkan.
  3. Pilih sepatu yang memiliki hak kurang dari 1 inchi agar terasa lebih nyaman.
  4. Kenakan flat shoes atau sandal dalam aktifitas keseharian.
  5. Lakukan pemijatan rutin pada kaki agar peredaran darah menjadi lancar.
  6. Sesekali lakukan terapi, seperti berjalan di atas kerikil atau pasir tanpa alas kaki. Hal tersebut dapat bermafaat bagi peredaran darah.

Leave a Reply

*