Raspberry, Manfaat Dan Kandungannya

Manfaat dan Kandungan Raspberry

Manfaat dan Kandungan Raspberry (Ilustrasi/pixabay)

Dikenal sebagai permen alam, raspberry liar telah dikumpulkan untuk konsumsi oleh manusia selama ribuan tahun. Dengan kekayaan warna yang mereka miliki, kandungan air berlimpah dengan rasa manis, dan kekuatan antioksidan, maka tidak heran raspberry menjadi salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Raspberry memiliki beragam warna dengan varietas paling populer adalah merah dan hitam, selain itu juga ada ungu, kuning, dan emas. Setiap warna raspberry memiliki komposisi yang unik dari susunan vitamin, mineral, dan antioksidan. Artikel ini akan membahas manfaat kesehatan dari raspberry merah yang paling banyak dikonsumsi.

Secara lengkap, artikel ini akan memberikan informasi perihal rincian gizi raspberry, manfaat-manfaat yang mungkin diperoleh tubuh, serta potensi risiko kesehatan yang mungkin terjadi dari mengonsumsi raspberry.

Manfaat kesehatan dari mengonsumsi raspberry

Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dari semua jenis telah lama dikaitkan oleh berbagai penelitian dengan adanya dampak pada penurunan risiko berbagai kondisi kesehatan yang merugikan.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan nabati seperti raspberry mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kematian. Selain itu, konsumsi raspberry juga dapat merawat kulit yang sehat, meningkatkan energi, dan menjaga berat badan ideal.

Secara lebih terperinci, raspberry memiliki manfaat-manfaat sebagai berikut :

  1. Kekuatan otak.

Beberapa penelitian pada hewan telah menunjukkan korelasi positif antara asupan flavonoid dalam buah, termasuk raspberry, dan perbaikan memori serta mengurangi keterlambatan dalam kemampuan kognitif yang berkaitan dengan penuaan. Flavonoid yang dikandung raspberry disebut-sebut merupakan nutrisi yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan mengoptimalkan kinerja otak.

2. Kesehatan jantung.

Sebuah laporan terbaru dalam American Journal of Clinical Nutrition mengaitkan asupan makanan kaya flavonoid seperti raspberry dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan menyatakan bahwa konsumsi sejumlah kecil makanan kaya flavonoid akan sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung..

Satu flavonoid, khususnya anthocyanin, disebut-sebut dalam banyak penelitian dapat menekan peradangan yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Kandungan polifenol yang tinggi di raspberry juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dengan mencegah penumpukan platelet dan mengurangi tekanan darah melalui mekanisme anti-inflamasi.

Aedin Cassidy, PhD, MSc, BSc, seorang professor nutrisi di Norwich Medical School at University of East Anglia di Inggris, memimpin studi bersama Harvard Public School of Health selama 18 tahun melacak 93.600 wanita berusia 25 hingga 42. Dia menyatakan bahwa penelitian mereka mampu menunjukkan bahwa asupan berkelanjutan yang rutin anthocyanin dari buah raspberry dapat mengurangi risiko serangan jantung sebesar 32% pada wanita muda dan wanita paruh baya.

Kalium dalam raspberry juga mendukung kesehatan jantung. Dalam sebuah studi, partisipan yang mengonsumsi 4.069 mg potasium per hari memiliki risiko 49% lebih rendah dari kematian akibat penyakit jantung iskemik dibandingkan dengan mereka yang kurang mengonsumsi kalium (sekitar 1.000 mg per hari).

3. Pencegahan kanker.

Raspberry mengandung antioksidan kuat yang bekerja melawan radikal bebas, menghambat pertumbuhan tumor, dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Polifenol kuat yang dikandung raspberry selain dapat melindungi terhadap penyakit jantung, juga dapat membantu menangkal atau memperlambat berbagai jenis kanker, termasuk esofagus, paru-paru, mulut, faring, endometrium, pankreas, pr*stat dan colon.

4. Manajemen diabetes

Memakan berbagai jenis makanan tumbuhan apapun dengan kulit yang memiliki banyak serat – dan raspberry memiliki banyak kulit- dapat membantu menjaga gula darah stabil. Penelitian telah menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 1 yang mengonsumsi makanan berserat tinggi memiliki kadar darah glukosa yang lebih rendah, sementara penderita diabetes tipe 2 yang tidak banyak memakan makanan berserat memiliki kadar gula darah, lipid dan kadar insulin yang lebih tinggi.

5. Pencernaan

Detoksifikasi dan pencegahan penyakit. Serat dan kadar air dalam raspberry membantu mencegah sembelit dan menjaga saluran pencernaan yang sehat. Serat yang cukup dapat membantu memperlancar BAB. Studi terbaru menunjukkan bahwa serat makanan memainkan peran penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan peradangan. Akibatnya dapat mengurangi risiko kondisi peradangan seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas.

Menurut penelitian dari Department of Internal Medicine and Nutritional Sciences Program of the University of Kentucky, asupan serat tinggi memiliki kaitan dengan risiko rendah yang sangat signifikan untuk berkembangnya penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit pencernaan tertentu. Peningkatan asupan serat juga telah terbukti menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dan meningkatkan penurunan berat badan bagi penderita obesitas.

Untuk konsumsi dan kebutuhan harian, perempuan harus mengonsumsi serat sekitar 25 gram serat per hari, Sedangkan laki-laki harus mengomsumsi serat sekitar 30 gram. Satu cangkir raspberry menyediakan 8 gram serat. Artinya untuk memenuhi kebutuhan serat, dapat mengonsumsi 3-4 cangkir raspberry, atau memadukan raspberry dengan makanan kaya akan serat lainnya.

6. Kesehatan mata.

Makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi seperti raspberry telah terbukti membantu menjaga kesehatan mata dengan menyediakan perlindungan dari kerusakan akibat sinar UV.
Raspberry juga mengandung zeaxanthin antioksidan, yang menyaring sinar cahaya biru berbahaya dan disebut-sebut memainkan peran protektif bagi kesehatan mata dan dapat menangkal kerusakan dari degenerasi makular.

Kandungan gizi raspberry

Menurut USDA Nutrient Nasional Database, satu cangkir raspberry (sekitar 123 gram) mengandung 64 kalori, 1,5 gram protein, 0,8 gram lemak, dan 15 gram karbohidrat (termasuk 8 gram serat dan 5 gram gula).

Makan satu cangkir raspberry mentah akan memberikan 54% dari kebutuhan vitamin C harian Anda, 12% vitamin K, 6% folat, 5% dari vitamin E, zat besi, dan kalium, dan 41% kebutuhan mangan harian serta sejumlah kecil dari thiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, vitamin B-6, kalsium, magnesium, fosfor, seng dan tembaga. Raspberry juga mengandung antioksidan alpha dan beta-karoten, lutein, zeaxanthin, dan kolin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Raspberry juga merupakan sumber polifenol yang kuat seperti antosianin, flavonol dan ellagitannins, yang dapat mengurangi kerusakan oksidatif dari radikal bebas serta mencegah atau mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Risiko kesehatan yang mungkin dari mengonsumsi raspberry

The Environmental Working Group setiap tahun mengeluarkan daftar buah-buahan dan sayuran dengan tingkat tertinggi residu pestisida. Raspberry adalah nomor ke-27 pada daftar tersebut. Maka pastikan Anda membeli dalam versi organik untuk memastikan risiko yang lebih rendah dari paparan pestisida.

Suplemen raspberry pun dapat dijadikan pilihan jika kesulitan mendapatkan raspberry. Akan tetapi makanan apapun dalam bentuk suplemen sebaiknya digunakan hanya sesekali. Ia tidak bisa menggantikan makanan sehat asli semacam sayuran dan buah-buahan.

Tidak ada keraguan bahwa dengan kandungan rendah kalori dan makanan bergizi tinggi seperti raspberry dapat dijadikan menu makanan sehat pilihan dengan kandungannya yang kaya akan nutrisi dan manfaat.

Raspberry layak dijadikan buah pendamping makanan sehat harian Anda untuk mendapatkan gizi seimbang dan kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.

Leave a Reply

*